KEPARIWISATAAN PHRI Punya Tanggung Jawab Moral
Kamis, 8 Mei 2008
Siapa sosok pengusaha yang dikenal gencar memajukan industri kepariwisataan di Tanah Air? Jangan heran jika pertanyaan itu akan dijawab oleh para Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia) di daerah-daerah dengan menyebut satu nama saja, yakni Yanti Sukamdani!
Wajar jika perempuan energik kelahiran Jakarta, 54 tahun lalu, ini dibanggakan, terutama sekali oleh kalangan pengelola industri kepariwisataan. Pasalnya, pengusaha yang juga anggota Komisi X DPR-RI ini pernah mengatakan, salah satu obsesinya yang harus diwujudkan sejak dipercaya menjadi Ketua Umum PHRI beberapa tahun silam adalah memajukan industri kepariwisataan Indonesia. Itu penting karena PHRI harus memiliki tanggung jawab moral memajukan kepariwisataan Indonesia.
"Coba lihat objek wisata di perbatasan. Potensinya bagus. Wisman banyak masuk dari daerah itu, tetapi kenapa hotel dan restoran di daerah perbatasan malah minim? Karena itu, PHRI harus berperan memajukan kepariwisataan di perbatasan. Kenapa? Karena kepariwisataan Indonesia harus maju dan bisa menyejahterakan rakyatnya," ujar sarjana manajemen dari Universitas Cornel, New York, AS (1979), dan sarjana ekonomi Universitas Indonesia (1984) ini.
Sekarang Yanti Sukamdani, yang juga menjabat Vice-President ASEAN Hotel and Restaurant Association (AHRA), mendapat tantangan baru menyusul kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk membangun sarana perhotelan dan restoran di perbatasan. Tantangan itu pun tengah dikerjakan, melibatkan pemerintah daerah dan semua jajaran dan mitra kerja PHRI di daerah.
"Saat ini kami gencar membangun ribuan kamar hotel di Bintan," kata putri sulung pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono ini. Menurut Yanti, Bintan dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Brunei. Kedekatan itu menyebabkan Bintan sering kewalahan menampung luapan wisman. Apalagi, tahun depan ada event balapan F1 di Singapura. Itu pasti akan menyebabkan Bintan butuh banyak room night.
"Untungnya kami sudah mengantisipasi itu dengan membangun ribuan kamar hotel baru," kata Yanti. Dia menambahkan bahwa pembangunan kamar hotel dan restoran baru juga tengah dikerjakan PHRI di Entikong-Tebedu, di perbatasan Manado-Filipina, dan daerah perbatasan lainnya. (Ami Herman) |
|