Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Wisata 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KOPI TARIK UNGARAN
Menyatukan Beragam Komunitas
dalam Aroma Rempah
JALAN-JALAN KE CHINA
Melelahkan tapi Mengasyikkan
JALAN-JALAN KE CHINA
Paket Wisata dan Kota Tanpa Sepeda Motor
JALAN-JALAN KE CHINA
Menjual Daya Tarik Kompleks Olahraga
KERJA SAMA
SIA Dukung Promosi Pariwisata Indonesia
DINAMIKA DESTINASI PARIWISATA
Saka Pariwisata dan
Pokdarwis Dongkrak Turisme Jabar
Jaguar, Lengkapi Koleksi Kucing Besar Lima Benua di TSI
Pertamina Peduli Konservasi Terumbu Karang
DINAMIKA DESTINASI PARIWISATA
Saka Pariwisata Potensial
Bangkitkan Turisme Indonesia
Kemenakertrans Bangun
Jalan Poros 177 Kilometer
KESENIAN
Jangan Biarkan Angklung
Menjadi Aset Negara Lain
Zivanna Letisha
Promosikan Potensi
Seni Budaya Indonesia
arsip  
BENCANA ALAM
Banjir dan Longsor
Landa Aceh dan Jambi
Hotel Ibis, Surabaya
Tamu yang Berpuasa Leluasa
Menikmati Tujuh Takjil
GUGATAN BANJIR
Sidang Hadirkan
Pakar Bencana Alam
arsip  
 
 
KEPARIWISATAAN
PHRI Punya Tanggung Jawab Moral


Kamis, 8 Mei 2008
Siapa sosok pengusaha yang dikenal gencar memajukan industri kepariwisataan di Tanah Air? Jangan heran jika pertanyaan itu akan dijawab oleh para Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia) di daerah-daerah dengan menyebut satu nama saja, yakni Yanti Sukamdani!

Wajar jika perempuan energik kelahiran Jakarta, 54 tahun lalu, ini dibanggakan, terutama sekali oleh kalangan pengelola industri kepariwisataan. Pasalnya, pengusaha yang juga anggota Komisi X DPR-RI ini pernah mengatakan, salah satu obsesinya yang harus diwujudkan sejak dipercaya menjadi Ketua Umum PHRI beberapa tahun silam adalah memajukan industri kepariwisataan Indonesia. Itu penting karena PHRI harus memiliki tanggung jawab moral memajukan kepariwisataan Indonesia.

"Coba lihat objek wisata di perbatasan. Potensinya bagus. Wisman banyak masuk dari daerah itu, tetapi kenapa hotel dan restoran di daerah perbatasan malah minim? Karena itu, PHRI harus berperan memajukan kepariwisataan di perbatasan. Kenapa? Karena kepariwisataan Indonesia harus maju dan bisa menyejahterakan rakyatnya," ujar sarjana manajemen dari Universitas Cornel, New York, AS (1979), dan sarjana ekonomi Universitas Indonesia (1984) ini.

Sekarang Yanti Sukamdani, yang juga menjabat Vice-President ASEAN Hotel and Restaurant Association (AHRA), mendapat tantangan baru menyusul kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk membangun sarana perhotelan dan restoran di perbatasan. Tantangan itu pun tengah dikerjakan, melibatkan pemerintah daerah dan semua jajaran dan mitra kerja PHRI di daerah.

"Saat ini kami gencar membangun ribuan kamar hotel di Bintan," kata putri sulung pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono ini. Menurut Yanti, Bintan dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Brunei. Kedekatan itu menyebabkan Bintan sering kewalahan menampung luapan wisman. Apalagi, tahun depan ada event balapan F1 di Singapura. Itu pasti akan menyebabkan Bintan butuh banyak room night.

"Untungnya kami sudah mengantisipasi itu dengan membangun ribuan kamar hotel baru," kata Yanti. Dia menambahkan bahwa pembangunan kamar hotel dan restoran baru juga tengah dikerjakan PHRI di Entikong-Tebedu, di perbatasan Manado-Filipina, dan daerah perbatasan lainnya. (Ami Herman)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i