Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Konsultasi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Iklan Banner SKO, Hub: Ema: 02132747789, Sofyan: 0816160896
INDUSTRI OTOMOTIF
AHM Pertahankan Pasar dengan Inovasi
PLN MENJAWAB
Menghemat Listrik, Lebih dari
Sekadar Hemat Biaya
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha
arsip  
KRIMINALITAS
Perampok Motor Tembak Korban
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Yoga Membuat Suasana
Makin Romantis di Ranjang
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Hobi Nonton Film Porno, Normalkah?
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Ketika Kita Harus
Siap Menghadapi Persaingan
PERUSAHAAN KEUANGAN
Calon Direksi Baru Eurocapital Diuji
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Pengendalian Emosi Kunci Kebahagiaan
arsip  
OedipUs Complex
Ketika Pria Mencintai
Wanita Lebih Tua
HASIL PENELITIAN
Remaja Wanita Suka Pria Lebih Tua
KEPENDUDUKAN
Seks Pranikah
Remaja Indonesia 45 Persen
arsip  
 
 
KONSULTASI SEKS
Dr Boyke Dian Nugraha


Minggu, 15 Oktober 2006
Pantang Seks Selama Puasa?

Dr Boyke yang baik,
Memasuki bulan puasa, saya bersama suami bersepakat untuk pantang melakukan hubungan seks selama sebulan penuh. Maksudnya, kami benar-benar ingin khusyuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, dengan menjauhi hal-hal yang buruk, termasuk pantang melakukan hubungan seks untuk sementara.

Pertanyaannya, apakah niat pantang demikian itu wajar adanya, apalagi pantang tersebut kami lakukan selama sebulan penuh? Bagaimana pula dengan efek dan akibatnya, apakah ada efeknya bagi hubungan seks kami ke depan?

Menurut dokter, niatan pantang demikian itu, baik atau tidak sih, baik ditinjau dari segi agama maupun sisi keharmonisan seks dalam keluarga? Namun, bila ditanya dari sisi hati yang paling dalam, saya menolak niat suami untuk berpantang seks selama puasa. Tetapi mengingat kerepotan yang kami hadapi-maklum kami masih tinggal di Pondok Mertua Indah sehingga sulit rasanya kalau sering-sering keramas di malam hari, membuat kami harus membuat kesepakatan seperti itu, selain tentu saja ada niatan lain untuk kekhusu'an ibadah.

Terima kasih atas perhatiannya. Mohon jawaban!

Indriana Dewi
Cimanggis, Bogor

Jawab:
Berniat seperti itu boleh-boleh saja, asal niat itu disepakati oleh suami dan istri tanpa ada yang merasa "dirugikan". Bagaimana pun seks merupakan energi yang dapat diekspresikan (kegiatan seks), disublimasikan (pada kegiatan-kegiatan ibadah) sehingga tidak membahayakan kesehatan.

Memang, diperlukan saling pengertian yang mendalam antara pasangan suami istri, apalagi jika frekuensi seks sebelum puasa termasuk yang sering dan aktif.

Kalaupun toh niat "pantang seks" selama puasa tidak tercapai karena suami tetap menginginkan, layani saja asal di malam hari, dan tidak perlu merasa bersalah karena agama memperbolehkan melakukan seks setelah berbuka puasa.


Seks Selama Puasa

Hallo, apa kabar dr Boyke.
Dok, saya perempuan berusia 34 tahun dengan 1 anak berusia 2 tahun. Masa perkawinan saya saat ini sedang asyik-asyikya, karena kami masing-masing sudah tahu apa yang diinginkan dalam berhubungan seks. Artinya, tidak ada egoisme perorangan dalam hubungan suami istri ini.

Karena itu, saat memasuki bulan puasa ini, beberapa pekan terakhir ini kami dilanda kegelisahan yang luar biasa. Maklun, masa "bulan madu" yang tercipta dalam 6 bulan terakhir ini sempat menimbulkan keraguan. Karena biasanya kami berhubungan badan 3 kali seminggu, tetapi dua pekan terakhir ini nyaris baru dua kali.

Sebenarnya aturan main dalam berhubungan seks di bulan puasa ini seperti apa? Apakah sebaiknya kegiatan seks dalam keluarga dihentikan atau dihindari? Atau, apakah hubungan seks masih bisa dilakukan? Bagaimana hubungan seks yang baik di bulan puasa? Apakah ada pembatasan-pembatasan tertentu - untuk tidak melanggar norma - dalam melakukan hubungan seks di bulan puasa?

Sebagai penganut Muslim, kami sekeluarga biasa melakukan kegiatan berpuasa bersama dengan sebaik-baiknya. Tentu ada irama perubahan dalam kehidupan keseharian kita. Selain anggota keluarga wajib melakukan kegiatan shalat lima waktu, juga ada saat manakala kita semua harus berbuka puasa pada saat magrib dan ada kegiatan sahur pada dinihari.

Pertanyannya, kapan saat yang paling tepat untuk melakukan hubungan seks di bulan puasa?

Sulastri A
Mampang,
Jakarta Selatan

Jawab:
Penelitian di Klinik Pasutri, aktivitas seks di bulan puasa menurun sampai 50 persen. Itu wajar saja karena memang pasutri (pasangan suami istri) di bulan Ramadan lebih mengutamakan memperbanyak ibadah pada yang maha kuasa.

Walaupun demikian, kegiatan seks jangan dihentikan karena seks merupakan ekspresi cinta antara suami istri. Lakukanlah seks setelah kegiatan ritual agama selesai (misal setelah sholat tarawih, atau selesai tadarus).

Melakukan hubungan seks menjelang sahur pun merupakan pengalaman menyenangkan, karena setelah itu, suami dan istri dapat melakukan mandi junub bersama-sama dengan air hangat dan mempersiapkan hidangan sahur.

Romantis bukan? Pembatasan seks di bulan puasa hanyalah pada siang hari. Setelah kita berbuka, seks boleh dilakukan, hanya saja jangan dalam keadaan makanan masih penuh dalam lambung. Tunggu 1-2 jam sehabis makan, agar seks yang dilakukan lebih nyaman.

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i