Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Puisi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
Puisi Puisi
Eka Fendri Putra
Puisi Puisi
Noor Sam
Puisi-Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Noor Amanah
Puisi-puisi
Noorsam
Puisi Puisi
Faidil Akbar
arsip  
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
arsip  
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
arsip  
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ
Budaya Sepekan
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (KGJ)
arsip  
 
 
Sajak Sajak
Sunaryono Basuki Ks:


Sabtu, 14 Februari 2009

     DI PUNCAK EIFFEL

tak terdengar deru angin
di lingkaran tertutup ini
hanya peta jarak
tergambar di dinding
antara Eiffel dan San Francisco
sampai Jakarta
24.000 km terbentang
antara dua titik
yang bergoyang-goyang di puncak ini
tak terdengar deru angin
hanya isak
akan masa yang lepas
dari tangkap
haruskah kita melangkah terus
seperti ini
dari satu titik ke titik lain
dalam peta bumi
yang tercantyum di puncak Eiffel
siapakah dapat menjawab
teka-teki?


     DI ATAS SAJADAHKU 

Tidakkah kau begitu kasih padaku
di atas sajadah ini
kau deraskan terangMu
kau dendangkan merduMu
kau riwayatkan sukacita

Aku telah menemukan hamparanMu
dalam kasihMu
yang mempertumukan tenang dan gelap
yang mendekatkan timur dan barat
telah kuedari bumi
dan melihat senyumMu
yang selalu membimbingku
telah kulangkahkan hidup
dan kutadahkan tanganku
menerima riwayat
yang Kau kisahkan padaku
tentang Ophelia
alangkah kokoh tanganMu
menggumpal-gumpalkan pasir
yang merupa wajahku

                                   Jakarta. Subuh


     DI ATAS KLM LEONARDO DA VINCI

di bawah langit lazuardi
tersapu warna magenta
menyala di kaki pesawat
di cakrawala
kulihat senyumku
di lautan kapas
kudengar napasmu
di deru pesawatku
kudengar isakmu
aku sedang melangkah
menjauh dari kisah nyata
tentang perpisahan
yang tak pernah sengaja kita kehendaki
tak kuasa kita sesali
jangan kita menangis lagi karena perpisahan
sebab langit dan bumi tiada batas
yang nampak hanyalah angan-angan
jangan kita menangis lagi 
karena fajar telah tiba
menyingkap gelap yang ditinggalkan pesawat
sekarang dapat kita pandang tanpa berkedip
masa yang mengalir

                                   Schipol, Amsterdam


          SELAMAT TIDUR

selamat tidur kuucapkan padamu. 
Ketika aku bangun pagi
di tingkat enam Rue Raymond Losserand
dari jendela cahaya pagi
membayang dalam kaca berembun
sebuah taman terhampar
di antara menara
orang melintas bus melintas
selamat tidur kehendakku 
letakkan kepalamu di dadaku
agar kau dapat impikan
bayang-bayang
agar kau dapat nikmati
bayang-bayang
agar kau dapat dekap
bayang-bayang
agar kau dapat cecap
bayang-bayang

hidup hanyalah melangkah
dalam bayang-bayang
Paris
 

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i