Kamis, 9 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
otomotif 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Tata Nano Laku Keras
Iran Buat Mobil Khusus Wanita
Hyundai Produksi Mobil Murah
VW Umumkan Harga Baru Kodok
Lima Mobil Termahal di Dunia
Honda Sukses Jual 1.731 Mobil di IIMS 2008
Cara Irit BBM pada Motor
India Sukses Bikin Mobil
Toyota Yaris Gabungan Racing Dan Elegant
BMW dan Ferrari Bikin Mobil di India
Inilah Mobil Irit BBM, Silakan Pilih
VW Rilis New Polo GT-Rocket
arsip  
 
 
Tata Nano Laku Keras

Selasa, 5 Mei 2009

MUMBAI (Suara Karya): Seperti yang diperkirakan sebelumnya, peminat mobil murah sedunia Tata Nano di India membludak. Hingga 25 April 2009 saja, Tata Nano sudah dipesan oleh lebih dari 200.000 orang di India.

Dengan harga dasar sekitar 100.000 rupee atau Rp 21 juta ditambah pajak, Tata Motors (produsen Nano) sudah mengantongi dana sebesar 25 miliar rupee dari pemesanan 200.000 mobil.

"Pemesanan mobil mencapai 2 kali dari jumlah yang kami alokasikan," demikian pernyataan dari Tata Motors seperti dikutip AFP, Selasa (5/5).

Berhubung produksi yang masih terbatas, Tata Nano hanya bisa mengirimkan 100.000 unit mobil kepada pemesannya. Yang beruntung memperoleh Nano pertama kali akan diundi terlebih dulu oleh komputer.

Mobil yang memiliki 4 pintu dan berkapasitas 5 penumpang ini, akan mulai beraksi di jalanan India pada bulan Juli mendatang. Sekilas bentuknya mirip Karimun model baru (bukan kotak) di Indonesia.

Chairman Tata Motors Ratan Tata sebelumnya mengatakan dia ingin menciptakan mobil yang aman, murah, tahan segala cuaca untuk keluarga India. Dia mewujudkan hal itu dalam mobil mungil Tata Nano.

Di Indonesia --jika masuk ke Indonesia-- Tata Nano paling murah harga jualnya mencapai Rp 45 juta atau Rp 50 juta per unit.

Menurut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi, untuk memasukkan mobil ke Indonesia bakal kena sejumlah pos pajak dan bea masuk.

Pertama bea masuk yang nilainya mencapai 45 persen, kemudian PPN sebesar 10 persen, PPh impor sebesar 2,5 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM (pajak penjualan barang mewah) dengan ukuran kapasitas mesin sekitar 600 cc, Nano bakal dikenai PPnBM sekitar 10 persen.

Itu dari sisi perpajakannya saja, kemudian ditambah lagi handling cost untuk membawa Nano dari India ke Indonesia, biaya distribusi, keuntungan untuk dealer.

"Jadi kalau dihitung, paling sedikit Rp 45 juta sampai Rp 50 juta," ujarnya. (AFP/Adi)


Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i