BENCANA ALAM Banjir Bandung Telan Korban Jiwa
Senin, 1 Februari 2010
BANDUNG (Suara Karya) : Satu tewas terseret banjir, 794 kepala keluarga (KK) diungsikan, dan sebanyak 4.566 rumah terendam air setinggi rata-rata 120 cm akibat banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung.
Banjir yang terjadi akibat luapan sungai Citarum dan anak sungai Citarum di kawasan Bandung Selatan ini, menjadi agenda tahunan masyarakat.
Meski, masyarakat korban banjir ini tidak terlalu khawatir oleh kondisi yang terjadi namun mereka, tetap mengungsi ke daerah aman. Sabtu (30/1) malam, ratusan KK dievakuasi tim Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Bandung dari lokasi banjir Citereup, Cieunteung dan lima desa di Kecamatan Rancaekek.
Korban banjir akibat luapan Sungai Cisangkuy ditampung sementara di Gedung Juang di Baleendah Kabupaten Bandung. Sedikitnya 436 KK yang terdiri dari 1.233 jiwa, warga korban banjir dari Kampung Cuteureup Desa Pesawahan dan Kampung Cieunteung Keluruhan Baleendah Kecamatan Baleendah memerlukan bantuan bahan makanan dan obat-obatan, termasuk makanan dan perlengkapan bayi.
Untuk membantu warga korban banjir ini, pihak PMI Kabupaten Bandung membuka dapur umum di halaman Kantor Camat Baleendah. Meski demikian, satu unit dapur umum yang dibuka sejak Sabtu malam tersebut, tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan makan warga korban banjir.
Maka itu, kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Bandung Drs Sutarno Yono SR, menyebutkan pihaknya, akan segera berkoordinasi denga Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PBA) dan PMI untuk segera menambah dapur umum tersebut di lokasi penampungan Gedung Juang yang berjarak sekitar satu Km dari Kantor Camat Baleendah.
Banjir akibat luapan Sungai Citarik dan Cikeruh di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menyergap Desa Bojongloa, Sukamulya, Rancaekek Wetan, Margahurip dan Desa Sukamanah. Ketinggian air di rumah penduduk di desa-desa tersebut mencapai 120 Cm. Namun sejauh ini korban banjir di lokasi tersebut masih bertahan di rumah masing-masing.
Sejumlah anggota SAR dari Polres Bandung berharap mereka segera mengungsi. Namun imbauan tim SAR tersebut masih belum mendapat sambutan. "Kami sudah biasa, dengan banjir ini. Biar saja, yang penting bantu kami dengan bahan makanan dan obat-obatan," kata Maman Mahdar, Ketua RT 04 RW 09 Desa Sukamanah.
Banjir di kawasan Kecamatan Rancaekek akibat luapan Sungai Cikeruh ini menyeret Yani (35) warga Kampung Bojongpulus RT 04 RW 07 Desa Tegal Sumedang. Tubuh Yani, ditemukan Tim SAR Minggu (31/1) sekitar Pukul 08.30 WIB, setelah sebelumnya terseret dan terendam air bah selama hampir 18 jam. Jasad Yani ditemukan, di Kampung Sukarame yang berjarak sekitar 5 Km, dari lokasi saat Yani terjatuh saat akan mengevakuasi diri di Kampung Bojongpulus.
Sementara itu sejumlah warga korban banjir di RT 07 RW 14 Kampung Leuwibandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (31/1), masih sibuk menyelamatkan barang berharga miliknya. Di tengah genangan air, mereka sibuk mengangkut berbagai barang berharga termasuk sepeda motor miliki warga untuk dibawa ke tempat pengungsian.
"Sebagian besar warga di kampung ini belum mengungsi karena belum tersedianya tempat pengungsian, yang layak ," kata Eros Rosadi (40), warga setempat. Eros Rosadi bersama kedua anak dan istrinya memilih bertahan di rumahnya. Cara mereka bertahan dari dengan tempat tidur disimpan di depan rumahnya.
Genangan air banjir di kawasan banjir Bandung Selatan dan Bandung Timur ini diprediksikan akan terus meninggi. Sebab, hujan lebat Minggu (31/1) masih turun. Karena itu, TIM SAR dan aparat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bandung yang terkait bencana, bersiaga untuk penanggulangan dan evakuasi korban banjir. (Agus Dinar)
|
|