Jumat, 3 September 2010
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Olahraga 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
BULUTANGKIS
PBSI Tetap Yakin Raih
Emas di Asian Games
PERSIB
Kalah Telak, Darko Evaluasi Pemain
INTER ISLAND CUP
Hadapi SFC, Persiwa
Gunakan Legiun Asing
TIMNAS BELANDA
Van Bommel Kapten Baru Belanda
KUALIFIKASI EURO 2010
Capello Siap Redam Kritik
LINBOL
SFC Janjikan Bonus Pulang Kampung
TINJU
Juara STE Masuk Skuad
Asian Games 2010
TENIS AS TERBUKA
Pingsan di Lapangan,
Azarenka Gegar Otak
GOLF
Arifin Panigoro Diminta
Tentukan Sikap
ANDI ALIFIAN MALLARANGENG
Tidak Tahu Cabang Olahraga
Asian Games Membengkak
LINBOL
TVOne Siarkan 228 Laga La Liga
DIVISI UTAMA
Pemain Asing Tak Lagi Minati PSIS
arsip  
Voli Tak Pasang Target Muluk
Juara Bertahan Spanyol Tumbang
PBI Siapkan 12 Atlet
Hadapi Hong Kong Open
Margarito Dapatkan Izin di Texas
Pertina Siapkan Enam Petinju
Alexandra Berlaga di Zhuhai
arsip  
LIGA SPANYOL
Ronaldo Janjikan Comeback Lebih Cepat
LIGA ITALIA
Robinho Kian Dekat ke Milan
LIGA SPANYOL
Atletico ke Puncak, Forlan Semakin Tajam
PIALA EROPA 2012
Capello Tinggalkan Terry dan Lampard
LIGA SPANYOL
Real Tertahan, Barca Melaju
LIGA ITALIA
Penantian Panjang Milan untuk Ibra
arsip  
Olahraga Indonesia,
Hampa dalam Keriuhan
Jeritan di Lembah Sunyi
Oleh: Gungde Ariwangsa
Serba Menggiurkan di AS Terbuka
oleh Gungde Ariwangsa
PASI dan PGSI Bisa Jadi Contoh
PAL dan Tanggung Jawab
Persiapan Atlet Indonesia
Asian Beach Games: Sukses
dengan Sejumlah Catatan
Oleh Wem Fauzi
arsip  
KALAH TELAK
Timnas U-23 Gantikan
Posisi Timnas Senior
arsip  
EVALUASI SEA GAMES
Kegagalan Tanggung Jawab Satgas
Rumors
SEA GAMES
Kesadaran Atlet Pelatnas
Soal Gizi Sangat Kurang
SEA GAMES 2007
Atlet Pelatnas Digembleng di Batujajar
Serba-serbi
Arroyo Buka SEAG di Cebu
PELAYAN BURUK
Pengurus KONI Jangan
Berlibur di Filipina
arsip  
 
 
SUPORTER SEPAK BOLA
Bonek Tewas, Fotografer Luka


Sabtu, 23 Januari 2010
SURABAYA (Suara Karya): Seorang suporter Persebaya (bonek) tewas setelah jatuh dari atap gerbong KA Pasundan dalam perjalanan menuju Stasiun Kiara Condong, Bandung. Sementara tujuh gerbong berkapasitas 100 orang yang diberangkatkan dari Surabaya, Jumat (22/1) kemarin, penuh sesak dijubeli para bonek.

Ratusan bonek itu berangkat ke Bandung untuk memberikan dukungan kepada tim Persebaya Surabaya yang menurut jadwal akan bertanding melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (23/1) ini. Para bonek yang berangkat sekitar pukul 06.00 WIB itu sesuai dengan jadwal tiba di Bandung pukul 22.00 WIB.

"Kami turut berdukacita atas meninggalnya salah satu bonek akibat terjatuh di Nganjuk," ujar koordinator bonek Wastomi Suheri saat dikonfirmasi dari Surabaya, kemarin.

Korban tewas adalah Ahmad Fathoni (21) yang warga Desa Cerme Lor, RT 01/RW 02, Kecamatan Cerme, Gresik. Korban yang mengenakan training abu-abu dan celana pendek jins itu diduga tewas terjatuh dari atas gerbong KA Pasundan nomor lokomotif 149 saat melintasi kawasan Nganjuk. Jenazah korban yang mengalami pecah kepala dan tubuh remuk itu langsung dilarikan ke RSUD Kertosono.

Menurut Kepala Stasiun Gubeng Surabaya, Rommy Priatmoko, kereta itu memang sudah penuh sesak saat diberangkatkan dari Gubeng. Tetapi, dia memastikan, semua penumpang yang naik dari Stasiun Gubeng, naik ke kereta setelah terlebih dahulu membeli tiket.

Dalam perjalanan ke Bandung, sebagian suporter bonek itu berlaku brutal. Salah seorang korban kebrutalan tersebut adalah fotografer kontributor kantor berita Antara yang bernama Hasan Sakri Ghazali. Korban mengalami luka bocor di kepala akibat dilempar dengan batu oleh bonek yang melintas di Stasiun Purwosari, Solo, Jumat (22/ 1), saat mereka akan menuju Bandung.

Selain Hasan, salah seorang warga, Hanif Supriyanto, yang saat itu tengah makan, juga terkena lemparan batu bonek dan harus dirawat di rumah sakit yang sama. Luka yang dialaminya juga di bagian kepala. Bonek yang menumpang di KA tersebut jumlahnya ribuan orang. Mereka tidak hanya berada di dalam gerbong, tetapi juga di atap gerbong. Mereka juga telah mempersenjatai diri dengan batu-batu. Bahkan, di setiap stasiun mereka mengambil batu-batu dan melemparkannya kepada warga. Salah seorang petugas Brimob, Briptu Warsito, yang bertugas di dalam KA Pasundan juga mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu.

Sementara itu, salah seorang bonek, Abdul Mukhid (31), terjatuh dari atas kereta api saat kereta tangah melaju di perlintasan Ledoksari. Akibatnya, Abdul Mukhid sempat menjadi bulan-bulanan warga yang marah atas tingkah laku bonek yang sering berbuat onar. Warga sempat menghajar dan menelanjangi Abdul Mukhid, sebelum akhirnya diamankan oleh Satlantas Poltabes Solo. (Andira/Endang Kusumastuti)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i