Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Metropolitan 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
JELANG LEBARAN
Pelayanan Mudik Masih Terkendala
POLRI
Kapolri Masih Merahasiakan
Calon Penggantinya
ARUS MUDIK
Polisi Harus Utamakan
Tindakan Persuasif
PERGURUAN TINGGI
Pertamina dan Kemdiknas
Gelar OSN-PTI Berhadiah Rp 2,7 M
ARUS MUDIK
Masih Banyak Kerusakan Jalan
di Jalinpantim Lampung
KABUPATEN BEKASI
Seluruh Perusahaan Akan Bayar THR
TRANSPORTASI
Nasib Monorel Akan
Ditentukan Pekan Depan
PELECEHAN SEKS PASKIBRA
KPAI Nilai Pemprov DKI
Lelet Lakukan Pengusutan
DKI JAKARTA
Kompleks Makam Pangeran Jayakarta Akan Ditata
PENGGANTIAN PIMPINAN
Citra Tiga Institusi
Harus Bisa Dipulihkan
PERAS PENGGUNA NARKOBA
Enam Polisi dan
1 Anggota BNN Ditangkap
SARANA PENDIDIKAN JAKSEL
Lelang Rehab Langgar Keppres
arsip  
KRIMINALITAS
Polisi Tembak Mati Dua
Perampok Nasabah Bank
KRIMINALITAS
Densus 88 Bekuk Dua Perampok Bank CIMB Niaga
NARKOBA
Sindikat Narkoba Berpusat
di China Terungkap
KRIMINALITAS
Perampok Jarah Tiga
Toko Emas di Jakarta
KRIMINALITAS
Guru SMP Tewas
Ditembak Kawanan Perampok
KRIMINAL
Pelaku Mutilasi Profesional
Tenang Saat Beraksi
arsip  
 
 
AKIBAT GANGGUAN CUACA
Presiden Menempuh Jalur Darat


Jumat, 14 April 2006
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpaksa menempuh jalur darat dari Pacitan menuju Madiun akibat cuaca tidak layak untuk dilakukan penerbangan menggunakan helikopter.

Menurut Komandan Skuadron TNI-AU Letkol Penerbang Soeparmono di Pacitan, secara normal helikopter dapat terbang, namun secara visual kondisi cuaca tidak layak bagi tamu VIP. Akhirnya, rombongan presiden menempuh jalur darat melalui Ponorogo

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengakui, cuaca buruk dan badai yang melanda pegunungan selatan Jawa Timur membuat helikopter Super Puma yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan kembali mendarat ke landasan.

Helikopter ini sempat mengudara selama 25 menit dengan tujuan Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun. Namun di atas pegunungan tiba-tiba cuaca buruk. Hujan dan badai berkecamuk. Pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke landasan di lapangan Pacitan. "Rombongan sudah mengudara, tiba-tiba awan gelap dan hujan datang. Akhirnya helikopter putar balik ke Pacitan dan perjalanan ke Madiun ditempuh lewat darat," katanya.

Presiden SBY dan rombongan mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Pacitan pukul 11.30 WIB. Setelah bersilaturahim dengan karyawan dan manajemen PT Mitra Sigaret Produksi Sampoerna, SBY beserta rombongan bergegas ke sebuah lapangan sepakbola yang berjarak sekitar 2 km.

Di lokasi tersebut sudah menunggu 3 helikopter Super Puma yang akan membawanya ke Lanud Iswahyudi. Di Lanud Iswahyudi sudah menunggu pesawat kepresidenan yang akan membawa pulang SBY ke Jakarta.

Sekitar pukul 12.10 WIB, SBY memasuki helikopter. Tak lama kemudian take off. Namun, gara-gara cuaca buruk, akhirnya heli mendarat kembali. Perjalanan ke Madiun ditempuh melalui jalan darat.

Rencananya, dari Pantai Teleng Ria, Presiden Yudhoyono kemudian bertolak ke Madiun dengan menggunakan helikopter milik TNI-AU. Akan tetapi, tak beberapa lama di udara, helikopter yang ditumpangi Presiden terpaksa kembali ke Pacitan karena cuaca buruk. (Rully)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i