Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Sebagian Warga Bertahan di Pengungsian
KABUPATEN BARRU
Ada Racun Tikus
di Makanan yang Tewaskan 8 Warga
JAWA BARAT
Pelabuhan Peti Kemas
Lebih Layak Dibangun di Indramayu
PARIWISATA
Pesta Danau Toba Kali Ini Berbeda
KOTA KUPANG
Pembangunan Rumah Murah
Terkesan Asal Jadi
SURABAYA
Oknum Polisi Kepergok
Akan Curi Mobil Dokter
LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Pengungsi Mulai Tinggalkan Penampungan
KOTA SOLO
Bus Rapid Transit Diluncurkan
PANTURA BREBES
Pasar Tumpah Masih
Jadi Biang Kemacetan
SUMATERA UTARA
Jelang Lebaran, Semua Guru
Swasta Dapat Dana Insentif
KERACUNAN MAKANAN
Jauh dari Rumah Sakit,
8 Warga Tak Tertolong
BENTROK POLISI-WARGA
Delapan Tewas, Suasana
Kota Biau Masih Mencekam
arsip  
 
 
UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI
Bangkrut, Kantin Kejujuran Akhirnya Ditutup


Rabu, 31 Desember 2008
TULUNGAGUNG (Suara Karya): Melakukan upaya pencegahan korupsi ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Bermaksud mencegah perilaku korupsi sejak dini, SMU Negeri 01 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, membuka sebuah kantin kejujuran. Sayangnya, baru 20 hari pascapembukaan, kantin kejujuran tersebut telah mengalami kebangkrutan.

Modal yang ditanamkan di kantin tersebut tidak kembali sama sekali, apalagi mendapat untung. Seorang siswa kelas III IPA yang enggan disebutkan namanya, di sekolah itu, Senin (29/12) lalu, menceritakan, tidak sedikit teman-temannya yang berbuat "nakal" dengan mengambil keuntungan dari kantin yang tidak dijaga itu.

Kondisi ini membuat pihak sekolah menutup kantin yang disponsori pihak kejaksaan tersebut. Penutupan itu tidak diberi tahu hingga kapan, tapi sifatnya memang sementara. Keberadaan kantin kejujuran ini ternyata dimanfaatkan siswa-siswa yang nakal. Siswa yang tidak jujur dengan leluasa mengambil makanan dan minuman tanpa harus membayar.

"Kalau pun membayar, biasanya oknum siswa ini mengambil kembalian dengan jumlah uang yang tidak sesuai. Dalam evaluasi, modal awal sebesar Rp 1.500.000 hanya kembali sebesar Rp 90.000. Ini yang menjadikan kantin kejujuran ini harus ditutup untuk sementara," ujar siswa itu.

Perlu diketahui, kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu ini dibuka pada 9 Desember 2008. Pembukaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Selain kejaksaan dan muspida setempat, Bupati Tulungagung Heru Tjahjono beserta seluruh jajaranya menyempatkan hadir dalam acara ini. SMUN 01 Boyolangu rencananya menjadi pilot projek kantin kejujuran sekolah se-Tulungagung.

Kepala Sekolah SMUN 01 Boyolangu, Sawari Hadi Siswanto, belum bisa dikonfirmasi. Guru bahasa Inggris sekaligus panitia perlengkapan launching kantin kejujuran yang bernama Arif ini membenarkan jika pelaksanaan kantin kejujuran di sekolahnya belum sesuai harapan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, pada jumpa pers "Kinerja KPK Tahun 2008" di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/ 12), mengemukakan, segera mengevaluasi program warung kejujuran yang telah dirintis KPK di beberapa tempat. Selama ini dia menilai program itu belum maksimal dan diindikasikan terus merugi.

Munculnya kerugian dalam program tersebut disebabkan masyarakat belum terbiasa untuk berbuat jujur tanpa diawasi. Program "warung kejujuran" KPK sudah dilaksanakan sejak 2005. Saat ini setidaknya ada 17 warung kejujuran sudah tersebar di berbagai sekolah di daerah, seperti Riau, Jambi, dan Bali. Setiap orang yang hendak membeli sesuatu di warung ini tinggal melihat daftar harga, memasukkan uang ke kotak dan sekaligus mengambil sendiri uang jika ada kembalian. (Budi Seno)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i