Selasa, 9 Februari 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Alternatif 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Testosteron dan Olahraga
Mitos Mengenali Seks
Sebelum Bertanding
Terapi Hipnotis
Alternatif Pemecahan Kehidupan
Seksual yang Bermasalah
REZA GUNAWAN
Sembuhkan Penyakit
Lewat Kekuatan Jiwa
WELNALDI
Awet Muda lewat Totok Energi
SUMARSONO WURYADI
Terapi Warna untuk
Keseimbangan Tubuh
JULIANA TJANDRA
Akupunktur untuk Rambut Rontok
ZUNAIDI
Terapi Atasi Gangguan Reproduksi
DARWIN KIRO
Sembuhkan Diabetes Secara Total
lewat Ramuan "Mediabetea"
BODY MEDITASI
Optimalkan Potensi Diri
ERBE SENTANU
Hilangkan Stress dengan
Terapi Gelombang Otak
Blush
Terapi Pijat Thailand
ROEMAH OBAT ALAMI
Pusat Pengobatan Herbal dan Prana
arsip  
Testosteron dan Olahraga
Mitos Mengenali Seks
Sebelum Bertanding
Terapi Hipnotis
Alternatif Pemecahan Kehidupan
Seksual yang Bermasalah
REZA GUNAWAN
Sembuhkan Penyakit
Lewat Kekuatan Jiwa
WELNALDI
Awet Muda lewat Totok Energi
SUMARSONO WURYADI
Terapi Warna untuk
Keseimbangan Tubuh
JULIANA TJANDRA
Akupunktur untuk Rambut Rontok
arsip  
 
 
Bambang Irawan
Dzikir dan Doa sebagai
Cahaya Penyembuh


Minggu, 20 November 2005
Mengobati penyakit tak selamanya memakai cara medis nan modern. Jika pihak medis sudah angkat tangan, cara non-medis bisa dijadikan alternatif. Apalagi jika pengobatan langsung meminta kuasa Tuhan dalam proses penyembuhannya.

Mengobati penyakit dengan obat atau berobat ke dokter memang soluisi yang tepat. Tapi jika penyakit tak kunjung sembuh, tak perlu kecil hati. Kini Dengan metode llahiah Nur-Syifa, aneka penyakit bisa disembuhkan.

Apa sih metodenya? Menurut pendiri terapi Nur Syifa, HM Bambang Irawan S-- jebolan Fakultas Elektro Lembaga Teknik Indonesia (LTI) adalah terapi dengan menggunakan kekuatan dzikir dan doa.

Terapi alternatif itu, kata Bambang Irawab, bermula dari ketidakpercayaannya pada hal-hal gaib dan yang tak bisa dijelaskan secara rasional. Bambang sempat menyangsikan kehebatan doa untuk mengobati penyakit. "Mungkin karena dari kuliah saya sudah bergelut pada hal yang material, maka untuk hal yang tidak bisa dijelaskan secara akal sehat bisa dibilang sulit dipercaya. Walaupun pada dasarnya saya sangat percaya pada Tuhan," tutur Bambang membuka kisahnya.

Suatu kali Bambang menyaksikan seorang kerabat kesurupan. Dalam kesurupannya sang kerabat mampu berkata-kata dalam bahasa Arab. Bambang pun tertarik menjembatani antara dunia nyata dan gaib. Maka sejak tahun 1982 bapak 3 orang anak itupun mulai akrab dengan ritual yang bisa mendekatkan dirinya pada Tuhan. Lewat tafakur (mendekatkan diri pada Tuhan) seperti sholat tahajud, dzikir dan doa.

Saat-saat itulah ia sering didatangi sinar putih. "Awalnya saya sungguh takut, kaget dan merasakan aneh tapi hati saya menjadi tenang," ujarnya.

Sejak itulah Bambang semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Sehingga sinar putih itu semakin sering datang, dan ajaibnya seakan ia mendapat bisikan kalau ia sekarang punya kekuatan menyembuhkan.

Kali pertama mengobati, Bambang mengakui dengan memanggil sinar putih dan langsung dibacakan Astagfirulloh, La Illaha Ilalloh serta Surat Alfatihah masing-masing 100 kali. Ajaib, derita migren yang sudah beberapa tahun di derita seorang temannya itu lambat laun sembuh. Padahal, hanya dilakukan dalam satu kali pengobatan.

