| | | INFORMASI | | | SEJARAH PERUSAHAAN |
Tentang Suara Karya
Edisi pertama Harian Umum Suara Karya terbit tanggal 11 Maret 1971. Selama 39 tahun lebih berkiprah sebagai media informasi, perkembangan Suara Karya mengalami pasang surut. Penyempurnaan isi, rubrik dan perubahan perwajahan halaman telah dilakukan beberapa kali. Namun, semua perubahan itu tetap mengacu pada visi untuk mencerdaskan dan memberi pencerahan kepada masyarakat.
Gagasan penerbitan surat kabar ini berasal dari sekumpulan kader Golkar yang memiliki dorongan untuk membuat harian umum dengan misi demi menyukseskan pembangunan nasional. Mereka mengadakan pertemuan, bertukar pikiran, ngomong-ngomong soal iklan, fasilitas percetakan, langganan kantor berita, dan hal-hal lain yang terkait dengan persuratkabaran, sampai akhirnya menyepakati penerbitan sebuah harian bernama Suara Karya.
Terbitan pertama Suara Karya lebih bersifat perkenalan dan sederhana. Isinya praktis lebih banyak bersifat berita-berita laporan, tanpa berita-berita eksklusif, wawancara mendalam atau liputan khusus. Tajuk pertama harian ini menjelaskan misi khusus memerjuangkan bangsa Indonesia dalam meraih cita-cita membangun bangsa sesuai motto Suara Karya ketika itu, yakni "Suara Rakyat Membangun".
Ini pemberitaan Suara Karya diharapkan dapat menggerakkan dan menggairahkan masyarakat untuk membangun, membuat masyarakat mencintai kerja, dan mengejar prestasi kerja, serta membuat masyarakat lebih demokratis dan terbuka, tanpa hambatan kepentingan sempit kelompok atau golongan. Sejak awal, penerbitan Suara Karya diarahkan untuk mendorong masyarakat melaksanakan praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sesuai Pancasila dan UUD'45.
Seiring dengan perubahan di era reformasi, Suara Karya melakukan perubahan paradigma dalam pemberitaan. Perubahan itu terutama dalam penyajian informasi selalu diupayakan seaktual mungkin, faktual, disajikan secara kritis, obyektif proporsional dan independen. Lewat paradigma itu, Suara Karya diharapkan tetap menjadi terdepan dalam upaya mencerdaskan dan pencerahan bangsa, sejalan dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan RI.
Misi Suara Karya ke depan adalah menjadikan surat kabar ini sebagai bacaan dan referensi yang diperlukan oleh para pengambil keputusan di lingkungan pemerintahan, para politisi, kalangan profesional, pengelola BUMN, pimpinan daerah, tokoh-tokoh masyarakat, mahasiswa, dan masyarakat menengah ke atas.
Visi dan misi itu diimplementasikan dalam kebijakan pemberitaan Suara Karya yang akurat, tepat waktu, dan tidak bias. Sebagai harian yang memiliki hubungan historis dan emosional dengan Partai Golkar, informasi yang disajikan tidak semata hanya untuk anggota-anggota atau pendukung Golkar. Surat kabar ini mengetengahkan informasi-informasi dengan kemasan sedemikian rupa untuk semua elemen masyarakat, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan.
Fokus liputan Suara Karya diarahkan pada bidang politik, hukum dan keamanan, serta ekonomi dan bisnis. Namun, surat kabar ini juga memberikan perhatian pada berita-berita nusantara, metropolitan, mancanegara, keuangan dan pasar modal, olah raga, hiburan, kriminalitas, dan masalah-masalah sosial kemasyarakatan, khususnya pendidikan dan kesehatan.
Selama 38 tahun lebih melayani pembacanya, eksistensi Suara Karya semakin diakui. Dalam sejarahnya, harian ini bahkan selalu menjadi barometer bagi persuratkabaran nasional.
o o O o o
| | LATAR BELAKANG PERUSAHAAN |
Sumbangsih Kemajuan Bangsa
Ketika televisi nasional menyita banyak perhatian publik media pada 1990-an, sejumlah kalangan mulai bertanya-tanya, masih adakah masa depan bagi media cetak? Faktanya, memasuki era reformasi tahun 1998, berbagai media cetak justru tumbuh subur kendati banyak di antaranya akhirnya kembang kempis atau gulung tikar.
Di antara media cetak yang mampu bertahan terus, -- terbukti hal itu disebabkan oleh kemampuan mereka -- mengembangkan diri dengan kemasan beraneka ragam sesuai kekhasan masing-masing. Hampir sebagian besar bahkan sengaja mengepakkan sayap dengan membuka website atau situs khusus media yang bersangkutan di internet. Suara Karya juga membuka jaringan di internet lewat http://www.suarakarya-online.com untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang kian marak.
Dalam situasi persaingan bisnis media yang makin ketat, di tengah era kebebasan pers yang semakin terbuka, awak Suara Karya benar-benar menghadapi ujian yang cukup berat. Dengan mempertahankan jaminan keakuratan isi dan pemberitaan yang bisa dipertanggungjawabkan, Suara Karya terbukti mampu bertahan.
Melalui diskusi dan perdebatan panjang dalam beberapa kali masa penggantian pimpinan, Suara Karya melakukan perubahan visi dan misi dengan strategi lebih menajamkan pangsa pasar atau segmen pembaca, pembangunan SDM dan penambahan sarana. Reformasi internal mengarahkan harian ini ke segmen yang lebih fokus dan tajam dengan mengutamakan tiga bidang pokok, politik dan keamanan, hukum serta ekonomi, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM).
Di samping itu, harian ini memberikan perhatian pula terhadap masalah-masalah nusantara, metropolitan, mancanegara, keuangan dan pasar modal, kesra, olah raga, serta hiburan dengan dilengkapi rubrik khusus, fokus, analisis dan opini. Harian ini juga konsern menghargai sosok yang cukup kualified lewat rubrik Tokoh, di samping menampilkan rubrik Senggang (untuk sosok-sosok muda berprestasi). Tak lupa, harian ini aktif melontarkan kritikan dan sentilan-sentilan lewat rubrik Om Karyo.
Tekanan isi Harian Suara Karya diarahkan pada semangat keterbukaan, demokratisasi, tranparansi, penghormatan HAM dan supremasi hukum. Hal itu sesuai motto harian ini, Kritis, Obyektif, Proporsional, dan Independen. Karena itu, Suara Karya memilih mitra sumber beritanya terdiri atas para tokoh kritis-kondusif, baik dari kalangan partai-partai, politisi, pejabat pemerintah, kalangan akademisi, tokoh-tokoh masyarakat, dan kalangan masyarakat luar yang memiliki pemikiran dan gagasan progresif.
Harian ini membuka peluang sebagai ajang perdebatan gagasan secara kritis, obyektif, proporsional dan independen. Dengan kebijakan redaksional seperti itu, harian ini diharapkan mampu menjadi referensi bagi pembaca atau masyarakat atas suatu wacana yang sedang berkembang. Dengan idealisme dan paradigma pemberitaan seperti itulah diharapkan Harian Suara Karya dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan dan upaya-upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur sejahtera selaras dengan cita-cita proklamasi.
o o O o o
|
|
|