Kamis, 9 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Luar Negeri 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
INSIDEN KEDAULATAN NEGARA
Petugas DKP Ternyata
Dianiaya Polisi Malaysia
PENAHANAN PETUGAS KKP
DPR Akan Panggil Dubes Malaysia
HASIL KUNJUNGAN KE GAZA
Persatuan, Kunci Kemerdekaan Palestina
HUBUNGAN BILATERAL
SBY Kembali Undang Obama ke Indonesia
KORBAN PENEMBAKAN ISRAEL
Surya Fachri Berniat
Lanjutkan Perjuangan
MISI KEMANUSIAAN
Seret Israel ke
Pengadilan Internasional
SERANGAN ISRAEL
Relawan RI Sore Ini
Tiba di Jakarta
HUBUNGAN BILATERAL
Obama Tunda Lagi
Kunjungan ke Indonesia
SERANGAN ISRAEL
Indonesia Desak PBB
Ambil Tindakan Tegas
SERANGAN MEMBABI-BUTA
Dunia Mengutuk Israel
PASUKAN PBB
TNI Kampanyekan Persaudaraan
ke Masyarakat Lebanon
KTT ASEAN
Presiden SBY Bertolak
Menuju Vietnam
arsip  
INSIDEN KEDAULATAN NEGARA
Petugas DKP Ternyata
Dianiaya Polisi Malaysia
PENAHANAN PETUGAS KKP
DPR Akan Panggil Dubes Malaysia
HASIL KUNJUNGAN KE GAZA
Persatuan, Kunci Kemerdekaan Palestina
HUBUNGAN BILATERAL
SBY Kembali Undang Obama ke Indonesia
KORBAN PENEMBAKAN ISRAEL
Surya Fachri Berniat
Lanjutkan Perjuangan
MISI KEMANUSIAAN
Seret Israel ke
Pengadilan Internasional
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
KPU Usulkan Anggaran
Pilkada Sulbar Rp 70 Miliar
Ormas Kecam Rencana
Pembakaran Al-Quran
Mendagri: Revisi Rancangan
UU Pemda Mendekati Final
DPD Berinisiatif Ajukan
RUU Daerah Istimewa Yogyakarta
Wapres Ingatkan Dunia
Kian Diwarnai Ketidakpastian
Anggota DPD Terima
Putusan Pansel KPK
arsip  
 
 
IBADAH HAJI
Jemaah Asal DKI
Terlambat Pulang 15 Jam


Rabu, 30 Desember 2009
MADINAH (Suara Karya): Jemaah asal DKI Jakarta yang tergabung dalam kloter JKG-41 terlambat pulang selama 15 jam, akibat pesawat Garuda mengalami oil leak pada bagian sayap. Jemaah yang mestinya terbang Ahad (27/12) pukul 22.20 WAS baru terbang Senin (28/12) pukul 13.45.

Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Drs H Cepi Supriatna di Madinah, Arab Saudi, kemarin, menyebutkan, jemaah haji yang mengalami keterlambatan penerbangan itu telah mendapatkan haknya. Yakni, menginap di hotel Lulu Mubarakah, Madinah, serta akomodasi atas tanggungan maskapai penerbangan.

"Alhamdulillah, jemaah juga mengerti atas kondisi ini. Sebab, jemaah segera mendapatkan informasi yang detail tentang kerusakan pesawat. Sebab, bagi jemaah yang penting adalah keselamatan dan mendapatkan informasi segera, sehingga mereka mendapatkan kepastian," kata Cepi Supriatna.

Jemaah sejak magrib, Minggu (27/12) sudah melakukan proses boarding. Mereka bahkan sudah masuk pesawat sebagaimana lazimnya. Namun, tiba-tiba jemaah diminta turun ke pesawat dan kembali ke Kota Madinah.

Menurut Cepi, selain kloter JKG-41, sejauh ini penerbangan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz tidak mengalami kendala. Bahkan dapat dikatakan, semua penerbangan dapat berjalan sesuai jadwal semula. Diharapkan, kelancaran ini akan terus berjalan hingga akhir penerbangan haji 31 Desember mendatang.

Dia menuturkan, hingga Senin (28/12), jemaah Indonesia yang berada di Madinah masih terdapat 21 kloter lagi. Sebanyak 12 kloter akan pulang melalui Bandara Madinah dan 9 kloter lainnya akan kembali melalui Bandara Jeddah.

Jemaah Sakit

Sementara itu, Hajjah Yuslidar binti Buyung,65, jemaah haji asal kloter 21 Palembang, akan diterbangkan ke Tanah Air, Senin (28/12), dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jedah, sekitar pukul 19.30 Waktu Arab Saudi (WAS) bersama kloternya.

Apakah dari tempatnya dirawat Madinatul Hujjaj langsung diantar ke bandara atau bergerak bersama kloternya dari hotel transit Madina Palace, belum diketahui, tapi ini hanya soal teknis saja. Yang pasti Ny Yuslidar akan diterbangkan secara baring (terbaring) karena belum bisa duduk, sehingga memerlukan tiga atau empat seat.

Menurut salah satu dokter tim kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinatul Hujjaj, dr Dita Taurini Sp,PD, kepulangan pasiennya ini selain kondisi fisiknya sudah memenuhi syarat terbang, juga karena adanya keinginan pasien untuk dioperasi di Palembang, karena di sana ada dokter ahli tulang (ortopedi) yang akan menangani dan kebetulan masih keluarga.

"Ya, memang begitu selain keinginan pasien, keluarganya juga menghendaki demikian. Dan secara medis Ibu Yuslidar sudah layak terbang," kata Dita, Minggu (27/12).

Ny Yuslidar merupakan pasien kiriman dari BPHI Madinah, datang bersama kloternya kemarin. Pasien ini menderita patah tulang kaki kanan (paha), tejatuh akibat ditabrak oleh jamaah lain ketika keluar dari lift menunggu temannya.

"Saat itu kami baru tiba dari Makkah, jam 11.00 malam. Baru keluar dari lift menunggu teman, tiba tiba ditabrak jamaah lain yang badannya besar sekali," kata Hajjah Yuslidar.

Ibu dari 10 putra/putri yang baru empat bulan lalu ditinggal selama-lamanya oleh suaminya (meninggal dunia- Red), akhirnya harus dirawat di Madinah selama sembilan hari. (Yudhiarma)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i