Berhasil menyembuhkan temannya itu, kemampuan Bambang langsung tersiar dari mulut ke mulut. Namun mengingat kesibukannya sebagai pengusaha alat-alat telekomunikasi yang menyita waktu, diapun tidak bisa membantu sepenuhnya.

Setelah satu orang, beberapa pasien yang datang pun diobatinya. Ada yang ringan seperti darah tinggi hingga yang berat seperti kanker payudara, lumpuh, maupun stroke, berhasil disembuhkan. Sampai-sampai orang mengantri untuk minta pertolongan Bambang. Karena banyaknya pasien, pada tahun 1984, ia memutuskan berkonsentrasi penuh pada pengobatan. Bambang bahkan membuka pengobatan secara modem dengan layanan internet.

Metode pengobatan di Nur-Syifa cukup mudah. Cukup dengan membaca doa saja. Tak heran, melongok lokasi pengobatan Nur-Syifa di Jalan Gang Tembok No 26, Kalipasir Menteng Raya, Jakarta Pusat, terlihat puluhan orang yang begitu khusuk melafalkan 3 kalimat suci. Suasana di ruangan sangat hikmat dan tenang,

"Metode yang saya terapkan tergolong sederhana, hanya membaca kalimat suci seperti istighfar Astagfirullah, La Illaha Ilalloh dan surat Alfatihah masing-masing 100 kali, setelah itu Nursyifa itu datang," katanya.

Tanda cahaya itu datang, tambah Bambang, bila ia mulai melakukan gerak refleks menempelkan tangannya pada punggung pasien. Melalui 'sentuhan' tersebutlah Bambang akan mengalirkan cahaya putih ke tubuh orang yang bekerja untuk melancarkan peredaran darah. Setelah itu, pasien diminta untuk juga membaca ke-3 kalimat tersebut minimal masingmasing 100 kali.

Agar penyembuhan berjalan cepat, selain dengan bacaan, Bambangpun memberikan tambahan penyembuhan dengan obat. Obatnya berupa air zamzam, madu dan jamu. "Jamu yang saya berikan adalah ramuan yang bisa dibeli secara bebas yang kemudian dicampur dengan madu."

Jenis jamu disesuaikan dengan penyakitnya berdasarkan keluhan yang disampaikan pasien. Sedang yang bertugas untuk memilihkan jamu adalah sang istri, Hj Retno Dewi yang belajar meracik jamu secara otodidak, melalui buku dan pengalaman. Air zam-zam sendiri diberikan hanya pada hari Minggu, mengingat yang datang pada hari itu adalah pasien baru dan jumlahnya lebih banyak.

"Penyakit yang bisa disembuhkan beragam. Mulai dari yang ringan hingga berat, Insya Allah bisa diatasi," kata Bambang. Bahkan, Bambang mengklaim bila metode pengobatan alternatifnya adalah satu-satunya di dunia yang bisa menyembuhkan penyakit down syndrome, tumor, stroke hingga yang tergolong ringan seperti sering sakit kepala.

Dzikir yang diterapkan minimal 100 kali tapi semua berpulang pada penyakitnya. Semakin parah penyakut itu maka upaya yang dilakukan harus sebanyak-banyaknya. Terapi juga tak memakan waktu lama kok, hanya 15-20 menit saja.

Namuan jika penyakit si pasiei tergolong berat, biasanya terapi dilakukan hingga 30 menit tergantung bacaannya tersebut. Saking cepatnya, jangan heran jika dalam sehari pasien bisa 3 kali melakukan terapi. Berapa kali terapi sampai sen buh.

"Itu tergantung. Seperti down syndrome wajib terapi hingga 184 kali. Stroke juga demikian, bisa mencapai 180-an kali, tergantung kembali pada kadar ringan beratnya," tegas Bambang.

Adakah pantangannya? Bambang mengemukakan, selama proses terapi semua boleh dilakukan kecuali minum kopi. Menurutnya, kopi dari sudut kesehatan tidak baik. Sedangkan dari sudut spiritual, kopi merupakan minuman kegemaran para setan. sehingga secara langsung jika masih tetap mengkonsumsi sama saja mengundang makhluk jahat itu.

Yang terpenting tegas Bambang adalah keyakinan diri untuk sembuh dengan bantuan kuasa Tuhan, karena jika fondasi ini tidak terbangun meski sudah puluhan kali ikut terapi hasilnya bisa nihil. Biaya yang dikeluarkan untuk sekali terapi termasuk jamu adalah Rp 30.000. (Tri Wahyuni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i