Puisi Puisi Widi Astuti
Sabtu, 17 Januari 2009
MIMPI BURUK
kepada siapa kan
kusandarkan cemasku
mimpi-mimpi
buruk telah mengepungku
tak ada celah dan pintu
bahkan 'tuk palingkan wajahku
di sini 'ku terbelenggu
terpaku pada satu titik
'ku berteriak entah pada siapa
sepi. bisu.
'ku tak punya siapa
kepada siapa kan
kusandarkan risauku
mimpi-mimpi buruk
telah menyerangku
tak ada celah dan pintu
'tuk bagkitkan jatuh terpurukmu
'ku berteriak entah pada siapa
sepi. bisu.
kau tak bersuara
15/11/2008
M E N U N G G U
di sini, jalan mulai retak
anak-anak tak lagi
bermain kelereng
tertawa dan berlari
menganggit mimpi
hijau daun dan wangi bunga
gugur demi satu
langit memerangkap
kicau burung
kering dan sepi
di sini, udara yang
kuhisap adalah debu
panas menyengat
matahari membakar asaku
debu menyumbat langkahku
tapi di sini, 'ku tetap menunggu
detak langkah dengan
buah tangan untukku
meski di pusara, padang mahsar,
dan surgaku
20/11/2008
P A K E T
paket yang Kaukirim
telah kuterima
pada tengah malam gulita
sesosok bayang menyelinap
lewat kisi jendela "
Ini untukmu," kataNya
ada cahaya di seluruh tubuhNya
dan sesosok bayang menghilang
begitu saja
paket yang Kaukirim telah kubuka
aneka jenis, bentuk, rupa,
dan warna di dalamnya
"Ini apa, ini juga apa?" tanyaku
sesosok bayang berdiri tegap
di depanku
"Ini adalah dosa dan laknat
yang Kucabut dari nadimu
agar kau bertobat
sebelum terompetKu
hentikan langkahmu
lalu dosa dan laknat
Kususupkan lagi ke jantungmu,"
ia berseru
ada murka tergaris
di sepasang mata
dan sesosok bayang
kembali menghilang
begitu saja
paket yang Kaukirim
kini berdengung
dan berloncatan di sekelilingku
sungkurkan sujud dan tobatku
dalam derai airmataku
16/12/2008
D O A
dengarkan doaku, ya Rabbi :
larungkan benang kusut
di lorong hidupku
dalam jernih air sungai
yang mengalir di dalam rumahku
biarkan berenang ke muara
dan menyelam bebas di samudra
hilangkan gelap di lorong waktuku
dengan putih cahaya matahari pagi
yang tiap hari menyinari rumahku
biarkan berkecipak
hingga datang pagi lagi
limpahkan rahmad dan kasihMu
di seluruh detak ruh dan hidupku
dan di tiap luka, yang bertahun
menguburku
biarkan berteduh di sisa waktu
hingga tertidur di ajalku
18/12/2008
T A K D I R
andai bisa kuubah takdirku
tak kan ada perjumpaan
di mana kita berlayar
di laut hitam
jahanam telah merobek layar
perahu pun tenggelam
gelap di laut, badai menggelegar
tanganmu lepas dari genggam
aku pun terdampar
andai bisa kuubah takdirku
tak kan ada kehilangan
hingga datang mata api itu
hentikan pencarian
ke pulau-pulau dan batu karang
tapi takdirku adalah jalanku
susah payah kuhapus jejak
'tuk berdiri tegak pada kiniku
18/12/2008
|
|