| |  | | | | Puisi Puisi Timur Sinar Suprabana
Sabtu, 28 Februari 2009
sajak kembang Hati
: sby bergitar dan berdendang di angkasa
kembangHati negeri
di mana kini
cuma sedang sembunyi
ataukah benar memang telah pergi
:merunut jalan mimpi
berujung di mati
kerna berlama tiada berani
menempuh hidup tanpa Tapi
kembangHati negeri
bungabunga cinta pucatpasi
di Sini
dari hari ke hari
rakyat tak lagi punya Pasti
mengapa tapi Tuan belum juga henti
bergitar dan bernyanyi
bahkan di angkasa sunyi
* semarang. agustus 2008
sajak kembang Hari
tiada kini Hari
bahkan tiada pula hati
hari pergi Hilang
diperdaya jalan pulang
hati terjerat riwayat
berpaling dari Urat
menjadi tanpa Hari
dan tak berhati
kita mati
:juga Negeri
* semarang. agustus 2008
sajak kembang Bimbang
mekar gemetar
kembangBimbang
:engkau hilang kabar
diri rindu Teranggugus mega
tua kelabu
:menghuni pandangmata
bararak ragu
cintaku di garistangan
siapa memetakannya
:lupa menoktahkan harapan
jadi angin tanpa nama
abadi
mengembara
:gembira
sedihsepi
Mencari negeri!
* semarang. agustus 2008
sajak kembang Senyum
tiada senyum
banar sampai meranum
segala Pahit terkulum
:meleset seluruh nujum
tiada bintang
benar sampai cerlang
segala Jerit jadi dendang
:bungkam seluruh dentang
tiada harap
benar sampai lengkap
segala Cewa memerangkap
:pucat bagai tiada kan senyap
kekasih
kekasih
kekasih
* semarang. agustus 2008
sajak kembang Malam
garam
sunggguh cuma Garam
yang dimau genggam
buat melezatkan Geram
biar paras tak muram
biar pandang tak buram
biar langkah tak lebam
biar tiada kata terperam
buat mengenyahkan suam!
* semarang, agustus 2008
RALATbr>
Puisi-puisi yang dimuat halaman sastra Suara Karya edisi Sabtu (21/2) adalah karya Eka Fendri Putra, bukan karya Widi Astuti sebagaimana tertulis. Demikian ralat ini disampaikan.
Redaksi.
|
| |
|
|