Soemarsono Penyeimbang
Rabu, 8 November 2006
Hingar-bingar politik di Partai Golkar tak menyurutkan langkah Letjen (Purn) Sumarsono untuk memenuhi panggilan tugas sebagai sekjen partai pemenang Pemilu 2004 itu. Pergulatan politisi partai beringin justru meneguhkan perannya sebagai tokoh penyeimbang dalam dunia persilatan politik Golkar.
Pengalaman memberi Sumarsono bekal sangat berharga dalam memerankan diri sebagai penyeimbang. Tugas-tugasnya di TNI adalah menyelesaikan orang-orang yang berkonflik. Ketika menjadi Danrem di Surakarta, pria kelahiran Nganjuk 10 Maret 1948 ini sukses menengahi ancaman pembakaran panggung malam takbiran dan TPS-TPS dalam Pemilu 1997. Lalu saat menjadi Pangdam IV/Diponegoro, dia juga berhasil mendinginkan situasi panas antara pendukung Gus Dur dan Amien Rais.
Mantan Wakil KSAD yang berjanji tidak menjadi calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2009 ini menyatakan bahwa semua bisa dilalui karena didasari prinsip "investasi yang baik adalah teman". Karena teman, maka tak ada jabatan atau pangkat. Semua setara, sehingga persoalan bisa dibicarakan secara terbuka dan dari hati ke hati. "Apalagi saya di Golkar ini independen, bukan orang siapa-siapa," katanya sambil menandaskan prinsipnya yang selalu menjaga keseimbangan dunia dan akhirat. (Hanif Sobari) |
|