HARGA BBM Golkar Minta Segera Dinaikkan
Rabu, 31 Agustus 2005
JAKARTA (Suara Karya): Partai Golkar mendesak pemerintah agar segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Itu dipandang relevan dan urgen guna menghindari kebangkrutan keuangan negara akibat terus naiknya harga minyak dunia.
"Memang, kenaikan harga BBM merupakan pilihan yang amat sulit dan pahit. Tetapi saat ini tidak ada pilihan lain. Jika harga BBM tidak dinaikkan, cadangan devisa negara bisa kian terkuras," ujar Ketua Korbid Ekonomi & UKM DPP Partai Golkar Tadjuddin Noer Said dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. Tadjuddin didampingi Ketua Korbid ESDM Partai Golkar Enggartiasto Lukito, Ketua Komisi VII DPR-RI Agusman Effendy, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR-RI Hafiz Zawawi, dan anggota Panitia Anggaran DPR-RI Syamsul Bachri.
Menurut Tadjuddin, kenaikan harga BBM tidak terelakkan lagi mengingat beratnya beban keuangan yang harus ditanggung pemerintah, sementara cadangan devisa terus menurun. "Untuk menyelamatkan keuangan negara, pemerintah perlu mempercepat kenaikan harga BBM. Kenaikan lebih cepat lebih baik," katanya.
Partai Golkar, menurut Tadjuddin, melihat kondisi keuangan negara saat ini di ambang kebangkrutan akibat tersedot untuk subsidi BBM. Pemerintah melalui Pertamina harus mengeluarkan 1,5 miliar dolar AS untuk impor BBM.
Menurut Enggartiasto, kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan besaran subsidi BBM dalam APBN meningkat drastis. Untuk setiap kenaikan minyak satu dolar AS per barel, katanya, kebutuhan subsidi bertambah sekitar Rp 4 triliun -- berdasar asumsi kurs Rp 9.700 per dolar AS. (Indra)
|
|