UKRAINA Yanukovych Klaim Menangi Pemilu Presiden
Selasa, 9 Februari 2010
KIEV (Suara Karya): Pemimpin oposisi pro Rusia Viktor Yanukovych mendeklarasikan kemenangannya dalam pemilu kepresidenan putaran kedua di Ukraina.
Namun pesaingnya menolak kemenangan tersebut karena masih terlalu dini.
Hasil sementara menunjukkan Yanukovych-pemimpin demo besar-besaran di Ukraina pada Revolusi Oranye 2004-hanya menang tipis dengan kandidat lawan dalam pemilu yang digelar Minggu kemarin dengan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko, tokoh kunci dari kalangan pro-demokrat.
Komisi Pemilu Pusat Ukraina mengumumkan bahwa suara yang diperoleh Yanukovych sebesar 48,6 persen atau berselisih tipis dengan Tymoshenko sebesar 45,8 persen dari 87,31 persen suara yang telah dihitung, Senin.
Jika hasil suara tetap maka kemenangan Yanukovych bisa membawa perubahan besar pada pengaruh Moskwa pada negara ini dan bisa menjembatani hubungannya dengan Barat sekaligus menutup babak sejarah politik negara yang telah dibentuk oleh para pemrotes Oranye.
Hasil sementara menunjukkan hampir sebagian besar rakyat Ukraina mendukung rencana politik dan ekonomi yang telah dicanangkan oleh Revolusi Oranye 2004, tapi banyak yang kecewa dengan kegagalan pemimpin mereka untuk merealisasikan reformasi yang dijanjikan.
"Mulai saat ini, jalan baru sudah terbuka bagi Ukraina, saya bertekad untuk membawa negeri ini memasuki perubahan baru," kata Yanukovych, Minggu.
Tiga hasil penghitungan sementara menunjukkan kemenangan Yanukovych hanya beda tipis dengan Tymoshenko, yang menyebutkan bahwa hasil penghitungan sementara di tiga tempat itu belum bisa dijadikan patokan kemenangan karena masih banyak kotak suara yang belum selesai dihitung. "Terlalu cepat untuk menyatakan kemenangan itu," katanya sambil mengajak para pendukungnya untuk menjaga proses penghitungan suara.
Komisi Pemilu menyatakan piplres Ukraina diikuti oleh 37 juta pemilih atau sekitar 70 persen dari penduduk negeri tersebut dan angka ini lebih tinggi 3,2 persen dari pemilu putaran pertama 17 Januari lalu, di mana 18 kandidat bersaing memperebutkan kursi kepresidenan.
Hasil penghitungan awal menunjukkan hasil tak terduga di wilayah timur Ukraina (yang berbahasa Rusia) yang banyak mendukung Yanukovych ketimbang di wilayah barat (yang berbahasa ukraina) yang banyak mendukung Tymoshenko.
Protes Telanjang
Sebelumnya, dengan bertelanjang dada, empat wanita muda-yang seluruhnya adalah mahasiswi prodemokrasi-memrotes dimulainya pemungutan suara dalam pemilihan Presiden Ukraina.
Mereka hanya menutup dadanya dengan selembar pita berusaha menyerobot masuk ke tempat pemungutan suara pada Minggu siang waktu setempat dan melancarkan protes tepat sebelum Yanukovych memberikan suaranya.
Ke-4 perempuan itu, anggota kelompok kecil feminis yang disebut Femen dan dikenal karena melancarkan protes dengan cara dan gaya yang selalu menarik perhatian, digiring ke luar tempat pemungutan suara di Kiev oleh penjaga keamanan sebelum Viktor Yanikovich muncul untuk memberi suara.
"Cukup sudah kalian memperkosa demokrasi kami!" demikian teriakan pemrotes itu, sambil mengacung-acungkan tulisan "Tolong! Perkosaan!" Mereka hanya memakai celana jeans dan aksi mereka cukup menarik perhatian sejumlah warga yang hendak memberikan suaranya. (AP/Ant/Adi/Ningsih)
|
|