Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Breaking News 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Waspadai Gangguan Distribusi Akibat Cuaca
BI Rate Dipertahankan 6,5 Persen
Tak Ada Untuk Sektor Riil, Dana Asing Masuk Didominasi Hot Money
Permintaan Tiket Pesawat Jelang Lebaran Melonjak
Ditangkap, Penjual Miras Lewat Internet
Stasiun Gambir Masih Lengang Pemudik
Konversi Elpiji Hemat Subsidi RP 21,38 Triliun
Iklan Banner SKO,
Ema: 02132747789,
Sofyan: 08161660896
Golkar Akan Batalkan Interpelasi
Pemotongan Subsidi Tidak Otomatis Kenaikan TDL
Tujuh Polisi Diduga Pemeras Jalani Sidang Disiplin
Nanan Mengaku Tidak Tahu Dicalonkan Jadi Kapolri
arsip  
 
 
KRISIS TIMUR TENGAH
RI Siap Lindungi
Lebanon dan Palestina


Kamis, 17 Agustus 2006
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Yudhoyono dalam pidato kenegaraan menjelang HUT ke-61 Kemerdekaan RI di depan sidang paripurna DPR, kemarin, di Jakarta, menegaskan kembali bahwa Indonesia siap menjalankan upaya-upaya untuk melindungi rakyat Lebanon dan Palestina dari serangan Israel.

Yudhoyono menyatakan kembali bahwa Indonesia menyambut baik pengesahan Resolusi DK PBB No 1701 tanggal 12 Agustus 2006 tentang penghentian permusuhan Israel dengan Lebanon. "Sebagai wujud komitmen, kita telah menyatakan kesiapsiagaan kita untuk bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian PBB, untuk melin-dungi rakyat Palestina dan Lebanon dari serangan Israel," kata Yudhoyono di depan para anggota Dewan serta puluhan undangan, termasuk para duta besar negara asing.

Indonesia telah berperan aktif dalam mengupayakan perdamaian di Lebanon dan Palestina, yang sebelumnya terus digempur secara membabibuta oleh militer Israel. Di Lebanon sendiri, lebih dari 1.000 warga sipil tak berdosa tewas dalam serangan-serangan yang dilakukan Israel dalam kurun waktu satu bulan.

Setelah bersama Malaysia mendorong diadakannya KTT Darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang menghasilkan deklarasi mendesak PBB segera menghentikan konflik di Lebanon, Indonesia juga menyiapkan pasukan untuk membantu pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, Unifil (United Nation Interim Force in Lebanon).

Sebanyak 850 personel TNI telah siap dikirimkan ke Lebanon. Bahkan, Menhan Juwono Sudarsono mengatakan jumlah personel telah ditingkatkan menjadi 1.000 orang. Keberangkatan 1.000 personel TNI itu sendiri masih menunggu keputusan PBB yang akan dikeluarkan pada hari Rabu tentang negara-negara mana saja yang akan bergabung dengan Unifil.

Presiden Yudhoyono telah memeriksa kesiapan personel TNI yang akan menjadi pasukan baret biru dan baru-baru ini dia juga sudah menyurati Sekjen PBB Kofi Annan terkait kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian.

Sebelumnya, TNI menyiagakan satu Batalyon Mekanis berkekuatan 850 personel yang berasal dari Mabes TNI 15 orang, TNI AD (576 orang), TNI AL (221 orang) dan TNI AU 37 orang, untuk diberangkatkan ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan pemelihara perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Peralatan materiil yang melengkapi keberangkatan mereka terdiri dari 4 unit Panser Komando (V-150 CO), 4 Panser Angkut Personel (V-150 AP), 12 Panser Intai (V-150 Tai), 14 Panser Serbu (VAB) dan 12 Panser Serbu (Panhard). Selain itu juga satu unit Jeep Kia, satu unit tangki air, dua unit Taft GT (Jeep), sepuluh unit Truck Isuzu dan dua unit kendaraan pemeliharaan (ranhar). (Antara/Hasyim)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i