SAJAK-SAJAK BENI SETIA
Sabtu, 7 Februari 2009
Ketika Hujan Reda
ketika hujan reda
kita terbujur kaku
dalam selimut beku
membungkam dalam kelam
menyimak gemuruh sungai
bagai penis dijejali darah + syahwat
mendengar desis desir sisa banjir
menggelisir di sela-sela rumput
- mengajak ke tanah janjian di muara
sehingga seluruh kubur terbuka
dan tulang-tulang mencari kulit
ke laut.- seperti batu berbaju lumut di kali
ketika hujan reda
syahwat terusik
berjam-jam masturbasi di siksa aroma vagina
RAJA TURUN TAHTA
para raja turun tahta
menyeberangi sabana
meninggalkan istana mencari mahagua
babat alas. menyibak
mimosa + alang-alang
agar sampai di pusat hening. jagat alit
seperti maharaja rahwana: menyusuri
celah payudara + selangkangan
lantas berkelajat dalam kawah vagina
berbusa. berbusa-busa ia bersabda:
"tak ada kekuasaan + kekayaan
yang bisa membeli sensasi tranced orgasme"
yang mahaputih merasuki uterus. mencari
Allah dalam gema mantra mula-jadi
- lalu surut dalam sedu-sedan ibadah zinah
rabi, kawini aku - kawini aku...
JANGAT MEMPERTEMUKAN KITA
jangat mempertemukan kitasyahwat, seperti penenun,
menjalin syaraf ke dalam kain orgasmus
kita meliuk. tangkai bunga dicumbu
kupu-kupu. kita mengejang
lidah gulung mencuil inti putik. kontraksi
koridor terlubrikasi, pintu uterus terbuka
laboratorium fusi nuklir suhu tubuh
dipicu lentik kipas aqualung. terengah-engah
alpa - dibungkus orgasmus. alpa akan
mantra + yang bermantra
kota dibangun dalam secret lubrication mission
pesta manunggaling para kawula
tuna gusti. tanpa gusti
dalam piramida ilusi di oase fatamorganik
SAJAK GERABAH
Saya terbuat dari lempung - sayang tak
dibakar agar menjadi guci porselin antik
Saya cuma daging dan pengharapan purba
Semangat yang mendorong leluhur
meninggalkan daratan, semangat
yang mendamparkan di rawa metamorposa
Berhemat dan bekerja keraslah, katanya. OK!
Setelah itu apa? Membakar dupa
dan menyediakan sesaji? Mempertahankan silsilah?
Tapi kenapa sunyi? Tapi kenapa ditinggal sendirian?
|
|