Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Alternatif 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Testosteron dan Olahraga
Mitos Mengenali Seks
Sebelum Bertanding
Terapi Hipnotis
Alternatif Pemecahan Kehidupan
Seksual yang Bermasalah
REZA GUNAWAN
Sembuhkan Penyakit
Lewat Kekuatan Jiwa
WELNALDI
Awet Muda lewat Totok Energi
SUMARSONO WURYADI
Terapi Warna untuk
Keseimbangan Tubuh
JULIANA TJANDRA
Akupunktur untuk Rambut Rontok
ZUNAIDI
Terapi Atasi Gangguan Reproduksi
DARWIN KIRO
Sembuhkan Diabetes Secara Total
lewat Ramuan "Mediabetea"
BODY MEDITASI
Optimalkan Potensi Diri
ERBE SENTANU
Hilangkan Stress dengan
Terapi Gelombang Otak
Blush
Terapi Pijat Thailand
ROEMAH OBAT ALAMI
Pusat Pengobatan Herbal dan Prana
arsip  
Testosteron dan Olahraga
Mitos Mengenali Seks
Sebelum Bertanding
Terapi Hipnotis
Alternatif Pemecahan Kehidupan
Seksual yang Bermasalah
REZA GUNAWAN
Sembuhkan Penyakit
Lewat Kekuatan Jiwa
WELNALDI
Awet Muda lewat Totok Energi
SUMARSONO WURYADI
Terapi Warna untuk
Keseimbangan Tubuh
JULIANA TJANDRA
Akupunktur untuk Rambut Rontok
arsip  
 
 
Sinshe Leung Fung
Terapi Shaolin
Lancarkan Peredaran Darah


Minggu, 18 Desember 2005
Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China. Pepatah dalam Islam ini mengajarkan pada setiap orang agar tidak putus asa dalam berusaha. Bahkan, bila perlu ke negeri China. Karena negeri China telah lama dikenal sebagai "gudang"nya ilmu pengetahuan.

Satu pakar pengobatan China, Sinshe Leung Fung (69) bisa menjadi satu alternatif untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan penyakit pembuluh darah akibat kondisinya yang mampet, seperti stroke, jantung koroner dan hipertensi. Selain juga bisa mengobati masalah kegemukan, lemah syahwat, batu ginjal dan empedu, penyakit kewanitaan termasuk kemandulan.

Terapi yang ditawarkan Sinshe Fung--demikian sapaannya sehari-hari-- tergolong unik karena memadukan antara ilmu pernafasan Shaolin, pijat refleksi dan ramuan tradisional China. Ia menuturkan kalau metode pengobatan yang dilakukannya itu telah berjalan selama 10 tahun.

"Mereka yang datang biasanya sudah berobat ke mana-mana. Sesuai catatan di buku tamu pasien, mereka yang datang menyatakan puas dan tidak ada yang mengeluh," kata Sinshe Fung di tempat praktiknya di Ruko Pasar Modern Blok R 63, kota Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Banten, belum lama ini.

Ia menjelaskan, secara khusus, ada beberapa tahapan yang harus dilalui calon pasien bila ingin mendapatkan kesembuhan lewat tangan Sinshe Fung. Pertama, pasien akan dideteksi denyut nadinya terlebih dahulu lewat usapan tangan dari jarak 10 cm, setelah itu secara perlahan "mengalir" ke wajah, lidah, bau mulut, serta keluhan yang diderita. Sinshe Fung meyakini ada 28 macam denyut nadi yang masing-masing menggambarkan jenis penyakitnya.

Setelah melakukan deteksi, Sinshe Fung akan melakukan pijat refleksi kaki yang biasa disebut pijat poin kaki. Fungsi pemijatan ini merangsang otak supaya dapat membangkitkan reaksi yang disalurkan ke seluruh tubuh. "Sedikitnya ada 185 jenis penyakit yang dapat teratasi lewat pijat poin kaki ini," tuturnya.

