AKIBAT GANGGUAN CUACA Presiden Menempuh Jalur Darat
Jumat, 14 April 2006
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpaksa menempuh jalur darat dari Pacitan menuju Madiun akibat cuaca tidak layak untuk dilakukan penerbangan menggunakan helikopter.
Menurut Komandan Skuadron TNI-AU Letkol Penerbang Soeparmono di Pacitan, secara normal helikopter dapat terbang, namun secara visual kondisi cuaca tidak layak bagi tamu VIP. Akhirnya, rombongan presiden menempuh jalur darat melalui Ponorogo
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengakui, cuaca buruk dan badai yang melanda pegunungan selatan Jawa Timur membuat helikopter Super Puma yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan kembali mendarat ke landasan.
Helikopter ini sempat mengudara selama 25 menit dengan tujuan Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun. Namun di atas pegunungan tiba-tiba cuaca buruk. Hujan dan badai berkecamuk. Pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke landasan di lapangan Pacitan. "Rombongan sudah mengudara, tiba-tiba awan gelap dan hujan datang. Akhirnya helikopter putar balik ke Pacitan dan perjalanan ke Madiun ditempuh lewat darat," katanya.
Presiden SBY dan rombongan mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Pacitan pukul 11.30 WIB. Setelah bersilaturahim dengan karyawan dan manajemen PT Mitra Sigaret Produksi Sampoerna, SBY beserta rombongan bergegas ke sebuah lapangan sepakbola yang berjarak sekitar 2 km.
Di lokasi tersebut sudah menunggu 3 helikopter Super Puma yang akan membawanya ke Lanud Iswahyudi. Di Lanud Iswahyudi sudah menunggu pesawat kepresidenan yang akan membawa pulang SBY ke Jakarta.
Sekitar pukul 12.10 WIB, SBY memasuki helikopter. Tak lama kemudian take off. Namun, gara-gara cuaca buruk, akhirnya heli mendarat kembali. Perjalanan ke Madiun ditempuh melalui jalan darat.
Rencananya, dari Pantai Teleng Ria, Presiden Yudhoyono kemudian bertolak ke Madiun dengan menggunakan helikopter milik TNI-AU. Akan tetapi, tak beberapa lama di udara, helikopter yang ditumpangi Presiden terpaksa kembali ke Pacitan karena cuaca buruk. (Rully) |
|