Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Puisi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
Puisi Puisi
Eka Fendri Putra
Puisi Puisi
Noor Sam
Puisi-Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Noor Amanah
Puisi-puisi
Noorsam
Puisi Puisi
Faidil Akbar
arsip  
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
arsip  
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
arsip  
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ
Budaya Sepekan
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (KGJ)
arsip  
 
 
Puisi Puisi Widi Astuti

Sabtu, 3 Januari 2009

         ULANG TAHUN

ulang tahun adalah matinya sekian sel 
di kulit tubuhmu
bertambahnya sekian lembar uban di kepalamu
lalu keriput menyelimutimu
setebal dosa dan laknat di nadimu

ulangtahun adalah hilangnya sekian sel
di sepasang mata dan telingamu
di kedua lubang hidungmu
di decap lidahmu
di hembusan nafasmu
di gerak persendianmu
dan di detak jantungmu

detak jantungmu tinggal sekejap kerdip mata
sesayup pendengaran
dan setawar decap lidahmu

apa yang bisa kausombongkan di depanKu
jika kain kafan membungkus jasadmu
tanah telah menguburmu?
ulang tahun adalah matinya sekian sel
di setiap bagian hidupmu

                                        05/07/2008


     SERATUS JUTA ANGKA

lebih seratus juta angka, ruh dan jiwaku
kau pungut dari hidupku
seratus juta kata kautebar, luluhkan nuraniku
ambillah.
kerna cinta yang berulang kumakamkan
terus menggeliat setiap kubenamkan
relakan segala yang ada
ya, ambillah.
agar tak sakit sakaratul-mautmu
meski tak hirau pada risauku
dan berpaling dari arimata sedihku

lebih seratus juta angka, ruh dan jiwaku
kusatukan dengan seratus juta kata
di sepanjang pematang lukaku

                                        06/10/2008


          S K E T S A

sandal jepit, celana biru lusuh, 
kaus kuning kusut, rambut gondrong,
kulit legam, tubuh kurus,
dan gemerincing uang logam di kamarmu
melintas slalu dalam sketsa kangenku
enggan menepi
meski berkali kuusir pergi

tatap teduh, belai lembut, kecup hangat,
peluk erat, dan cinta yang pekat
menyusup slalu dalam sketsa kangenku
enggan pergi
meski berkali kusuruh menepi

gelak tawa, tangis sedih, suka duka,
engah nafas di langkah terjalmu,
dan perjamuan dengan batas waktu
hadir slalu dalam sketsa kangen dan sedihku
terus di sinimeski berkali kusentak pergi

tapi kangen dan sedihku
slalu berhenti pada sketsa
yang kusimpan rapi di bilik sunyi
kerna telah kubentang tirai
tak boleh wujudkan sketsaku

                                        15/10/2008


     J A N J I

seluruh janji itu kuhimpun
kupajang di dinding kamarku
dengan bingkai kayu jati kualitas satu 
tiap malam kueja dan kuhitung
dengan getar jari dan gigil hati

ada erik jengkerik, dengung nyamuk,
dan cecap cicak, mengetuk jendela dan berseru :
"Berhentilah menangis dan menanti
jangan lagi kauhitung janji,dengan getar hati!"

seluruh janji itu tetap kuhimpun
kupajang di dinding kamarkutiap malam kueja dan kuhitung
dengan getar jari dan gigil hati

                                        22/10/2008

 

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i