SHAHAR PEER Olahraga Bisa Jadi Penyeimbang Politik
Jumat, 6 Nopember 2009
NUSA DUA, Bali (Suara Karya): Wajah Shahar Peer tampak berseri-seri saat tampil dalam acara jumpa pers setelah pertandingan melawan Magdalena Rybarikova pada penyisihan Grup A Commonwealth Bank Tournament of Champions 2009. Dia diliputi kegembiraan karena mampu memetik kemenangan dalam penampilan pertamanya di Bali, Indonesia.
Peer, yang tidak diunggulkan, berhasil menghentikan perlawanan Rybarikova dengan skor 6-1 dan 7-6 (7-4) dalam penampilan pertamanya di Grup A. Dengan kemenangan ini, maka Peer akan melakoni pertarungan penentuan melawan unggulan utama Marion Bartoli (Prancis) untuk memperebutkan tiket ke semifinal, Jumat (6/11). Bartoli mengalahkan Rybarykova sehari sebelumnya.
"Sungguh menyenangkan bisa melewati penampilan pertama dengan kemenangan. Apalagi ini penampilan pertama saya di Bali. Tempat yang indah dengan penduduk yang ramah," ujar Peer yang sempat mencuat menjadi berita karena berasal dari Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Menyinggung tentang pengalaman pencekalan tidak bisa mendapatkan visa ke Dubai untuk mengikuti turnamen WTA Tour, Peer menyatakan sangat menyesal. Pasalnya ini masalah olahraga. "Menurut saya, olahraga itu seharusnya bisa mendukung kehidupan politik. Bahkan menjadi penyeimbang untuk mendapatkan kehidupan yang baik," ucap petenis berusia 22 tahun itu.
Peringkat 31 dunia dengan pendapatan 413.159 dolar Amerika Serikat dari hadiah selama 2009 ini menyebutkan, dia sangat senang bisa datang ke Bali. Tidak ada hambatan yang dialaminya saat mengurus surat-surat. "Mungkin saya ingin berlibur di Bali," tuturnya.
Tentang pertemuannya dengan Bartoli, dia menjelaskan, pertandingan nanti akan berlangsung ketat. Apalagi ini menjadi pertarungan penentuan ke semifinal. "Mungkin saja saya melakukan perubahan taktik. Namun, itu semua tergantung di lapangan nanti," katanya.
Petenis Prancis, Aravane Rezai, menjadi pemain pertama yang memastikan diri melaju ke semifinal turnamen berhadiah total 600.000 dolar AS itu. Dia meraih tiket ke empat besar setelah memetik kemenangan kedua di Grup D dengan mengalahkan Melinda Czink (Hongaria), 6-3 dan 7-5. Dalam penampilan pertamanya, dia membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan empat Sabine Lisicki (Jerman).
Dengan hasil itu, maka pertandingan antara Lisicki dan Czink sudah tidak memengaruhi posisi ke semifinal. "Saya belum mengetahui siapa lawan saya di semifinal nanti. Ini masih akan dilihat dari peringkat dan hasil undian. Namun, saya siap bertemu siapa saja," kata peringkat 44 dunia itu.
Suksesnya melaju ke semifinal membuat Razai sudah memastikan diri meraih hadiah minimal 50.000 dolar AS. Dia juga mendapat poin minimal 250 angka. Namun, bila terus melaju ke final, maka dia akan mendapat 100.000 dolar AS dan poin 420. Kalau juara meraih 200.000 dolar AS dan poin 600.
Bagi pemain yang gagal ke semifinal, maka mendapat hadiah 32.500 dolar AS dan poin 160 bagi yang memetik sekali kemenangan. Kalau yang tidak mampu memetik kemenangan, maka mendapat hadiah 15.000 dolar AS dan poin 70.
Sampi berita ini diturunkan masih berlangsung pertandingan antara Maria Jose Martinez Sanchez (Spanyol) melawan Agnes Szavay (Hongaria) di Grup B. Kemudian di Grup C, Anabel Medina Garrigues (Spanyol) akan menghadapi Kimiko Date Krumm. (Gungde Ariwangsa)
|
|