Setelah pijat refleksi, ia akan melakukan transfer energi menggunakan ilmu pernapasan shaolin, atau saho Lin Qi Gong. Ilmu pernapasan yang dikuasainya adalah aliran Shao Lin Qi Gong Net Cing Yi Zhi Jan, Ilmu ini dikembangkan di Kuil Saho Lin oleh Rahib Shao Lin bernama Que Ah Shui.

"Rahib Que mempunyai murid bernama Wong Swie Ding, seorang muslim yang tinggal di Shanghai, kini berumur 73 tahun. Salah seorang dari jutaan murid Wong adalah saya," kata Sinse Fung.

Transfer energi yang dilakukan Sinshe Fung adalah untuk menyalurkan energi. Hal itu biasa dilakukan selama 8 menit. Saat transfer energi berlangsung, perasaan yang dialami pasien berbeda-beda, ada yang dingin, panas, atau panas dan dingin menjadi satu. Setelah transfer energi selesai Sinshe Fung akan memberi ramuan obat tradisional China.

Laki-laki kelahiran Mo Yen, Provinsi Kanton, Cina, tahun 1936 ini mengaku biasa meracik sendiri ramuan untuk pasiennya. Ia membeli sendiri bahan bakunya, tak jarang langsung dari China. Tujuannya, untuk menjaga keaslian bahan obat.

Ia menambahkan, ramuan antara pasien satu dengan lain selalu berbeda, meski keluhannya sama. Karena masing-masing pasien memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda dan komplikasinya dengan penyakit lain.

Ia mencontohkan, dalam pengobatan modern, hingga kini dokter belum bisa menemukan obat penghancur pembekuan darah. Padahal, dalam ramuan tradisional China telah ada yang berhasil mengatasi keluhan itu.

Sinse Fung bilang, untuk kesempurnaan pengobatan, pasien dianjurkan datang 12 kali. Meski begitu lamanya pengobatan pada setiap pasien sangatlah individual. Selain melayani di tempat praktik, ia juga bisa dipanggil ke rumah pasien.

Sinse Fung juga membuka kelas pelatihan olah napas Shao Lin Qi Gong Nei Cing Yi Zhi Jan. Jadwal yang ditawarkan adalah setiap Senin dan Kamis atau Selasa dan Jumat. Biaya berlatih ilmu pernapasan Rp 200 ribu per bulan. Sementara biaya berobat, katanya, disesuaikan dengan harga ramuan yang diresepkannya. Sinshe Fung menuturkan, ia belajar ilmu pengobatan tradisional China sejak masa kanak-kanak. Karena sejak kecil, ia sudah tertarik dengan pengobatan dan ilmu pernapasan untuk kesehatan.

Kehebatan tangan Sinshe Fung telah dirasakan Widyanto (60), warga Johar, Semarang. Ia mengaku terkena stroke ringan pada tahun 2003. Detak jantungnya pun lemah. Ia juga sudah menjalani fisioterapi, tetapi belum membuahkan hasil. Untuk berjalan saja masih terseok-seok.

Bulan Januari lalu, Widyanto berobat pada Sinse Leung Fung. Hasilnya tahap demi tahap kesembuhan diperolehnya. Ia kini mampu berjalan dengan mantap dan detak jantungnya kembali normal.

Kondisi serupa juga dialami Bambang Irawan (55), warga Jalan Tengger, Semarang. Ia terbaring koma di rumah sakit selama setengah bulan karena stroke pada tahun 2001. Kaki dan tangan kirinya lemah tak berdaya. Selain kadar gula darah tinggi, Bambang juga sering mengalami sembelit. Berbagai terapi telah dilakoni, tetapi hasilnya nihil.

Tahun 2003, Bambang mengikuti terapi Sinse Leung Fung selama 3 minggu. Keluhan berkurang, Bambang pun mampu berjalan dan mengerakkan tangannya kembali. (Tri Wahyuni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i