Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Puisi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
Puisi Puisi
Eka Fendri Putra
Puisi Puisi
Noor Sam
Puisi-Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Noor Amanah
Puisi-puisi
Noorsam
Puisi Puisi
Faidil Akbar
arsip  
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
arsip  
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
arsip  
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ
Budaya Sepekan
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (KGJ)
arsip  
 
 
Puisi Puisi Timur
Sinar Suprabana


Sabtu, 28 Februari 2009

          sajak kembang Hati
: sby bergitar dan berdendang di angkasa

kembangHati negeri
di mana kini
cuma sedang sembunyi
ataukah benar memang telah pergi
:merunut jalan mimpi
berujung di mati
kerna berlama tiada berani
menempuh hidup tanpa Tapi

kembangHati negeri
bungabunga cinta pucatpasi

di Sini
dari hari ke hari
rakyat tak lagi punya Pasti

mengapa tapi Tuan belum juga henti
bergitar dan bernyanyi


bahkan di angkasa sunyi

                         * semarang. agustus 2008


     sajak kembang Hari

tiada kini Hari
bahkan tiada pula hati

hari pergi Hilang
diperdaya jalan pulang

hati terjerat riwayat
berpaling dari Urat

menjadi tanpa Hari
dan tak berhati

kita mati
:juga Negeri

                    * semarang. agustus 2008


sajak kembang Bimbang

mekar gemetar
kembangBimbang
:engkau hilang kabar
diri rindu Teranggugus mega
tua kelabu
:menghuni pandangmata
bararak ragu

cintaku di garistangan
siapa memetakannya
:lupa menoktahkan harapan
jadi angin tanpa nama

abadi
mengembara
:gembira
sedihsepi

Mencari negeri!

                     * semarang. agustus 2008


sajak kembang Senyum

tiada senyum
banar sampai meranum
segala Pahit terkulum
:meleset seluruh nujum
tiada bintang
benar sampai cerlang
segala Jerit jadi dendang
:bungkam seluruh dentang

tiada harap
benar sampai lengkap
segala Cewa memerangkap
:pucat bagai tiada kan senyap

kekasih
kekasih
kekasih

                    * semarang. agustus 2008


sajak kembang Malam

garam
sunggguh cuma Garam
yang dimau genggam

buat melezatkan Geram

biar paras tak muram
biar pandang tak buram
biar langkah tak lebam
biar tiada kata terperam

buat mengenyahkan suam!

* semarang, agustus 2008
RALATbr> Puisi-puisi yang dimuat halaman sastra Suara Karya edisi Sabtu (21/2) adalah karya Eka Fendri Putra, bukan karya Widi Astuti sebagaimana tertulis. Demikian ralat ini disampaikan.

Redaksi.

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i