Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KONFLIK RI-MALAYSIA
SBY Tunjukkan Keseriusan Selesaikan Masalah
FASILITAS DPR
Gedung Baru Tak Sepadan
dengan Kinerja Wakil Rakyat
HASIL SURVEI
Rakyat Semakin Kritis
dengan Kinerja Pemerintah
Varia TNI
Bingkisan Lebaran TNI AU
PEMBANGUNAN MORAL
DPD: Pornografi Bahaya Laten
bagi Generasi Bangsa
KONFLIK PILKADA
DPRD Pematangsiantar Minta
Mendagri Cabut SK Pengesahan
SENGKETA RI-MALAYSIA
Ketegangan soal Perbatasan
Tak Perlu Dibesarkan
PENEGAKAN HUKUM
Masyarakat Apresiasi
Tindakan Tegas atas Penodaan Agama
LEGISLASI
Revisi UU Ormas Bukan untuk
Membubarkan Ormas Tertentu
KINERJA PARLEMEN
Anggota DPR Lebih Populer
dari Periode Sebelumnya
KONFLIK PERBATASAN
Berhasil Tidaknya Pidato SBY
Tergantung Respons Malaysia
HASIL AMANDEMEN
Akbar: Perpanjangan Jabatan
Presiden Khianati Konstitusi
arsip  
INSIDEN KEDAULATAN NEGARA
Petugas DKP Ternyata
Dianiaya Polisi Malaysia
PENAHANAN PETUGAS KKP
DPR Akan Panggil Dubes Malaysia
HASIL KUNJUNGAN KE GAZA
Persatuan, Kunci Kemerdekaan Palestina
HUBUNGAN BILATERAL
SBY Kembali Undang Obama ke Indonesia
KORBAN PENEMBAKAN ISRAEL
Surya Fachri Berniat
Lanjutkan Perjuangan
MISI KEMANUSIAAN
Seret Israel ke
Pengadilan Internasional
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
Mendagri: Revisi Rancangan
UU Pemda Mendekati Final
DPD Berinisiatif Ajukan
RUU Daerah Istimewa Yogyakarta
Wapres Ingatkan Dunia
Kian Diwarnai Ketidakpastian
Anggota DPD Terima
Putusan Pansel KPK
Kemenlu: Ekspresi Kekecewaan
kepada Malaysia Harus Wajar
Presiden Minta Penataan
Koordinasi Pengamanan di Laut
arsip  
 
 
PEMERINTAHAN SBY
Wapres: Tari Poco-poco Lebih Baik


Sabtu, 2 Februari 2008
JAKARTA (Suara Karya): Wapres Jusuf Kalla menjawab kritikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dengan kiasan pula. Menurut dia, tarian poco-poco lebih baik daripada dansa yang hanya berputar-putar sambil menjajakan gas murah. "Poco-poco itu kan sehat. Gerakannya bersatu. Jadi itu (tari poco-poco) langkah yang paling ritmis," ujar Wapres di Jakarta, kemarin.

Dalam pidato politik pada peringatan HUT ke-35 PDIP di Palembang, Sumsel, Kamis lalu (31/1), Megawati menyatakan bahwa kinerja pemerintah SBY-JK hanya maju-mundur bak tarian poco-poco. Menurut Megawati, keberpihakan pemerintah terhadap rakyat miskin maupun program pemberantasan kemiskinan tidak kuat serta tidak fokus. Pemerintah mudah berjanji dan mudah pula ingkar.

"Saya kira poco-poco jauh lebih baik dari dansa-dansa yang berputar-putar, (tapi) sambil menjual gas yang murah. Mengerti kan maksudnya?" ucap Wapres. Barangkali yang dimaksud Wapres adalah kegagalan Megawati Soekarnoputri melobi pemerintah Republik Rakyat China agar tetap membeli gas alam cair (LNG) dari Indonesia dengan berdansa-dansa.

Maret 2002, Megawati berkunjung ke China dalam jangka menawarkan LNG. Sambutan pemerintah China sendiri sangat hangat, sampai-sampai Megawati diajak berdansa oleh Presiden RRC Jiang Zemin. Namun, menanggapi tawaran Megawati, Pemerintah China ternyata menawar gas LNG dengan harga sangat murah. Bahkan akhirnya RRC membeli LNG dari Australia.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng membantah bahwa inspeksi mendadak (sidak) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Karawang, Jabar, kemarin, adalah untuk menjawab kritik Megawati. "Ini bagian kerja pemerintah yang sudah direncanakan. Kan kemarin (Presiden) sudah rapat dengan menteri--juga memanggil para importir. Jadi sekarang (Presiden) turun ke lapangan," ucapnya.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Sutan Bathoegana juga membalas kritik Megawati terhadap pemerintahan SBY-JK dengan menyatakan bahwa kinerja pemerintahan Megawati di masa lalu justru laksana tarian undur-undur. "Masih lumayan poco-poco, ada majunya. Tapi tari undur-undur? Mundur terus!" ucapnya.

Menurut Sutan, sebagai sesama tokoh bangsa, mestinya Megawati tidak main sindir, melainkan justru memberi masukan konstruktif kepada pemerintahan SBY-JK untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Tidak usah menyindir-nyindir. Introspeksi sajalah. Kalau dulu (berkinerja) baik, kenapa (Megawati) tidak dipilih lagi dan justru calon lain (SBY) yang jadi presiden," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo mengatakan, kritik Megawati seharusnya diterima pemerintahan SBY-JK tidak dengan emosi. "Kami sebagai partai oposisi tidak asal kritik, tetapi dengan data. Setidaknya (kritik) ini sebagai evaluasi, apakah kebijakan pemerintahan yang sekarang sudah sesuai realita dan janji-janji saat kampanye dahulu," katanya. (Rully/Kartoyo/Yudhiarma/Ant)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i