KOTA BEKASI Bocah 2,6 Tahun Meninggal akibat Flu Burung
Kamis, 20 Juni 2013
BEKASI (Suara Karya): Pemerintah Kota Bekasi Jawa Barat memastikan peristiwa meninggalnya Respati Bagas Prasetyo (2,6), warga Perumahan BTN Masnaga, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, akibat terjangkit virus flu burung atau H5N1.
"Ternyata hasil observasi dokter dan tindak lanjut perawatan di rumah sakit menyebutkan Bagas positif terjangkit flu burung," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai mengunjungi rumah duka, Rabu.
Menurut dia, peristiwa meninggalnya Bagas pada Rabu (19/6) pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Persahabatan merupakan penemuan kasus flu burung yang pertama kalinya terjadi di wilayah setempat.
"Kasus Bagas adalah yang pertama kalinya kita ketahui terjadi di Kota Bekasi, karena disampaikan secara resmi melalui hasil penelitian dan pengembangan (litbang) Kementerian Kesehatan," katanya.
Dikatakan Rahmat, kasus itu akan menjadi fokus utama penanganan pihaknya melalui instansi terkait guna menghindari terjadinya wabah.
"Kita tahu, dampak dari virus ini sangat luar biasa. Tim kami perlu evaluasi, jangan sampai kejadian ini dikategorikan luar biasa," katanya.
Sementara itu, ayah korban, Respati Seno Putro, mengaku telah berusaha keras memulihkan kembali kesehatan putranya. "Penyakit Bagas kami ketahui pada Sabtu (15/6). Tubuhnya demam dan sesak napas, sehingga kami bawa ke RS Hermina Galaxy, Bekasi Selatan," tuturnya.
Namun, dokter di rumah sakit itu merujuk Bagas ke RS Hermina Kemakmuran, Bekasi Selatan, karena mengalami kesulitan mendeteksi penyakit yang diderita pasien.
"Pada Senin (17/6) diketahui, Bagas terindikasi flu burung dan kembali dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, pada pagi tadi," katanya.
Pemkot Bekasi sendiri akan melakukan sterilisasi virus H5N1 atau flu burung di Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, pascameninggalnya Bagas akibat virus mematikan tersebut.
"Upaya ini merupakan respons kami atas meninggalnya Bagas Prasetyo akibat flu burung untuk yang pertama kalinya di Kota Bekasi," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi.
Menurut Rahmat, lokasi yang akan menjadi fokus sterilisasi adalah kawasan yang diduga menjadi sumber munculnya virus flu burung yang menyebabkan meninggalnya Bagas.
Lokasi itu di antaranya kediaman keluarga pasien di Perumahan BTN Masnaga, Jalan Bondol Blok C 13 RT 003/004, Jakamulya, Bekasi Selatan.
Menurut Rahmat, dugaan sementara virus itu dibawa oleh ayam potong yang dibeli ibu korban, Emmy Diah Susanti, dari Pasar Jamblang yang berlokasi sekitar 3 kilometer dari rumahnya.
"Menurut keterangan keluarga, sebelum Bagas sakit pada Sabtu (15/6), dia sempat mengonsumsi ayam yang dibeli ibunya dari Pasar Jamblang," katanya.
Menurut dia, Pasar Jamblang juga menjadi lokasi yang masuk dalam daftar sterilisasi oleh instansi terkait dalam waktu dekat.
"Pasar akan kami sterilkan dengan melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan. Bahkan, pasar-pasar yang menjadi pemasok kebutuhan pokok di sana akan kami cek lagi," katanya.
Rahmat mengaku telah menginstruksikan kepada aparatur Dinas Kesehatan dan Bagian Kesehatan Veteriner (Kesmavet) setempat untuk menjadikan kasus Bagas sebagai fokus penanganan utama.
Paman korban, Tri Wahyono, mengatakan, gejala awal Bagas terserang penyakit tersebut terjadi pada Sabtu (15/6) saat putra dari pasangan Respati Seno Putro dan Emmy Diah Susanti itu mengalami demam dan sesak napas.
"Keluarga pun membawa Bagas ke RS Hermina Galaxy, Bekasi Selatan. Namun, pihak rumah sakit setempat merujuk Bagas ke RS Hermina Kemakmuran, Bekasi Selatan, Senin (17/6)," katanya.
Dari hasil analisis kedokteran Hermina Kemakmuran, tubuh Bagas terindikasi terjangkit flu burung, sehingga tim medis akhirnya merujuk Bagas ke RS Persahabatan, Rabu (19/6). Di rumah sakit itulah akhirnya Bagas meninggal dunia. (Ant/Dwi Putro AA)
|
|