| |  | | | | HORIZON GALERI PENDAPAT
Sabtu, 14 April 2007
VP Public & Marketing Communication PT Telkom
Eddy Kurnia
PT Telkom tidak pernah mengadakan undian maupun promo berhadiah untuk kegiatan promosi produk yang mengatasnamakan Flexi atau Telkomsel. Karenanya saya meminta masyarakat tidak begitu saja memercayai bilamana menerima pemberitahuan undian berhadiah melalui telepon atau pesan singkat (SMS) berkaitan dengan produk-produk PT Telkom dan anak-anak perusahaannya.
Di Jawa Barat sendiri, sebagaimana pernah disampaikan Executive General Manager PT Telkom Divre Jabar-Banten, banyak pelanggan yang akhir-akhir ini menjadi sasaran sindikat penipu dengan berkedok Telkom. Kawanan penipu yang tidak segan-segan mengaku dari Humas Telkom menelepon langsung calon korbannya atau menyampaikan pesan lewat SMS supaya segera menghubungi nomor telepon tertentu sebagai kontak person.
Biasanya kawanan mengawali pembicaraan atau pesan dengan menyampaikan "Selamat Anda memenangkan/mendapatkan hadiah". (LM Sinaga)
Pengurus YLKI Bidang Pengaduan dan Hukum
Sularsi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menghimbau agar masyarakat tetap bersikap rasional. Ini penting, agar tidak terperdayai oleh praktik penipuan dalam undian-undian yang marak belakangan ini. Sekarang ini modus yang digunakan oleh para pelaku penipuan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Dari beberapa modus lama yang menggunakan telepon rumah sampai telepon genggam hingga surat lewat pos, hingga kini masih digunakan oleh beberapa pelaku yang mencoba melancarkan aksi penipuannya.
Tapi kini ada modus baru. Salah satunya memasukkan kupon undian palsu ke dalam kemasan produk-produk ternama, baik makanan maupun kebutuhan rumah tangga lainnya. Umumnya produk yang menjadi sasaran adalah produk yang sering digunakan oleh ibu-ibu.
Modus ini dilancarkan oleh para pelaku yang sengaja memasukkan kupon undian palsu baik di pasar-pasar tradisional hingga pasar modern. Modus ini sudah marak di berbagai kota di Indonesia. Konsumen biasanya mudah tertipu dengan modus baru ini. (Rully)
Ketua Siwo PWI
Atal S Depari
Sebagai salah satu korban penipuan lewat SMS sebesar Rp 20 juta, saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur jika mendapat informasi dari orang yang belum Anda kenal melalui SMS atau telepon bahwa Anda mendapatkan hadiah.
Yakinkan diri Anda jika penelepon mengarahkan Anda ke mesin ATM. Itu jelas-jelas telepon dari hantu blau, tukang tipu, dan pasti akan merugikan Anda. Apapun janjinya, kalau dalam pembicaraan selanjutnya Anda diarahkan ke mesin ATM, itu jelas-jelas penipuan. Segera jauhi saja.
Mengenai kasus yang menimpa saya, pelaku mengetahui secara pasti kalau Siwo PWI akan mendapat bantuan dari Bank Dunia untuk induk organisasi di bawah Menpora itu. Pelaku juga mengetahui nomor 47 sebagai nomor urut Siwo. Pelaku sepertinya telah mempelajari semuanya secara detail. Bahkan pelaku tahu kalau ada rapat dengan Menpora dan pengurus Siwo tidak ada yang hadir. Karena itu, saya kembali mengimbau masyarakat waspada. (Joko S)
Pedagang Handphone
Suwarno
Jangan mudah tergiur iklan-iklan yang mengajak untuk berlangganan SMS premium. Ingat, SMS jenis ini harganya berlipat-lipat dibanding harga SMS normal. Pelajari dulu jenis content SMS yang akan Anda langgan. Apakah Anda benar-benar membutuhkan SMS itu?
Pelajari juga harga tiap SMS dan frekuensi pengirimannya per hari. Ini berhubungan dengan jumlah pulsa yang tersedot atau jumlah uang yang harus dibayar jika Anda pengguna layanan pascabayar.
Pelajari cara melakukan unsubscribing atau tidak berlangganan. Biasanya iklan-iklan sms premium mencantumkan cara melakukan unsubscribing dan juga nomor telepon content provider.
Jika brosur dan iklan tidak menjelaskan caranya, teleponlah content provider premium sms itu. Jika iklan itu tidak mencantumkan cara unsubscribing dan tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi, lupakan content provider itu. Hentikan berlangganan sms premium segera setelah Anda merasa tidak membutuhkan content yang mereka kirimkan. (Joko S)
|
| |
|
|