Diplomatik Indonesia Teruskan Perundingan Soal Ambalat
Sabtu, 1 Oktober 2005
JAKARTA (Suara Karya): Indonesia dalam waktu dekat akan meneruskan perundingan dengan dua tetangganya, masing-masing dengan Singapura --mengenai perjanjian ektradisi-- dan Malaysia --tentang batas maritim kedua negara, termasuk pada Blok Ambalat di Laut Sulawesi.
Juru Bicara Deplu-RI, Yuri Oktavian Thamrin, di Jakarta, Jumat, mengatakan, perundingan selanjutnya dengan Singapura dan Malaysia akan berlangsung di Indonesia, namun belum ditentukan di kota mana.
Dengan Singapura, tim teknis kedua negara akan bertemu pada Oktober 2005, sedangkan tim teknis Indonesia-Malaysia kembali akan bertemu pada Desember 2005.
Pertemuan tim perunding Indonesia-Singapura pada Oktober nanti akan merupakan ke-enam kalinya, setelah sebelumnya berlangsung pada 17-18 Januari 2005 di Singapura, 12-13 April 2005 di Yogyakarta, 15-16 Agustus di Singapura, 31 Agustus-1 September di Yogyakarta, dan yang terakhir, pada 12-13 September 2005 di Singapura.
"Pada dua pertemuan terakhir, pembicaraan sudah lebih konkret. Pasal demi pasal sudah dapat disepakati dan kedua negara juga sepakat untuk sesegera mungkin menuntaskannya," kata Yuri seperti dikutip Antara.
Namun ia belum dapat memastikan kapan perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura sudah dapat ditandatangani. "(Tim teknis) kedua negara masih harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu," kata Yuri. Sementara itu, pembicaraan mengenai Blok Ambalat dan batas maritim RI-Malaysia pada Desember nanti akan merupakan yang ke lima kalinya.
Sebelumnya, tim teknis kedua negara bertemu pertama kali di Bali pada 22-23 Maret 2005, dilanjutkan di Langkawi pada 25-26 Mei, di Yogyakarta 25-26 Juli dan yang ke empat dan baru saja berakhir yaitu di Johor Baru pada 27-28 September 2005. "Sejak (pertemuan) di Yogyakarta, kedua negara sepakat membahas masalah batas maritim berdasarkan UNCLOS 1982," kata Yuri. (M Kardeni)
|
|