IBADAH HAJI Jemaah Asal DKI Terlambat Pulang 15 Jam
Rabu, 30 Desember 2009
MADINAH (Suara Karya): Jemaah asal DKI Jakarta yang tergabung dalam kloter JKG-41 terlambat pulang selama 15 jam, akibat pesawat Garuda mengalami oil leak pada bagian sayap. Jemaah yang mestinya terbang Ahad (27/12) pukul 22.20 WAS baru terbang Senin (28/12) pukul 13.45.
Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Drs H Cepi Supriatna di Madinah, Arab Saudi, kemarin, menyebutkan, jemaah haji yang mengalami keterlambatan penerbangan itu telah mendapatkan haknya. Yakni, menginap di hotel Lulu Mubarakah, Madinah, serta akomodasi atas tanggungan maskapai penerbangan.
"Alhamdulillah, jemaah juga mengerti atas kondisi ini. Sebab, jemaah segera mendapatkan informasi yang detail tentang kerusakan pesawat. Sebab, bagi jemaah yang penting adalah keselamatan dan mendapatkan informasi segera, sehingga mereka mendapatkan kepastian," kata Cepi Supriatna.
Jemaah sejak magrib, Minggu (27/12) sudah melakukan proses boarding. Mereka bahkan sudah masuk pesawat sebagaimana lazimnya. Namun, tiba-tiba jemaah diminta turun ke pesawat dan kembali ke Kota Madinah.
Menurut Cepi, selain kloter JKG-41, sejauh ini penerbangan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz tidak mengalami kendala. Bahkan dapat dikatakan, semua penerbangan dapat berjalan sesuai jadwal semula. Diharapkan, kelancaran ini akan terus berjalan hingga akhir penerbangan haji 31 Desember mendatang.
Dia menuturkan, hingga Senin (28/12), jemaah Indonesia yang berada di Madinah masih terdapat 21 kloter lagi. Sebanyak 12 kloter akan pulang melalui Bandara Madinah dan 9 kloter lainnya akan kembali melalui Bandara Jeddah.
Jemaah Sakit
Sementara itu, Hajjah Yuslidar binti Buyung,65, jemaah haji asal kloter 21 Palembang, akan diterbangkan ke Tanah Air, Senin (28/12), dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jedah, sekitar pukul 19.30 Waktu Arab Saudi (WAS) bersama kloternya.
Apakah dari tempatnya dirawat Madinatul Hujjaj langsung diantar ke bandara atau bergerak bersama kloternya dari hotel transit Madina Palace, belum diketahui, tapi ini hanya soal teknis saja. Yang pasti Ny Yuslidar akan diterbangkan secara baring (terbaring) karena belum bisa duduk, sehingga memerlukan tiga atau empat seat.
Menurut salah satu dokter tim kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinatul Hujjaj, dr Dita Taurini Sp,PD, kepulangan pasiennya ini selain kondisi fisiknya sudah memenuhi syarat terbang, juga karena adanya keinginan pasien untuk dioperasi di Palembang, karena di sana ada dokter ahli tulang (ortopedi) yang akan menangani dan kebetulan masih keluarga.
"Ya, memang begitu selain keinginan pasien, keluarganya juga menghendaki demikian. Dan secara medis Ibu Yuslidar sudah layak terbang," kata Dita, Minggu (27/12).
Ny Yuslidar merupakan pasien kiriman dari BPHI Madinah, datang bersama kloternya kemarin. Pasien ini menderita patah tulang kaki kanan (paha), tejatuh akibat ditabrak oleh jamaah lain ketika keluar dari lift menunggu temannya.
"Saat itu kami baru tiba dari Makkah, jam 11.00 malam. Baru keluar dari lift menunggu teman, tiba tiba ditabrak jamaah lain yang badannya besar sekali," kata Hajjah Yuslidar.
Ibu dari 10 putra/putri yang baru empat bulan lalu ditinggal selama-lamanya oleh suaminya (meninggal dunia- Red), akhirnya harus dirawat di Madinah selama sembilan hari. (Yudhiarma)
|
|