SEA GAMES Kalah dari Laos, Indonesia Tertunduk Lesu
Selasa, 8 Desember 2009
JAKARTA (Suara Karya): Kepiluan menyergap kamar ganti kubu timnas Indonesia seusai pertandingannya dengan tim tuan rumah, Laos, Senin (7/12) malam, di Chou Anou-vong Stadium, Vientiane. Kekalahan 0-2 yang diterima Tony Sucipto dkk sungguh sangat di luar dugaan mengingat di atas kertas kekuatan Laos sedikit di bawah Singapura.
Manajer Tim Andi Darussalam Tabusalla, serta trio pelatih Alberto Bica-Gilberto Anon-Francisco Morales, seperti diungkapkan dalam milis Humas PSSI, tampak tak banyak berbicara saat berada di ruang ganti pemain itu. Hanya pelatih fisik Morales yang tetap mencoba bersikap santai dengan berulang kali meminta para pemainnya untuk segera membasuh diri, mendengarkan pengarahan dari manajer dan pelatih kepala, sebelum kembali ke perkampungan atlet.
"Para pemain tak bisa menerapkan strategi yang diinstruksikan dengan baik," ujar Alberto Bica ketika ditanya wartawan. Dia juga menyebutkan, para pemainnya ternyata sulit melepaskan diri dari tekanan lawan, sementara di lini tengah dan belakang sering kalah dalam perebutan bola.
Dua gol Laos yang diciptakan oleh Lamnao Sing-to pada menit ke-66 dan ke-76 tercipta karena lambatnya pemain di lini tengah menyumbat pergerakan bola dari serangan balik lawan, sementara pemain di lini belakang juga kedodoran menghadapi para penyerang Laos yang lebih cerdik mencari ruang tembak.
Bica sejak awal meminta para pemainnya untuk bermain dengan bola-bola pendek, bukan long-pass yang lebih sering digagalkan pemain lawan. "Permainan bola-bola pendek kita tidak jalan," ujar Bica.
Kendati demikian, lebih dari alasan teknis permainan itu, Bica serta Manajer Tim Andi Darussalam Tabusalla mengungkapkan adanya "faktor X" yang sangat memengaruhi penampilan para pemainnya, yakni tekanan penonton yang luar biasa sepanjang pertandingan. Teriakan membahana "Go, Laos go" dari sekitar 9.000 penonton yang memadati Stadion Chou Anou-vong sepanjang pertandingan harus diakui sangat "merusak" permainan tim Indonesia.
"Impossible dapat meraih kemenangan dalam kondisi seperti tadi," kata Anon, mengungkapkan kesannya dari teror yang "diciptakan" penonton tuan rumah ini.
Laos kini dalam posisi sangat menguntungkan untuk lolos dari penyisihan Grup B. Mereka kini tinggal membutuhkan hasil seri dengan Singapura pada pertandingan terakhirnya, Kamis (10/12) nanti. Pertandingan antara Laos dengan Singapura ini semestinya dilangsungkan bersamaan dengan duel Indonesia versus Myanmar karena hasilnya bisa saling memengaruhi.
"Kita harus memenangkan pertandingan terakhir, tanpa harus memikirkan apakah hasil itu akan meloloskan kita ke babak semifinal," ujar Andi Darussalam Tabusalla.
Dia mengutarakan, kemenangan atas Myanmar adalah sebuah gengsi tersendiri setelah kekalahan menyakitkan atas Laos ini. "Kita tak menduga bisa menerima kekalahan ini, tetapi bagaimanapun anak-anak harus bangkit dan memenangkan pertandingan terakhirnya nanti," kata Andi Darussalam lagi. (Syamsudin W)
|
|