MAHASISWA 300 Pengurus BEM Ikuti Pelatihan ESQ
Senin, 7 Mei 2007
JAKARTA (Suara Karya): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dikenal masyarakat luas dari kegiatan mereka melakukan unjuk rasa mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat luas, terutama masyarakat miskin.
Selama dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu kemarin, sekitar 300 mahasiswa dari unsur pengurus BEM berkumpul di Graha Citra Caraka Telkom Jakarta. Mereka berasal dari 27 universitas se-Jadetabek, Yogyakarta, Lampung, dan Bandung. Sebagian di antaranya berasal dari dua organisasi mahasiswa nasional, yakni Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia dan Forum Silaturahmi Mahasiswa Ekonomi.
Tapi mereka di sana sedang tidak melakukan unjuk rasa. Para mahasiswa itu mengikuti pelatihan atau training Emotional and Spiritual Quotien (ESQ).
"Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus menjadi agen utama perubahan moral bangsa. Dalam konteks inilah training ESQ ini dilakukan," ujar Ary Ginanjar Agustian, pimpinan ESQ Leadership Training itu.
Ia menjelaskan, masalah utama yang dihadapi sesungguhnya oleh bangsa Indonesia adalah masalah moral. "Krisis multidimensi yang dihadapi bangsa selama ini semua bermuara dari krisis spiritualitas dan itu bersumber dari krisis kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Melihat," kata Ary Ginanjar Agustian.
Lebih dalam ia mengingatkan, bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang religius. Tiap musim haji, jumlah dari Indonesia terbesar.
Lalu lihat juga, mesjid-mesjid penuh tiap bulan Ramadhan untuk shalat tarawih. "Tapi bangsa kita masih dikategorikan bangsa terkorup kedua di Asia. Itu semua terjadi karena kita tidak merasa selalu melihat dan dilihat oleh Tuhan. Itulah penyebab krisis yang paling utama," katanya.
Pertanyaan Mendasar
Ary meneruskan, dengan training ESQ ini akan terjawab pertanyaan mendasar, untuk apa saya dilahirkan, untuk apa saya hidup, dan mau ke mana saya menuju. Dengan kesadaran spiritual ini mahasiswa akan menjadi motor penggerak perbaikan moral.
"Dengan kecerdasan emosi yang tinggi, mahasiswa akan mampu merasakan keadilan di sekelilingnya, peduli masalah masyarakat," katanya.
Ary juga menambahkan bahwa kecerdasan intelektual yang diasah di kampus akan dimanfaatkan menuju nilai-nilai spiritualitas sebagai pengabdian kepada Tuhan. Dengan kecerdasan spiritual yang tinggi, saya yakin para mahasiswa memiliki keyakinan tentang keberadaan dan kebesaran Tuhan dan menjadi agen perbaikan moral bangsa.
Training dua hari yang didukung PT Telkom dan Baznas disebut dengan istilah Training ESQ Generasi Emas Ke-2. Ketua panitia acara itu, Eka Sakti Oktoharianto dari Fakultas Kedokteran UI, menyatakan, manfaat luar biasa yang dirasakan mahasiswa setelah mengikuti training ESQ, khususnya pada training ESQ Generasi Emas Angkatan 1.
"Itulah mengapa kami ingin agar seluruh mahasiswa mendapat kesempatan yang sama. Untuk awal, kami berharap ikutnya para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM akan menjadi motivator bagi mahasiswa lain untuk menyadari bahwa kecerdasan intelektual yang kita pelajari di kampus tidaklah berarti apa-apa tanpa dibarengi dengan kecerdasan emosional dan spiritual," katanya. (Dwi Putro AA)
|
|