SUPORTER SEPAK BOLA Bonek Tewas, Fotografer Luka
Sabtu, 23 Januari 2010
SURABAYA (Suara Karya): Seorang suporter Persebaya (bonek) tewas setelah jatuh dari atap gerbong KA Pasundan dalam perjalanan menuju Stasiun Kiara Condong, Bandung. Sementara tujuh gerbong berkapasitas 100 orang yang diberangkatkan dari Surabaya, Jumat (22/1) kemarin, penuh sesak dijubeli para bonek.
Ratusan bonek itu berangkat ke Bandung untuk memberikan dukungan kepada tim Persebaya Surabaya yang menurut jadwal akan bertanding melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (23/1) ini. Para bonek yang berangkat sekitar pukul 06.00 WIB itu sesuai dengan jadwal tiba di Bandung pukul 22.00 WIB.
"Kami turut berdukacita atas meninggalnya salah satu bonek akibat terjatuh di Nganjuk," ujar koordinator bonek Wastomi Suheri saat dikonfirmasi dari Surabaya, kemarin.
Korban tewas adalah Ahmad Fathoni (21) yang warga Desa Cerme Lor, RT 01/RW 02, Kecamatan Cerme, Gresik. Korban yang mengenakan training abu-abu dan celana pendek jins itu diduga tewas terjatuh dari atas gerbong KA Pasundan nomor lokomotif 149 saat melintasi kawasan Nganjuk. Jenazah korban yang mengalami pecah kepala dan tubuh remuk itu langsung dilarikan ke RSUD Kertosono.
Menurut Kepala Stasiun Gubeng Surabaya, Rommy Priatmoko, kereta itu memang sudah penuh sesak saat diberangkatkan dari Gubeng. Tetapi, dia memastikan, semua penumpang yang naik dari Stasiun Gubeng, naik ke kereta setelah terlebih dahulu membeli tiket.
Dalam perjalanan ke Bandung, sebagian suporter bonek itu berlaku brutal. Salah seorang korban kebrutalan tersebut adalah fotografer kontributor kantor berita Antara yang bernama Hasan Sakri Ghazali. Korban mengalami luka bocor di kepala akibat dilempar dengan batu oleh bonek yang melintas di Stasiun Purwosari, Solo, Jumat (22/ 1), saat mereka akan menuju Bandung.
Selain Hasan, salah seorang warga, Hanif Supriyanto, yang saat itu tengah makan, juga terkena lemparan batu bonek dan harus dirawat di rumah sakit yang sama. Luka yang dialaminya juga di bagian kepala. Bonek yang menumpang di KA tersebut jumlahnya ribuan orang. Mereka tidak hanya berada di dalam gerbong, tetapi juga di atap gerbong. Mereka juga telah mempersenjatai diri dengan batu-batu. Bahkan, di setiap stasiun mereka mengambil batu-batu dan melemparkannya kepada warga. Salah seorang petugas Brimob, Briptu Warsito, yang bertugas di dalam KA Pasundan juga mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu.
Sementara itu, salah seorang bonek, Abdul Mukhid (31), terjatuh dari atas kereta api saat kereta tangah melaju di perlintasan Ledoksari. Akibatnya, Abdul Mukhid sempat menjadi bulan-bulanan warga yang marah atas tingkah laku bonek yang sering berbuat onar. Warga sempat menghajar dan menelanjangi Abdul Mukhid, sebelum akhirnya diamankan oleh Satlantas Poltabes Solo. (Andira/Endang Kusumastuti)
|
|