Kamis, 9 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Entertainment 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Lagu "Bengawan Solo"
Klaim Belanda Akhirnya Terbantahkan
Aryo Wahab
Pusatkan Perhatian ke Musik
Bukan Empat Mata
Dapat Teguran Keras
Tere dan Inggrid
Tanam Pohon di Gunung Walat
Gesang
Kembali Memperoleh Royalti
Panasonic Awards XII
Peraih Nominasi Masih
Didominasi Muka Lama
TAYANGAN
Banyak Iklan Televisi
Merusak Moral Anak
PEMILIHAN BINTANG IKLAN
Pemenangnya Sering Melompat Pagar"
REALITY SHOW
Setelah Bedah Rumah,
Helmy Yahya Kini Bedah Kampung
Konser 3 Diva
Sukses Menyedot Ribuan Penonton
Indonesian Idol
Kembali Jaring
Calon Penyanyi
Film
arsip  
INFO SELEBRITIS
Luna Maya
Beralih ke Lain Hati
arsip  
Lagu "Bengawan Solo"
Klaim Belanda Akhirnya Terbantahkan
Aryo Wahab
Pusatkan Perhatian ke Musik
Bukan Empat Mata
Dapat Teguran Keras
Tere dan Inggrid
Tanam Pohon di Gunung Walat
Gesang
Kembali Memperoleh Royalti
Panasonic Awards XII
Peraih Nominasi Masih
Didominasi Muka Lama
arsip  
Sinetron: Kemilau Cinta Kamila
di RCTI pukul 18.00
Sinetron: Gerhana Jadi Dua
di TPI pukul 18.00
3 Kembang Cari Kumbang
di TPI pukul 20.30
Sinetron: Mawar Melati
di SCTV pukul 19.00
Sinetron: Dia Bukan Anakku
di RCTI pukul 20.00
Sinetron: Dia Bukan Anakku
di RCTI pukul 20.30
arsip  
MUSIK
UGM Jazz 2009
Dimeriahkan Barry Likumahua
Gara-gara Rokok
Konser Anggun Diprotes
Komnas Perlindungan Anak
Air Supply
Lelang Gitar Bantu
Korban Gempa Sumbar
MUSIK
Afgan Siapkan Konser Pilihan Saya
TAYANGAN
KPI Tegur Empat
Sinetron TPI Bermasalah
MUSIK
ST12 Siap Hibur BMI Hong Kong
arsip  
Triesna Wacik
Toilet Bandara Juanda Terbersih
Samuel Indratma
Mengolah Rongsokan Jadi Karya Seni
Ursula Andress
INFO SELEBRITIS
Hillary Duff
Ditolak Masuk Apartemen
Info Selebritis
Syaharani
Tekuni Seni Peran
arsip  
ATRAKSI BUDAYA
JJC Meriahkan Ultah Yogyakarta
SENI RUPA
Pameran Nostalgia Poster Film
hingga Mesin Singer
Seni Rupa
Pameran Seni Cetak
di Edwins Gallery
Sejarah Perjuangan
Nina Akbar Tandjung
Dirikan Museum Samanhudi
PAMERAN
Ella Menjaring Angin di Museum Nasional
100 Tahun Kebangkitan Nasional
Yogyakarta Gelar
Pesta Budaya Nusantara
arsip  
Rumors
Film Mau Dong Ah
Memancing Tawa dengan Tubuh Seksi
"Shuttle": Jangan Numpang Bus Bandara
FESTIVAL FILM INDIE
Menjaring Sineas Muda Berbakat
Ketika Cinta Bertasbih
Kang Abik Diminta Ikut Main
KARYA SENI
7 Tahanan KPK
Jadi "Seniman"
arsip  
 
 
Gesang
Kembali Memperoleh Royalti


Rabu, 1 April 2009
Maestro keroncong asal Solo, Gesang, kembali mendapatkan haknya sebagai pencipta lagu dengan diberikannya royalti dari PT Penerbit Musik Pertiwi (PMP). Royalti yang diterima pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1917, ini sebesar Rp 71.867.755, dengan perincian Rp 42.663.218 dari luar negeri dan Rp 29.204.537 dari dalam negeri.

"Ini merupakan hasil selama Juli-Desember 2008 dan pemberian ini bukan hanya untuk yang pertama kali, tetapi sudah kami lakukan sebelumnya. Sebab, ini merupakan hak Mbah Gesang," ujar Presiden Direktur PT PMP, Hendarmin Susilo, saat memberikan royalti kepada Gesang di Solo, Minggu (29/3) lalu.

Selain itu, menurut dia, royalti yang diberikan juga merupakan wujud kepedulian terhadap eksistensi musik keroncong di Indonesia. Dan, pihaknya akan tetap memberikan royalti ini kepada Gesang selama hidupnya, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. "Inilah satu-satunya penghasilan saya selama ini untuk nafkah hidup," ujar pencipta lagu "Bengawan Solo" ini.

Pada kesempatan itu, Gesang yang telah berusia lanjut tersebut masih memiliki harapan, yakni musik keroncong terus maju. Meski zaman telah berubah, tetapi kecintaannya terhadap musik keroncong tidak akan pernah musnah. "Saya tidak punya cita-cita lagi selain harapan agar keroncong makin maju. Apalagi, saat ini banyak penyanyi baru yang muncul. Kalau dulu sangat susah mencari penyanyi," ujarnya.

Gesang, yang mengaku tidak bisa memainkan alat musik selain seruling, juga menceritakan awal mula dia terjun ke dunia musik. Saat itu usianya baru 18 tahun dan satu-satunya media yang bisa menampilkan karyanya adalah radio, yakni SRV (Solostje Radio Verordening), dan Siaran Radio Indonesia (SRI) yang kantornya dulu di daerah Jagalan, Jebres," ujarnya.

Dari sana pula Gesang mulai dikenal publik, bahkan karya-karyanya sebanyak 58 lagu terus diperdengarkan ke masyarakat. Selain dinyanyikan oleh orang lain, lagu karyanya juga dinyanyikan sendiri. "Tapi, sekarang sudah tidak bisa nyanyi lagi," kata Gesang yang kini berdomisili di Kam-pung Kemlayan, Kecamatan Laweyan, Solo. (Endang Kusumastuti)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i