Selasa, 9 Februari 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Berita Pilihan 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
ALUTSISTA
PT Pindad Mampu Buat Roket Senjata
KASUS PEMBUNUHAN NASRUDDIN
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar
Divonis 11 Februari
GEJOLAK PANGAN
Harga Beras Sudah
"Mencekik" Rakyat
KEUANGAN
Bapepam Akan Batalkan
Transaksi MPPA
TAMAN NASIONAL KOMODO
Jika Masuk 7 Keajaiban Dunia,
Indonesia Dapat Benefit Besar
PASAR MODAL
Asing Lepas Saham
hingga Rp 2,2 Triliun
KINERJA DPR
Fraksi Partai Golkar:
Stop Film Horor Porno
KASUS CENTURY
Selasa, Penyitaan ke BPK
PENYAKIT
DBD Mewabah di NTB
Ratusan Dirawat, 3 Tewas
KASUS PERBANKAN
Bank Mandiri Menangi
Perdata atas Benua Indah
PELAYANAN PUBLIK
Samsat Drive Thru: Pelayanan
Transparan dan "No Pungli"
KEBUTUHAN POKOK
Beras Raskin Telat,
Warga Miskin Menjerit
arsip  
 
 
NARKOBAPolda Metro Sita Ribuan Butir Ekstasi

Kamis, 19 Nopember 2009
JAKARTA (Suara Karya): Aparat Polda Metro Jaya menangkap pengedar ekstasi di Jl Hayam Wuruk, Taman Sari Jakart Barat (depan Sekolah Sari Putra). Tersangka berinisial HRN diduga memasok barang berbahaya itu ke berbagai diskotik Jakarta. dari tangan tersangka, disita 7.500 butir ekstasi atu senilai Rp 1,5 Milar.

"Petugas kita masih memburu rekan tersangka, Sinto. Saat dilakukan penggerebekan, tersangka sudah kabur meninggalkan Jakarta," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Anjan Pramuka Putra di Mapolda, Kamis (18/11).

Setelah ditangkap di depan sekolah, tersangka HRN digiring ke rumah kontrakannya di Jalan Taman Sari II. Rumah itu diakui HRN digunakan untuk menyimpan ineks dagangannya.

Di rumah kontrakannya kami temukan 2.700 butir ineks warna biru berlogo F4, 2.250 butir ineks warna hijau berlogo Aladin, 1.400 butir ineks warna pink berlogo V8, 400 butir ineks warna pink berlogo Toyota, 200 butir ineks warna putih berlogo Superman, 17 gram shabu-shabu. "HRN sudah menjadi target operasi sejak lama. Dia pemain lama, masih ada anggota sindikatnya yang belum tertangkap," kata Anjan.

Pada bagian lain, Anjan mengutarakan, jajarannya menyita ribuan obat kuat ilegal asal China di sebuah gudang di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping membahayakan itu beredar di toko-toko dan pasar tradisional Ibu Kota.

"Obat-obat ini diduga mengandung Sildenafil sitrat bisa menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan. Kemungkinan paling parah bisa mengakibatkan pengguna meninggal dunia," katanya.

Polisi menahan tersangka SND (29), pemilik gudang yang juga berperan mendistribusikan ke toko-toko obat. Obat-obat yang disita berjenis kapsul, pil dan bubuk. Kebanyakan obat untuk melakukan hubungan seks, seperti pil viagra dan syirop penambah tenaga.

"Nilai keseluruhan barang bukti sekitar Rp 260 juta. Diperkirakan masih banyak lagi di toko-toko karena belum seluruhnya kita razia," kata Anjan yang didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar.

Menanggapi masih banyaknya obat-obatan sejenis beredar di pasaran, pihak Direktorat Narkoba bersama tim gabungan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Departemen Kesehatan dan Departemen Perdagangan bermaksud melakukan razia. (Sadono)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i