Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Metropolitan 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
JELANG LEBARAN
Pelayanan Mudik Masih Terkendala
POLRI
Kapolri Masih Merahasiakan
Calon Penggantinya
ARUS MUDIK
Polisi Harus Utamakan
Tindakan Persuasif
PERGURUAN TINGGI
Pertamina dan Kemdiknas
Gelar OSN-PTI Berhadiah Rp 2,7 M
ARUS MUDIK
Masih Banyak Kerusakan Jalan
di Jalinpantim Lampung
KABUPATEN BEKASI
Seluruh Perusahaan Akan Bayar THR
TRANSPORTASI
Nasib Monorel Akan
Ditentukan Pekan Depan
PELECEHAN SEKS PASKIBRA
KPAI Nilai Pemprov DKI
Lelet Lakukan Pengusutan
DKI JAKARTA
Kompleks Makam Pangeran Jayakarta Akan Ditata
PENGGANTIAN PIMPINAN
Citra Tiga Institusi
Harus Bisa Dipulihkan
PERAS PENGGUNA NARKOBA
Enam Polisi dan
1 Anggota BNN Ditangkap
SARANA PENDIDIKAN JAKSEL
Lelang Rehab Langgar Keppres
arsip  
KRIMINALITAS
Polisi Tembak Mati Dua
Perampok Nasabah Bank
KRIMINALITAS
Densus 88 Bekuk Dua Perampok Bank CIMB Niaga
NARKOBA
Sindikat Narkoba Berpusat
di China Terungkap
KRIMINALITAS
Perampok Jarah Tiga
Toko Emas di Jakarta
KRIMINALITAS
Guru SMP Tewas
Ditembak Kawanan Perampok
KRIMINAL
Pelaku Mutilasi Profesional
Tenang Saat Beraksi
arsip  
 
 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pakai Nama Koperasi Pasar
meski Keberadaannya Tidak di Pasar


Rabu, 4 Nopember 2009
Peningkatan jumlah penduduk menjadi persoalan dalam upaya pemberdayaan masyarakat guna membangun keluarga sejahtera. Penduduk dunia bertambah sebanyak 73 juta jiwa tiap tahunnya. Kondisi itu diperparah dengan usia harapan hidup yang naik dari 61 tahun menjadi 63 tahun. Karena itu, perlu strategi pemberdayaan keluarga untuk membangun keluarga sejahtera.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, di hadapan para peserta observation study tour (OST) di Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Secara terperinci dia menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk saat ini di dunia mencapai 1,17, di negara maju 0,7 persen, serta di negara berkembang 2,2 persen.

Sayangnya, kata dia, meningkatnya pertumbuhan penduduk juga disertai dengan peningkatan kemiskinan. Ada enam komponen untuk memberdayakan keluarga, meliputi akses dan dukungan pelayanan ekonomi, sosial, serta kesehatan.

Selain itu adanya sumber daya pembangunan sosial, komunikasi informasi dan edukasi-advokasi, bahan baku, produk, dan teknologi sederhana yang mudah diakses, pendanaan, serta komitmen kepemimpinan visioner dan pemerintahan.

Pemberdayaan keluarga diprioritaskan pada keluarga muda dengan anak usia 0-15 tahun. Berdasarkan millennium development goals (MDGs) harus mampu mengentaskan kemiskinan, menuntaskan pendidikan dasar, memberdayakan perempuan, serta menurunkan kematian anak dan ibu. Sedangkan prioritas keluarga muda dengan anak remaja dan dewasa, ditujukan untuk menuntaskan pendidikan dasar, pemberdayaan perenpuan, serta pencegahan penyakit HIV-AIDS.

Haryono menjelaskan, semua itu bisa dilakukan dengan menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. Pemberdayaannya bisa dilakukan dengan pembentukan pos-pos pemberdayaan keluarga (posdaya). Di samping untuk memberdayakan keluarga, keberadaan posdaya dengan jaringannya juga bisa untuk menciptakan suasana revitalisasi program keluarga berencana (KB).

Pada kesempatan itu Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito, dalam sambutannya mengemukakan, berbicara mengenai masalah kependudukan, kuncinya adalah penanganan laju pertumbuhan penduduk. Pasalnya, bertambahnya jutaan jiwa penduduk akan membuat pemerintahan kerepotan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia mencontohkan, di Pulau Jawa setiap tahunnya telah terjadi pengalihfungsian ribuan hektare lahan. "Setidaknya sedikitnya 10 ribu hektare lahan sawah di Pulau Jawa berubah fungsi menjadi area perumahan dan industri," katanya. Ini tentu saja akan memengaruhi pemenuhan bahan baku pangan.

OST

Acara OST ini diikuti peserta dari kalangan akademisi, pemerintahan, dan swasta. Dari kalangan akademisi terdiri dari Universitas Brawijaya Malang, Unnes Semarang, Unsoed Purwokerto, Universitas Merdeka Malang, UPI Bandung, Universitas Muria, Unversitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Tirtayasa Banten. Kalangan pemerintahan meliputi Bappeda Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sementara pihak swasta diwakili unsur dari Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang.

Selain melakukan seminar, para peserta OST juga diajak mela-kukan kunjungan ke beberapa daerah, yang telah memiliki kelompok posdaya yang sudah maju. Kunjungan pertama melihat kelompok Posdaya Citra Kartini di Desa Senggreng, Sumber Pucung, Malang.

Posdaya Citra Kartini berbasis pada kegiatan koperasi. Sesuai dengan nama posdayanya, koperasi yang telah mempunyai 2.754 anggota itu dinamakan Koperasi Pasar (Koppas) Citra Kartini. Seorang pengurus, Ny Luluk, menjelaskan, meski keberadaannya tidak di pasar, koperasi itu terpaksa harus menggunakan nama Koppas. "Ini hanya untuk menyiasati badan hukum saja. Sebab, sebelumnya sudah ada koperasi yang berdiri di sini," tuturnya.

Selain kegiatan simpan pinjam, warung serba-ada, koperasi ini juga aktif membantu para tenaga kerja wanita (TKW) asal desa itu yang bekerja di luar negeri. Koperasi membantu para TKW melakukan pengiriman uang kepada keluarganya di dalam negeri. Ny Luluk menerangkan, bahkan koperasi pernah membantu proses hukum seorang TKW yang bermasalah di luar negeri. (Budi Seno)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i