Minggu, 19 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
wajah 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
Fahmi Idris
Pro Nilai Tambah
Andi Matalatta
Pemburu Keadilan
MS Hidayat
Perunding Ulung
Paskah Suzetta
Pemikir Lapangan
HM Jusuf Kalla
Bertangan Dingin
Iwan P Pontjowinoto
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
DPD Rekomendasikan Tiga Nama Anggota BPK
KPU Tetapkan Enam Cagub-Cawagub Malut
RI-Turki Kerja Sama Modifikasi Tank
Sultan: RI Perlu Kepemimpinan Kuat
Soekarno Bukan "Play Boy"
Presiden Nilai Kekerasan Geng Motor Meresahkan
arsip  
 
 
Sutanto

Selasa, 27 Juni 2006
Meski yang namanya kegiatan judi diharamkan digelar di negeri ini, ternyata masih ada saja pihak yang ingin mendapat kekhususan. Paling tidak keinginan itu dicuatkan oleh kalangan tertentu, yang berupaya mendorong adanya kekhususan di Kota Batam. Sasarannya, dengan kekhususan yang dimiliki wilayah itu, perjudian dapat dibuka di daerah tersebut, dengan diatur di lokasi-lokasi terbatas.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Kapolri Jenderal Sutanto, dengan tegas dia menyatakan, tidak ada celah bagi polisi untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan. "Penegak hukum dan polisi menegakkan UU, bukan kebijakan," katanya menjawab pertanyaan Antara, di Batam, Senin (26/6), di sela akhir pertemuan bilateral yang disertai jumpa pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia John Howard.

Soal pemberian kekhususan itu sebelumnya pernah dicuatkan mantan Presiden BJ Habibie, ketika berkunjung ke Batam, Selasa 9 Mei lalu. Pada kesempatan itu dia menyarankan adanya pembentukan tim pengkaji dan memberangkatkan mereka ke Malaysia untuk mengetahui dasar hukum apa yang digunakan negara Islam itu, sehingga perjudian termasuk kasino dibolehkan di sana.

Usul BJ Habibie itu menimbulkan sikap pro dan kontra. Pihak yang pro berpendapat perekonomian Batam perlu digairahkan dengan mengizinkan perjudian ketimbang dilarang. Sementara yang kontra menyatakan perjudian tetap lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Bagi Kapolri Sutanto, yang terkenal anti-judi, pemberian kekhususan bagi Batam agar judi dapat digelar di daerah itu bukan urusan polisi. (Djunaedi)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i