|  |  Irjen Pol Timur Pradopo Bhayangkara Sejati Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo merupakan salah seorang yang santer disebut-sebut sebagai calon Kepala Polri (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Bapak dua anak, M Bimo Aryo Seto dan Dea Istighafarina Miranti, ini dikenal sebagai jenderal santun namun berpendirian tegas.
"Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan. Anggota harus mengutamakan tindakan persuasif, terutama masyarakat yang hendak mudik pada Lebaran tahun ini," kata Timur Pradopo di sela-sela gelar Operasi Ketupat Jaya, Kamis (2/9).
Sikap tegas dan berani juga diperlihatkannya saat menjabat Kapolres Jakarta Barat dan Kapolres Jakarta Pusat pada 1997 - 2000. |
|  | | Rupiah | Beli | Jual | | USD | 8,929.00 | 9,019.00 | | JPY | 104.911 | 106.018 | | SGD | 6,560.14 | 6,632.11 | | EUR | 11,283.58 | 11,399.11 |
| | Index Saham | Posisi | | JSX | 3,127.638 |  | | NASDAQ | 2,159.63 |  | | NIKKEI | 8,995.14 |  | | DOW JONES | 10,174.41 |  | | HANG SENG | 20,817.88 |  | | LQ45 | 595.365 |  |
|
| | | Jumat, 3 September 2010 | JELANG LEBARAN Pelayanan Mudik Masih Terkendala | |
JAKARTA (Suara Karya): Kondisi jalan di pantura dan selatan Jawa belum sepenuhnya siap sehingga membuat pelayanan mudik masih terkendala. Sementara itu, pemerintah mengamati dengan intens kesiapan angkutan penyeberangan antarpulau menjelang arus mudik Lebaran 2010 ini.
Wakil Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, DPR juga terus memantau kesiapan infrastruktur dan angkutan menjelang arus mudik Lebaran 2010 yang tinggal beberapa hari lagi. | | ...selengkapnya | |
| | Jumat, 3 September 2010 | KONFLIK RI-MALAYSIA SBY Tunjukkan Keseriusan Selesaikan Masalah | |
JAKARTA (Suara Karya): Kebijakan dan tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyelesaikan konflik perbatasan RI - Malaysia melalui jalur diplomasi berupa perundingan patut diapresiasi. Karena itu, semua kalangan masyarakat perlu memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menempuh jalur perundingan yang saling menguntungkan.
Pendapat itu disampaikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ginandjar Kartasasmita, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua DPR Marzuki Alie, | | ...selengkapnya | |
| | Jumat, 3 September 2010 | MAFIA HUKUM Susno Kembali Seret Nama Makbul | |
JAKARTA (Suara Karya): Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji untuk kali kesekian menyatakan bahwa pemegang saham PT Salmah Arowana Lestari (SAL) adalah mantan atasannya, Komjen (Purn) Makbul Padmanegara, yang kala itu menjabat Wakapolri. Susno mengaku tahu kepemilikan saham ini dari terdakwa Sjahril Djohan.
Susno mengungkapkan itu saat menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis. | | ...selengkapnya | |
| | Jumat, 3 September 2010 | POLRI Kapolri Masih Merahasiakan Calon Penggantinya | |
JAKARTA (Suara Karya): Siapa calon yang akan mengisi kursi orang nomor satu di korps baju cokelat, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri masih menyimpan rapi.
Dia bahkan mengaku tidak berwenang menentukan calon Kapolri dan menyerahkan sepenuhnya pada putusan DPR.
"Bukan otoritas saya menjawab, yang menjawab itu nanti fit and proper test teman-teman semua di DPR," kata Kapolri usai rapat anggaran dengan Komisi III di DPR, Jakarta, Kamis (2/9).
Meski merahasiakan nama-nama calon penggantinya, Kapolri menegaskan, untuk menjadi orang nomor satu di kepolisian, | | ...selengkapnya | |
| | Jumat, 3 September 2010 | FASILITAS DPR Gedung Baru Tak Sepadan dengan Kinerja Wakil Rakyat | |
JAKARTA (Suara Karya): Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa pembangunan gedung baru DPR seharga Rp 1,6 triliun tidak akan dibatalkan disesalkan peneliti Lembaga Survei Indoneia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dan Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki. Mereka menilai pernyataan itu menunjukkan ketidakpedulian DPR terhadap tuntutan dan desakan masyarakat.
Marzuki sendiri beralasan, pembatalan pembangunan gedung itu membuat pekerjaan selama ini jadi sia-sia. | | ...selengkapnya | |
| | Jumat, 3 September 2010 | SENGGANG Meyda Safira Menumpang di Pesantren | |
Aktivitas syuting sinetron Ketika Cinta Bertasbih (KCB) di kawasn Bogor yang begitu padat membuat Meyda Safira betah tinggal di pesantren. Artis pemeran Husna ini mengaku menumpang di Pesantren Al-Hikmah Ciawi, Jawa Barat. "Sebenarnya pengen kos, tapi dilarang ortu. Akibatnya, numpang deh di pesantren. Enak juga karena di sela-sela istirahat syuting aku bisa mendalami al-Qur'an. Aku juga bisa lebih dalam lagi belajar tentang Islam bersama kiai di pesantren itu," ujar Meyda.
Mahasiswi teknik lingkungan Itenas ini mengaku senang bisa ikut mengembangkan kemampuan akting di KCB. | | ...selengkapnya | |
|
| |
| |