PASUKAN PERDAMAIAN Tiga Kontingen Garuda Diberangkatkan ke Lebanon
Selasa, 18 Nopember 2008
JAKARTA (Suara Karya): Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso memberangkatkan sekaligus tiga Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI ke Lebanon dalam suatu upacara militer, di Plasa Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (17/11).
Ketiga kontingen yang akan tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tersebut terdiri dari Batalyon Infanteri Mekanik Konga XXIII-C beranggotakan 850 orang, Konga XXV-A beranggotakan 75 orang Unit Polisi Militer, Konga XXVI-A beranggotakan 200 orang dan 11 anggota staf UNIFIL. Sehingga jumlah seluruhnya 1.136 prajurit TNI.
Pasukan tersebut akan diberangkatkan ke Lebanon menggunakan pesawat Malaysia Airlines dalam empat sorty. Pada sorty pertama akan diberangkatkan hari Selasa (18/11) sebanyak 270 orang yang terdiri dari 95 orang anggota Konga XXVI-A, 74 orang anggota Konga XXV-A, 11 orang Staf Wilayah UNIFIL dan 90 orang anggota Konga XXIII-C. Sisanya akan diberangkatkan pada tanggal 20/11, 2/12 dan 4/12/2008.
Sementara itu, anggota Konga XXIII-B yang akan segera berakhir masa tugasnya, akan digantikan oleh anggota Konga XXIII-C. Kepulangan anggota Konga XXIII-B ke Tanah Air akan menggunakan pesawat yang sama.
Waspada di Kongo
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai memimpin upacara tersebut menjelaskan, selain pengiriman pasukan TNI ke Lebanon yang telah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu, masih ada permintaan-permintaan lain dari PBB seperti misalnya Satgas Laut. "Permintaan ini rencananya akan dilaksanakan 2009 disesuaikan dengan adanya dukungan atau tidak untuk menyiapkan kapal-kapal kita di sana," ujarnya.
Sementara itu, menyikapi kondisi di Kongo yang makin memanas akhir-akhir ini, Panglima menyatakan, yang pertama mencermati perkembangan situasi di Kongo sebaik mungkin dan meningkatkan kewaspadaan. Selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan pasukan PBB yang ada di Kongo dan juga pemerintah setempat. "Sejauh ini pelaksanaan tugas (TNI) di Kongo berjalan dengan baik," ucapnya.
Berbicara mengenai penugasan TNI pada misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, menurut Panglima, hal ini merupakan kepercayaan dunia internasional terhadap negara Indonesia. "Ini merupakan kehormatan serta kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi TNI," ujarnya.
Dia mengatakan, peran TNI dalam operasi pemeliharaan perdamaian selalu mendapat penilaian positif dari dunia internasional. Demikian pula keberadaan pasukan TNI pada misi PBB di Lebanon selama satu tahun ini, mendapat penilaian positif baik dari masyarakat, pemerintah Lebanon maupun dari PBB.
Keberhasilan tersebut, telah mendorong PBB untuk kembali meminta pemerintah Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna membantu menciptakan perdamaian di Lebanon. "Untuk menanggapi permintaan PBB tersebut, TNI telah menyiapkan Satgas Polisi Militer TNI dan Satgas Force Head Quarter Support Unit TNI, dengan sangat serius melalui seleksi penerimaan, pelatihan dan pembekalan pratugas sesuai dengan yang dipersyaratkan PBB," kata Panglima.
Labih lanjut ditegaskan, tergabung dalam penugasan misi PBB adalah merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi setiap prajurit TNI, karena tidak setiap prajurit TNI memiliki kesempatan seperti itu.
"Namun perlu diingat, penugasan ini juga merupakan suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri, keluarga, satuan, nusa, bangsa dan negara serta kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. (Seno A)
|
|