| |  | | | | AGRESI MILITER Israel Kembali Gempur Gaza
Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran.
Selasa, 3 Februari 2009
JERUSALEM (Suara Karya): Sejumlah jet tempur Israel kembali melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza, dengan menggempur satu markas polisi milik pemerintah Hamas. Serangan lainnya melukai dua warga Palestina.
Saksi mata mengatakan, beberapa pesawat tempur F-16 Israel terbang di atas wilayah Jalur Gaza tengah, dan menembakkan satu rudal ke arah markas polisi milik Hamas. Markas polisi itu rusak total, tapi tak ada laporan mengenai korban.
Serangan pesawat tempur Israel terhadap markas polisi Hamas itu terjadi beberapa jam setelah delapan peluru mortir dan roket rakitan ditembakkan dari Jalur Gaza ke permukiman Israel.
Tak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mortir dan roket itu. Namun, Israel menuduh Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, yang bertanggung-jawab atas serangan tersebut.
Israel berikrar akan membalas serangan tersebut. "Kami telah mengatakan jika ada tembakan roket lagi ke bagian selatan negeri ini, akan ada pembalasan setimpal dan gencar," kata Perdana Menteri Israel Ehud Olmert.
Sebelumnya, penduduk Jalur Gaza mengakui bahwa mereka telah menerima peringatan. Semua warga yang tinggal di daerah dekat perbatasan antara kota kecil Rafah di Jalur Gaza dan Mesir harus pindah ke bagian utara kota kecil tersebut.
Di Teheran, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyerukan pemboikotan barang-barang Israel sebagai upaya untuk mendesak negara Yahudi itu agar tidak melancarkan lagi serangan militer terhadap rakyat Palestina.
Selain menyerukan boikot barang-barang Israel, menurut situs kepresidenan Iran, Senin, Ahmadinejad juga mendesak pemimpin rezim zionis itu diadili atas kejahatan perangnya di Gaza.
"Zionis yang kalah tidak akan berhenti menyerang, bahkan dalam situasi ini mereka kemungkinan akan menyerang kembali," kata Ahmadinejad seusai bertemu dengan pemimpin Hamas Khaled Meshaal di Teheran.
Meshaal juga bertemu dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam kunjungan pertamanya ke Republik Islam itu sejak perang Gaza. Iran adalah pendukung kuat Hamas dan tidak mengakui Israel.
Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah melakukan agresi militer selama 22 hari sejak 27 Desember 2008, yang menewaskan sedikitnya 1.300 warga Palestina, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang lainnya cedera. Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas.
Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan rumah hancur terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dolar.
Penghentian serangan Israel dilakukan setelah negara Yahudi tersebut memperoleh janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, hal utama yang dituntut Israel bagi penghentian perang. Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.
Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas. (AP/Ant/Hasyim)
|
| |
|
|