Yusuf Asy'ari
Selasa, 20 Juni 2006
Siapa sangka jika Menteri Negara Perumahan Rakyat (Mennegpera) HM Yusuf Asy`ari ternyata tidak suka dengan acara seremonial, meski itu suatu yang lazim di negeri ini. Apalagi itu terkait dengan bidangnya, seperti melakukan peletakan batu pertama dalam meresmikan pembangunan suatu proyek perumahan misalnya.
Namun itulah kenyataannya. Dan pengakuan itu datang sendiri dari Mennegpera, setelah lebih setahun dia menjabat posisi menteri tersebut. Meski melakukan peletakan batu pertama dalam suatu acara pembangunan perumahan adalah hal yang wajar, namun selama ini dia selalu berusaha menolaknya. Baru Senin (19/6) kemarin dia tak kuasa lagi menghindar.
"Peletakan batu pertama di sini merupakan yang pertama saya lakukan," ujar alumnus S-2 Universitas Muhamamdiyah Jakarta ini, di sela upacara peletakan batu pertama pembangunan perumahan Taman Surya Kencana yang dikhususkan untuk anggota dan PNS di lingkungan Polda Jatim, di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jatim, kemarin. Acara itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Sutanto.
"Saya selalu menolak, karena ada guyonan bahwa peletakan batu pertama akhirnya hanya batu pertama saja. Sedangkan batu yang kedua masih belum jelas," tuturnya seperti dikutip Antara. Karena itu, katanya lagi, khusus untuk perumahan Taman Surya itu diharapkan akan dilanjutkan dengan peletakan batu berikutnya.
Lalu kenapa menteri asal Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jateng itu bersedia mengikuti acara peletakan batu pertama di Sidoarjo tersebut? Ditanya begitu, dengan enteng dia mengatakan, pengembang perumahan di situ sudah berpengalaman. (Djunaedi)
|
|