Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Puisi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
Puisi Puisi
Eka Fendri Putra
Puisi Puisi
Noor Sam
Puisi-Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Noor Amanah
Puisi-puisi
Noorsam
Puisi Puisi
Faidil Akbar
arsip  
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
arsip  
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
arsip  
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ
Budaya Sepekan
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (KGJ)
arsip  
 
 
Puisi Puisi
Slamet Rahardjo Rais




ROMANTISME SUARA

sayup suara dzikir diterbangkan 
aku mengenal abjad matahari, "Sejak lama
aku ingin menjelma menjadi sungai 
mengawan dan meneteskan hujan!"

suara kebajikan menolak keputusasaan
sedemikian bertingkah di jalan berliku 
saatnya bagimu dalam suratkepercayaan iman
meneteskan rasa ihlas tak memilukan 

soal pertautan mataair dan hujan
sawahladang dan pintujendela
tak mungkin tanpa bacaan 
sampai menarakubah memasuki cakrawala

                         * bogor, 2006/2007

SELALU AKU YANG DISURUHNYA

aku sendiri yang berangkat 
mengaruskan ihlas memijar 
rasanya tubuhku juga penuh sejumlah hiasan 
bersolek atas sederetan kebanggaan 
hitungan kehendak 
sebuah pertaruhan memang sangat melelahkan
kaki bagaimana pun 
diberangkatkan ada yang menunggu

bahwa kebebasan terkadang 
kumpulan kecemasan
seperti isyarat rembulan yang memucat
tak mengapa kehendak 
digelantungkan di kakinya
bersamaku dalam barisbaris saling berkejaran 
biasanya tak seorang pun 
yang merasa bersalah atau berdosa
sebab memang tak sampai selesai 
membaca makna dirinya 

tetapi dalam kegelisahan 
memuncak ada semacam 
tuduhan seakan hanya 
aku saja yang disuruhnya
agar bersedia menggumpalkan diri sendiri
sebenarnya percakapan bisa mengalir ramah, 
"Milik kita 
atau bukan sebainya 
membersihkan bacaan pikiran!"

                           * jkt, 2006/2007 

SIAPA LAGI YANG MESTI TERTANGKAP 

lihatlah dengan saksama 
setiap jaring waktu 
catatan sungai sungai 
dan nyanyian ladang ladang
sekarang tertangkap 
menjadi milikmu berjuta kata
namun tak mungkin 
kalimat yang singgah 
tanpa sebuah rumah 
begitu saja ditendang 
berceceran sampah 
memenuhi sembarang tempat

ingin menemukan kelopakbunga 
bermekaran
rasanya bukan di atas ranjang 
ruang dengkurmu
menjelaskan lalulalang 
sebenarnya ruh kejadian

serpihan jejak 
yang engkau tinggalkan
mungkin menjadi milik orang lain
sesuatu yang ditaklukkan sempurna
seluruhnya adalah kesadaran mengembara
dan biasakan belajar menghafal 
abjad dan isyarat
atas luas petanama 
dari mereka yang tertangkap

            * bogor-jakarta, 2005/2006 

SEBUAH JASIRAH 

selalu ketika aku menyeberangkan tidurmalam
luruh bersama bungabunga yang terbentuk 
garis keindahan warnasayap kupukupu 
kumpulan yang berterbangan dalam sebuah percintaan 
mengarungi sekian jauh jalanraya di udara 
dan hinggap di atas oranye flamboyant lekat dahan 
akhirnya sampai kepada sebuah jasirah yang amat setia
menyimpan doataubatku yang terbungkus rapih, "Ampunan-MU meminta luas menyebar di semua pancaindera. Rindangkan di atasnya 
tamankota seluas semakbelukar yang dihinakan.
 
                                                jkt, 2006
 
MENANGKAP BENTUK MAINAN

daundaun bersama reranting nampak asyik menari
di atas mainan gending ladangladang terbuka
waktu saat itu membingkai lembaran kertasraksasa 
ditulisi notasi nyanyianmusim yang selalu mengembara
semacam untaian bunga berjalan di atas kasihsayang
lalu membaringkan anakanak di dadanya 
menikmati tarian angin melalui luas angkasa
siapa pun boleh memintanya sebagai jendelahiasan
bertebarkan lembutsuara "Subhanallah, Subhanallah!"



LINTASAN MENGOMBAK
 

menggali tubuhruang ketika lintasan mengombak 
matatelingamu tak lagi mengenali suaramu sendiri 
sehingga bisa juga terjadi tubuhorang yang tergali 
tandatanda jalanan sudah menggiringmu tersesat 
kamar pun tak mampu mengendapkan lukaluka
mungkin debu yang berterbangan menyatukan tubuhmu mendebu seluruhnya sebagai yang terpelanting 
tiba-tiba yang bersapa di seberang jalan 
suara seseorang dari balik halte, 

"Suara siapa lagi sedang mengerang?" 
 
                          jkt, stasiun ka senen : 2007/2008 

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i