Presiden Undang Pakar Energi
Selasa, 3 Juni 2008
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang para pakar energi yang berasal dari beberapa universitas ternama di Indonesia.
Pada pertemuan pukul 14.00 WIB di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin, Presiden mengundang 62 orang yang terkait dengan pengembangan energi alternatif. Menurut daftar undangan, hadir antara lain beberapa dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ahli dalam bidang pengembangan energi surya, bahan bakar nabati, dan energi terbarukan lainnya.
Dalam daftar undangan juga diundang Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto, Rektor ITB Djoko Santosa, Rektor ITS Priyo Suprobo, dan Rektor UGM Sudjarwadi.
Selain itu, hadir Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Hilmi Panigoro dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Said D Jenie.
Lia Eden Dituding
Melakukan Provokasi
JAKARTA (Suara Karya): Anggota Komisi III DPR Nursyamsi Nurlan menuding pemimpin kelompok Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden, Lia Eden, melakukan aksi provokasi melalui penyebaran surat kecaman dan penistaan kepada sejumlah anggota DPR.
"Saya minta Kapolri untuk menindaklanjuti masalah ini," ujar Nursyamsi Nurlan kepada wartawan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (2/6).
Menurut anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD) itu, Lia Eden telah melakukan penistaan terhadap agama Islam dan pemutarbalikan isi Al Qur'an melalui penyebaran surat kepada anggota DPR. Nursyamsi kemudian menunjukkan surat yang dikirim Lia Eden yang berlogo God`s Kingdom Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden yang beralamat di Jl Mahoni No 30, Jakarta Pusat.
Surat tertanggal 23 Mei 2008 itu juga disertai ancaman bila pemerintah melarang Ahmadiyah, maka bencana lumpur Lapindo akan terjadi di Muara Enim (Sumatera Selatan) setelah sebelumnya terjadi di Sidoarjo (Jawa Timur). Menurut Nursyamsi, Lia Eden mengatasnamakan dirinya sebagai Tuhan yang menurunkan wahyu. "Ini sudah merupakan penistaan terhadap agama Islam karena menganggap diri sebagai Tuhan," katanya. (Rully)
Akbar: Partai Lokal Lebih Unggul
JAKARTA (Suara Karya): Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung berpendapat, perolehan suara partai lokal (parlok) pada Pemilu 2009 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan lebih unggul dibanding partai nasional (parnas), karena lebih fokus mengangkat isu-isu lokal.
"Persaingan partai lokal dan partai nasional pada pemilu mendatang akan ketat, tapi saya menilai suara partai lokal akan lebih unggul," katanya kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, menanggapi keberadaan parlok di Aceh yang juga akan ikut Pemilu 2009.
Kelebihan partai lokal menghadapi pemilu mendatang karena lebih fokus untuk mengangkat isu-isu lokal, sementara partai nasional selain mengangkat isu lokal, juga menyuarakan isu-isu nasional yang diprediksi kurang menarik bagi masyarakat. (Victor AS/Ant)
|
|