Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Rupa - Rupa 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Yoga Membuat Suasana
Makin Romantis di Ranjang
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Hobi Nonton Film Porno, Normalkah?
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Ketika Kita Harus
Siap Menghadapi Persaingan
PERUSAHAAN KEUANGAN
Calon Direksi Baru Eurocapital Diuji
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Pengendalian Emosi Kunci Kebahagiaan
Romantika Kehidupan
Ikhlas ketika Sedang Tidak Ikhlas
Romantika Kehidupan
Kenapa Kita Senang Berbohong?
Romantika Kehidupan
Kiat agar Kita Rajin
Beribadah di Bulan Ramadhan
Romantika Kehidupan
18 Kekeliruan Umat Islam
di Bulan Ramadhan
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Sikap Iri Hati
Membawa Banyak Penyakit
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Gaya Hidup Mewah Mengantarkan
Seseorang Jadi Koruptor
Romantika Kehidupan
Memahami Perbedaan Tujuan Hidup
arsip  
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Yoga Membuat Suasana
Makin Romantis di Ranjang
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Hobi Nonton Film Porno, Normalkah?
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Ketika Kita Harus
Siap Menghadapi Persaingan
PERUSAHAAN KEUANGAN
Calon Direksi Baru Eurocapital Diuji
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Pengendalian Emosi Kunci Kebahagiaan
Romantika Kehidupan
Ikhlas ketika Sedang Tidak Ikhlas
arsip  
OedipUs Complex
Ketika Pria Mencintai
Wanita Lebih Tua
HASIL PENELITIAN
Remaja Wanita Suka Pria Lebih Tua
KEPENDUDUKAN
Seks Pranikah
Remaja Indonesia 45 Persen
arsip  
 
 
ROMANTIKA KEHIDUPAN
Ketika Nilai-Nilai Agama Dikesampingkan


Sabtu, 5 Juli 2008
Dalam rutinitas kehidupan saat ini terkadang saya melihat hidup yang sudah tidak manusiawi lagi, atau orang menyebutnya jaman yang sudah gila.

Sebenarnya manusia saat ini memang sedang melakukan pembangunan, revolusi, evolusi dan semua menuju suatu kehidupan yang lebih baik. Tapi saat ini yang terjadi adalah pengerusakan yang dilakukan secara gotong-royong.

Sungguh menyedihkan melihat situasi seperti ini, terutama di kota besar, semua orang berlomba untuk mencari materi, kekayaan, kesuksesan, semua saling bersaing tidak sehat saling menjatuhkan sungguh tindakan yang kurang terpuji.

Kenapa saat ini kejadian seperti yang saya gambarkan di atas terjadi? Karena saat ini manusia cenderung mengesampingkan nilai-nilai agama, manusia hidup dalam keadaan mengikuti egonya sendiri-sendiri.

Agama dalam pembahasan etimolog atau tata bahasa yaitu A = tidak dan gama = kacau, yang secara keseluruhan berarti tidak kacau.

Tetapi saat ini kita sering mengesampingkan peranan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari.

Padahal Agama adalah kontrol yang baik dalam mengendalikan kelakuan manusia yang cenderung melupakan norma-norma. yang ada.

Agama adalah alat kontrol diri kita membuat kehidupan lebih baik. Karena semua agama yang ada mengajarkan tentang kebaikan.

Saat agama tidak ada dalam kehidupan kita, diri kita menjadi tidak terkendali, kita tanpa agama dan rasa keimanan terhadap Tuhan, manusia akan bertindak seperti hewan, dapat kita lihat contoh dimana seorang anak dapat membunuh orang tuanya, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan tindakan brutal yang tidak manusiawi lainnya.

Hampir setiap hari dalam acara berita kriminal, tindak kriminal yang semakin sadis, dan tidak terkendali, manusia adalah makhluk itu adalah ajaran yang diterapkan dalam agama, dan sebagai makhluk yang harus bertaqwa dan mengabdi kepada dzat pencipta, sebagai bentuk pengabdian mahkluk kepada Tuhannya.

Tujuan adanya agama adalah menciptakan kehidupan yang lebih baik antara hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Menurut pengamanatan saya, seorang yang taat beragama memiliki kepribadian yang menyenangkan, dan dapat menjalani hidup dengan lebih baik, tenang, dan terarah.

Dan kecenderungan orang yang beragama untuk menggapai sukses dan kebahagian hidup lebih besar. Karena mereka memiliki keyakinan yang kuat, dan memiliki faktor pendorong atau motivasi yang lebih baik.

Dibanding dengan seorang yang melupakan agama, mungkin hidupnya memilikii semua kebutuhan hidup, tetapi belum tentu mereka memiliki kebahagiaan, orang yang jauh dari agama akan terus merasa kekosongan diri.

Dalam keadaan saat ini dalam kehidupan yang lebih keras, dalam kehidupan materalistik, mari kita menanamkan kembali nilai-nilai dan norma-norma agama dalam diri kita untuk mencapai mencapai kesuksesan kehidupan di dunia....

"Agama adalah obat dari segala penyakit social saat ini, dan solusi dalam kekacauan hidup kita"

Dalam perenunganku, mencari obat untuk masalah sosial saat ini tidak ada jalan lain kecuali kembali memahami nilai-nilai agama. Dengan mencermati nilai-nilai agama, Insya Allah, beragam problem sosial yang membelit kehidupan akan terbuka jalan pemechananya. Pasti itu! ***

(Ami Herman/dikutip dari hasil paparan inspirator Erwin Arianto
yang disebarluaskan melalui milis Radio Prambors, Jakarta, baru-nari ini)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i