PENCAK SILAT Target Juara Umum di Asian Indoor Games
Senin, 5 Oktober 2009
Jakarta (Suara Karya): Seperti halnya di SEA Games, cabang pencak silat Indonesia juga memasang target juara umum pada ajang Asian Indoor Games (AIG) 2009 yang akan berlangsung 2-8 November di Vietnam. Untuk memenuhi target tersebut paling tidak lima atau empat emas harus ditangan.
Menurut Manajer Tim Pencak Silat Indonesia untuk AIG, Aulia Bonanza, target lima atau empat emas merupakan target yang realistis dari 10 kelas yang diikuti tim Indonesia. "Saya optimistis target juara umum bisa kita rebut," ujar pria yang akrab disapa Bonie ini.
Menurut Bonie, pada ajang AIG di Vietnam nanti, Indonesia akan bertanding di kelas B Putra, C putra, D Putra, F Putra, G Putra, dan kategori seni tunggal putra. Sementara di bagian putri akan bertanding di kelas C, B, E, dan seni tunggal putri.
Lantaran waktu yang tinggal sebulan lagi, menurut Bonie, aspek kecepatan, power, dan fisik atlet akan menjadi sorotan. "Saya lihat kondisi atlet menurun sejak puasa lalu. Terlebih mereka juga sempat break selama sepekan saat Idul Fitri kemarin. Dampaknya, kecepatan dan power terlihat menurun. Tapi, saya optimistis dalam rentang waktu sebulan ini mereka sudah bisa kembali dalam performa yang prima," ujar pria berkumis itu.
Menurut Bonie, uji coba yang dilakukan Jumat (2/10) lalu melawan tim pencak silat DKI Jakarta, tak lain bertujuan untuk mengukur kesiapan tim jelang AIG. "Dari sini kita lihat kecepatan dan power mereka perlu diperbaiki. Kalau soal teknik, tak usah diragukan lagi, mereka pasti sudah mengusainya," ujar Bonie.
Dikatakan Bonie, Vietnam masih menjadi lawan tangguh yang harus diwaspadai, selain juga Thailand. "Kita akui Vietnam dan Thailand merupakan lawan berat, meski kita juga tidak boleh menganggap remeh peserta lainnya. Tapi, saya tetap optimistis kita bisa meraih juara umum," ujarnya.
Diakui Bonie, target menjadi juara umum merupakan beban yang harus dipikul. Apalagi Indonesia sebagai negara asal pencak silat. "Memang beban, tapi kita berharap hal itu tidak menjadi tekanan. Malah hal itu harus bisa menjadi motivasi kita untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia," katanya. (Syamsudin W)
|
|