Kamis, 9 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
wajah 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
Fahmi Idris
Pro Nilai Tambah
Andi Matalatta
Pemburu Keadilan
MS Hidayat
Perunding Ulung
Paskah Suzetta
Pemikir Lapangan
HM Jusuf Kalla
Bertangan Dingin
Iwan P Pontjowinoto
arsip  
INSIDEN KEDAULATAN NEGARA
Petugas DKP Ternyata
Dianiaya Polisi Malaysia
PENAHANAN PETUGAS KKP
DPR Akan Panggil Dubes Malaysia
HASIL KUNJUNGAN KE GAZA
Persatuan, Kunci Kemerdekaan Palestina
HUBUNGAN BILATERAL
SBY Kembali Undang Obama ke Indonesia
KORBAN PENEMBAKAN ISRAEL
Surya Fachri Berniat
Lanjutkan Perjuangan
MISI KEMANUSIAAN
Seret Israel ke
Pengadilan Internasional
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
KPU Usulkan Anggaran
Pilkada Sulbar Rp 70 Miliar
Ormas Kecam Rencana
Pembakaran Al-Quran
Mendagri: Revisi Rancangan
UU Pemda Mendekati Final
DPD Berinisiatif Ajukan
RUU Daerah Istimewa Yogyakarta
Wapres Ingatkan Dunia
Kian Diwarnai Ketidakpastian
Anggota DPD Terima
Putusan Pansel KPK
arsip  
 
 
Soemarsono
Penyeimbang


Rabu, 8 November 2006
Hingar-bingar politik di Partai Golkar tak menyurutkan langkah Letjen (Purn) Sumarsono untuk memenuhi panggilan tugas sebagai sekjen partai pemenang Pemilu 2004 itu. Pergulatan politisi partai beringin justru meneguhkan perannya sebagai tokoh penyeimbang dalam dunia persilatan politik Golkar.

Pengalaman memberi Sumarsono bekal sangat berharga dalam memerankan diri sebagai penyeimbang. Tugas-tugasnya di TNI adalah menyelesaikan orang-orang yang berkonflik. Ketika menjadi Danrem di Surakarta, pria kelahiran Nganjuk 10 Maret 1948 ini sukses menengahi ancaman pembakaran panggung malam takbiran dan TPS-TPS dalam Pemilu 1997. Lalu saat menjadi Pangdam IV/Diponegoro, dia juga berhasil mendinginkan situasi panas antara pendukung Gus Dur dan Amien Rais.

Mantan Wakil KSAD yang berjanji tidak menjadi calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2009 ini menyatakan bahwa semua bisa dilalui karena didasari prinsip "investasi yang baik adalah teman". Karena teman, maka tak ada jabatan atau pangkat. Semua setara, sehingga persoalan bisa dibicarakan secara terbuka dan dari hati ke hati. "Apalagi saya di Golkar ini independen, bukan orang siapa-siapa," katanya sambil menandaskan prinsipnya yang selalu menjaga keseimbangan dunia dan akhirat. (Hanif Sobari)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i