KONSULTASI SEKS Dr Boyke Dian Nugraha
Minggu, 7 Mei 2006
Menopause Pada Pria
Dokter Boyke yang terhormat,
Saya pria berusia 50 tahun memiliki dua anak yang sudah beranjak dewasa. Dok, saya sering membaca di majalah kesehatan soal menopause yang katanya banyak menyerang perempuan usia di atas 50 tahun. Apakah menopause ini juga dialami kita, kaum pria? Usia berapakah kaum pria mulai mempersiapkan diri untuk mengalami menopause?
Apakah menopause pada pria itu gejalanya sama dengan menopause pada wanita? Seperti apa ya dok, gejalanya dan bagaimana solusinya? Soalnya, beberapa tahun depan, usia saya sudah lebih dari 50 tahun. Apa yang harus saya lakukan agar terhindar dari menopause? Apalagi saya jarang sekali berolah raga karena waktunya habis untuk pekerjaan.
Boleh tahu dok, apa bahaya selanjutnya bila saya mengabaikan gejala menopause? Apa kondisi terberat yang bakal saya alami bila mengabaikan menopause? Saya tunggu jawabannya dok.
Bondan Arinanto
Pisangan, Jakarta Timur
Jawab:
Menopause pada pria dikenal dengan andropause. Biasanya gejala andropause menyerang pria di atas usia 50 tahun dengan gejala-gejala cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan gairah kemampuan seks mulai berkurang (disfungsi ereksi). Untuk itu, bila gejala-gejala tersebut datang terutama jika ada gairah yang menurun, segera hubungi dokter.
Andropause tidak bisa dihindarkan karena hal tersebut merupakan proses yang alami seiring dengan proses penuaan. Yang bisa dilakukan para pria adalah mengurangi gejala tersebut dengan cara tetap memelihara pola hidup sehat (makanan yang bergizi, olah raga, me-manage stress dengan baik, hindari rokok dan minuman keras).
Penelitian menunjukkan bahwa olah raga yang cukup dapat memperlambat datangnya gejala-gejala andropause. Memang, andropause tidak usah terlalu dipikirkan. Santai saja, toh setiap pria akan mengalami masa itu.
Vagina Kering
Apa kabar Dokter Boyke,
Dok, saya perempuan berusia 47 tahun. Akhir-akhir ini, vagina saya mulai terasa kering sehingga tidak nyaman sekali bila diajak berhubungan badan dengan suami. Apa yang menyebabkan vagina itu terasa kering? Apakah karena makanan atau penggunaan sabun pembersih khusus untuk vagina yang sering saya pakai?
Untuk mengatasi hal ini, suami membelikan pelicin vagina. Tetapi saya pernah mendengar ada produk pelicin vagina yang bisa mengurangi elastisitas kondom. Karena kami tidak ingin lagi punya anak, suami menggunakan KB kondom.
Namun setelah mendengar kabar itu, saya jadi takut kalau informasi itu benar. Lalu, apa yang harus saya lakukan, karena saya benar-benar takut hamil? Untuk menggunakan alat kontrasepsi lain rasanya tidak mungkin, karena saya sudah mencoba aneka alkon tetapi tidak ada yang cocok.
Dina Haruni
Pondok Kopi, Bekasi
Jawab:
Usia 47 tahun, biasanya wanita memasuki usia menjelang menopause yang ditandai dengan mens tidak teratur, panas-panas di muka, cepat lelah, gairah seks menurun dan vagina terasa kering sehingga sakit saat bersenggama.
Keringnya vagina disebabkan oleh karena berkurangnya proses lubrikasi vagina oleh karena indung telur mulai menua. Saat itulah hormon estrogen yang diproduksi indung telur berkurang. Akibatnya, lubrikasi berkurang dan vagina terasa kering. Pembersih vagina dapat saja membuat vagina kering, untuk itu sebaiknya tidak mempergunakan pembersih vagina. Kalau pun ingin mencuci vagina hanya diperbolehkan diluarnya saja tanpa harus masuk ke dalam.
Pelicin vagina boleh-boleh saja. Jika tidak tersedia dapat menggunakan minyak kelapa yang merupakan pelicin alami. Penggunaan kondom sudah tepat, untuk gel yang tidak merusak kondom, coba hubungi dokter kandungan Anda. Jika perlu, dapat dipertimbangkan hormon replace therapy.***
|
|