Guyonan Pagi: Cerita Perkawainan dan Usir Maling

Selasa, 26 Mei 2009
Selasa, 26 Mei 2009

JAKARTA (Suara Karya): Berikut ini ada beberapa kumpulan cerita atau pendapat sekitar perkawinan.

+-Kamu punya dua pilihan dalam hidupmu: Hidup single saja dan menderita sepanjang hidup atau menikah dan kemudian berharap kamu mati saja.

+-Seorang gadis memasang iklan di koran nasional yang berjudul "Dicari Seorang Suami". Esok harinya ia mendapatkan kurang lebih 100 surat yang berbunyi sama "Ambil aja punyaku...

+-Seorang penasihat pernikahan memberikan nasihat jitu: Ketika seorang wanita mencuri suamimu, tidak ada pembalasan yang terbaik dan termanis kecuali membiarkannya memilikinya....

+-Seorang anak bertanya, "Yah, berapa biaya untuk menikahi seorang wanita?" "Well, anakku, ayah tidak tahu jumlah pastinya.... karena sampai sekarang ayah masih membayar..."

+-"Benarkah di benua lain, seorang pria menikahi gadis tanpa mengenal calonnya itu?" tanya seorang anak lagi. Jawab si ayah, "Ah tidak. Itu terjadi di semua benua sayangku...."

+-Pria I: "Istriku seorang malaikat!"

Pria II: "Sungguh beruntung bung, istriku sih masih hidup."

+-Doa seorang wanita: "Tuhanku berikan aku kebijaksanaan untuk mengerti pria untuk mencintai dan memaafkan dan bersabar terhadap tingkahnya. Karena Tuhan, kalau aku meminta kekuatan..... aku bisa memukulinya sampai mati...."

****

Budi datang ke paranormal karena rumahnya sering disatroni maling. "Mbah tolong aku diberi aji-aji supaya rumahku tidak disatroni maling terus," pintanya.

"Baiklah. Aku punya mantera yang bisa mengusir maling dengan cepat," kata paranormal itu.

Kemudian paranormal itu berujar agar tiap malam harus bangun dan mengucapkan mantera: "Kamu datang aku tahu" ucapkan 3 kali, "Kamu ngintip aku tahu" ucapkan 3 kali, dan "Kamu lari aku tahu" ucapkan 3 kali.

Suatu malam dia terbangun lalu mengucapkan mantera "Kamu datang aku tahu." Kebetulan ada maling ingin menyatroni rumahnya.

Mendengar ucapan pemilik rumah maling itu berpikir: "Lho, tuan rumah ini sangat pandai, buktinya aku datang dia tahu".

Kemudian maling tersebut mengintip dan terdengar suara dari dalam: "Kamu ngintip aku tahu".

"Lho, orang ini pandai sekali. Aku ngintip dia juga tahu," kata maling dalam hati.

Akhirnya maling tersebut lari. Tapi dari dalam rumah masih terdengar: "Kamu lari aku tahu", maka maling itu menambah kecepatan larinya, tunggang-langgang dan terbirit-birit. (*/Adi)



Guyonan Pagi: Tidak Berubah dan Makan Bayi

Senin, 25 Mei 2009
Senin, 25 Mei 2009

JAKARTA (Suara Karya): Saat masih bayi, orangtua Antok mengabadikan foto bayi Antok di album foto. Saat Antok masih anak-anak, bapak ibunya sering menunjukkan foto bayinya kepada saudara dan teman-teman mainnya.

Ketika Antok remaja, dipasangnya foto bayinya di komputer milik mereka sekeluarga.

Menjelang dewasa, teman-teman Antok mulai berkeluarga dan punya anak, tetapi Antok belum berkeluarga. Jadi, ketika ada reuni, mereka melihat foto bayi di komputernya lalu mereka bertanya, "Anakmu ya? Imut banget..."

Antok menjawab: "Bukan! Itu fotoku waktu bayi!"

Tahun berganti tahun, Antok mulai tua. Namun ia masih juga belum berkeluarga. Ketika ada reuni lagi, seorang teman lamanya bertanya, "Lho, ini foto cucunya ya... wah lucu sekali..."

"Bukaann!!! Ini fotoku waktu bayi...!!" jawab Antok kesal.

****

Noni yang sedang sakit perut akibat rakus makan rujak yang sebagian buah-buahannya sudah busuk dan berulat, antre obat di apotik. Kebetulan duduknya bersebelahan dengan seorang ibu gendut.

Noni: "Wah ibu perutnya besar sekali, cobalah olahraga dan diet supaya langsing kayak aku, nih," katanya sambil menggoyangkan pinggulnya.

Si ibu: "Halah, perutku ini isinya bayi..."

Noni: "Hah?! Sadarlah bu, sadar...! Ibu bisa dipenjara karena memakan bayi. Eh.. tapi omong-omong daging bayi enak ga?"

Si ibu: "Dasar cewek goblok." (*/Adi)




Home |  Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Opini |  About Us