Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Puisi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
Puisi Puisi
Eka Fendri Putra
Puisi Puisi
Noor Sam
Puisi-Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Noor Amanah
Puisi-puisi
Noorsam
Puisi Puisi
Faidil Akbar
arsip  
Puisi puisi
Eka Fendri Putra
Puisi
Hendy CH Bangun
Puisi Puisi
Isbedy Stiawan ZS
Puisi Puisi
Gita Nuari
Puisi Puisi
Agus Sunarto
Puisi Puisi
Beni Setia
arsip  
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
arsip  
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ
Budaya Sepekan
Budaya Sepekan
Gedung Kesenian Jakarta (KGJ)
arsip  
 
 
Sajak-sajak Selendang Sulaiman

Sabtu, 11 April 2009

          TENTANG SEORANG BERNAMA PIA

Sekian musim yang kau setubuhi menempuh jalan becek
Krikil dan tanah tandus lahirkan sejumput ilalang 
Pada gerai rambutmu gersang memecah sahara

Lihatlah, ada banyak mata berdatangan
Ingin meluapkan tatapan-tatapan nanar 
Jangan kau terlena jikalau tak punyak daya 
Betapa tajam untuk menyibak mahkotamu 

Di tengah kebisingan kereta, 
kerata sibuncit berdasi merah tua 
warna lidah ganas bercelat
Getirkan getar hati yang sekarat 

Jalan itu yang dekat dengan ujung kukumu 
sangat panjang dan jauh
Bugitupun matamu yang mampu menjangkau warna biru 
langit tipis sekali 
Namun rumput-rumput itu masih lepas genggam 
 dieja matahari senja hari 
Sambil menari ria dengan cecapung 
di matamu tanpa sealun nada kesturi
Sungguh sia-sia 

Kau jangan ragu-ragu 
Tetaplah di sana bercengkrama dengan pungguk
Maka gunung akan lahirkan bulan piatu
Dan akan belajar menjadi purnama 
dengan puting susumu
 
                                   Kutub DIY, Agustus 2008


     PENGANTIN HAMIL

Perutmu bersemi cumbu cinta liar
Pada perjamuan manja yang dini 
tatanpa terekam waktu
Dimana anak mata saling tikam
Menembus rahasia bunga saga

Hasrat memuncak gelora asmara
Pengap terengah nafas menggila
Dalam geliat api dadamu
Tubuhku membara, mengerang 
Menggelitik lentik jemari jalang
Jemari yang baru berpotong kuku
Bersama senggama kupu di beranda
Tempat cerita mengalir Hingga larut 
Tiba-tiba naluri nurani menjelma tuak 
bulan bintang sepanjang malam
Sambil bereuforia di ranjang terlarang

Bara birahi kita hablur
Di sungai air mata ayah bunda
Atau air mata kita sendiri 

                                        Kutub, 10 Nop 08


          UNTUK HATI YANG SEPI
          : (Demi kata yang tak dapat kurangkai)

I;

Maka aku bertanya:
Kenapa kata sulit terangkai
Padahal musim-musim telah lebur
Bersama renung dan hablur
Bahkan rongga telah kering
Demi mengkoarkan suara imaji
Disetiap pintu-pintu dan jendela
Bahkan ruang-ruang pengap 
Tak lagi kelam
Usai nawala kutorehkan
Menjadi sketsa luka dan cinta
Ya, cinta dan luka-luka

I;

Mengapa metafor terlalu berat dieksplor
Meramu puisi dengan diksi-diksi suci
Menyusun puing-puing rindu
Menjadi babat syair-syair syahdu
Atau mensyakralkan syair dalam sendu

Kini, 
Bukan hanya kata-kata 
Palu genggamku-pun patah
Dan paku penaku tumpul
Sekedar memahat air mata
Yang tak kering di ceruk malam 

                                        Yogyakarta 2008 


     SURAT DARI MIMPI

Cakrawala memerah pipimu
Bintang jatuh menyindu keningmu
Terangi lembar kenangan
Yang kusut melumut
Di sungai, tempat membasuh luka 

                                        Yogyakarta, 2008 


     TENTANG GADIS JOGJA

Bedakmu cadar mantra
Kebayamu jubah kehormatan
Wismamu tahta yang sakral

Aku menerka dalam impian
Kau bakal permaisuri 
Dariku sang perantau

Ah, 
Terlalu semu untuk terjelma 
Layaknya mimpi senja hari

                              Yogyakarta, juli 2008
Catatan Redaksi
Selendang Sulaiman, kelahiran Madura 18-10-1989. Alumnus S Conglet PP Al-in'am Sumenep Madura. Aktif di forum kajian sastra pesantren, Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta. Sekarang tercatat sebagai mahasiswa UIN SUKA Fakultas Adab, jurusan SKI

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i