Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Ekonomi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DEFISIT NERACA PERDAGANGAN
Pemerintah Tingkatkan Ekspor Migas
MENKO PEREKONOMIAN
Pengurangan Subsidi
Tidak Otomatis Naikan TDL
INDUSTRI RANCANG BANGUN
Rekind Garap Sejumlah Proyek EPC
PERKEBUNAN/INDUSTRI SAWIT
Moratorium Hutan
Hambat Pengentasan Kemiskinan
Kilas Ekonomi
Dampak Konflik RI-Malaysia terhadap Sumut
KINERJA JAMSOSTEK
Komisaris-Direksi Dilarang Terima Hadiah
JALUR MUDIK
Pemerintah Jamin Pelayanan Lebih Baik
KEBUTUHAN POKOK
Lonjakan Harga Beras
Lampaui Kewajaran
PASAR MURAH MINYAK GORENG
Produsen Tidak Mau Ikut OP
LAPORAN BPS
Pertama Kali, Neraca Perdagangan Defisit
@ Impor Barang Sebagian Besar dari China
MANFAAT JAMINAN SOSIAL
Jamsostek Kanwil III
Intensifkan Herregistrasi
Kilas Ekonomi
Wacana Zakat Jadi Bagian dari Pajak
arsip  
AKSI KORPORASI
CSR, Jadi Perhatian Emiten
arsip  
 
 
HARGA BBM
Golkar Minta Segera Dinaikkan


Rabu, 31 Agustus 2005
JAKARTA (Suara Karya): Partai Golkar mendesak pemerintah agar segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Itu dipandang relevan dan urgen guna menghindari kebangkrutan keuangan negara akibat terus naiknya harga minyak dunia.

"Memang, kenaikan harga BBM merupakan pilihan yang amat sulit dan pahit. Tetapi saat ini tidak ada pilihan lain. Jika harga BBM tidak dinaikkan, cadangan devisa negara bisa kian terkuras," ujar Ketua Korbid Ekonomi & UKM DPP Partai Golkar Tadjuddin Noer Said dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. Tadjuddin didampingi Ketua Korbid ESDM Partai Golkar Enggartiasto Lukito, Ketua Komisi VII DPR-RI Agusman Effendy, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR-RI Hafiz Zawawi, dan anggota Panitia Anggaran DPR-RI Syamsul Bachri.

Menurut Tadjuddin, kenaikan harga BBM tidak terelakkan lagi mengingat beratnya beban keuangan yang harus ditanggung pemerintah, sementara cadangan devisa terus menurun. "Untuk menyelamatkan keuangan negara, pemerintah perlu mempercepat kenaikan harga BBM. Kenaikan lebih cepat lebih baik," katanya.

Partai Golkar, menurut Tadjuddin, melihat kondisi keuangan negara saat ini di ambang kebangkrutan akibat tersedot untuk subsidi BBM. Pemerintah melalui Pertamina harus mengeluarkan 1,5 miliar dolar AS untuk impor BBM.

Menurut Enggartiasto, kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan besaran subsidi BBM dalam APBN meningkat drastis. Untuk setiap kenaikan minyak satu dolar AS per barel, katanya, kebutuhan subsidi bertambah sekitar Rp 4 triliun -- berdasar asumsi kurs Rp 9.700 per dolar AS. (Indra)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i