Gerakan Koperasi Primer Haryono Suyono Ketua Yayasan Damandiri
Sabtu, 6 Februari 2010
Minggu lalu, Menko Kesra Agung Laksono secara resmi membuka seminar bertemakan "Budaya dan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan" di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seminar yang diprakarsai oleh pemerintah daerah (pemda) dan Yayasan Kartagama itu menghadirkan tiga narasumber, yaitu penulis sendiri, Rahardi Ramelan, dan Oetojo Oesman. Kami mencoba menerangkan (menjabarkan) falfasah Pancasila yang mengamanatkan koperasi sebagai sokoguru dan taruhan untuk pembangunan ekonomi nasional Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Kesra Agung Laksono memberikan apresiasi kepada pimpinan dan aparat Pemkab Wonogiri yang dinilai berhasil membangun koperasi primer tingkat RT dan RW hampir 7.000 kelompok di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri. Pembangunan koperasi primer dimulai pada masa jabatan pertama dan didukung oleh, antara lain, kredit dari Bank BPD Jateng, melalui penyediaan dana oleh Yayasan Damandiri sekitar lima miliar rupiah.
Koperasi primer yang berbadan hukum mendapatkan kredit dari beberapa bank, termasuk kredit Pundi yang dananya berasal dari Yayasan Damandiri. Koperasi-koperasi itu banyak yang tumbuh dengan baik dan berhak mendapat kredit dengan jumlah yang lebih besar lagi.
Sementara itu, koperasi yang belum maju terus mendapatkan bimbingan dan bantuan modal dengan bunga pinjaman yang lebih ringan. Yayasan Damandiri pun terus mengajak bupati dan masyarakat untuk menjadikan pengembangan ekonomi kerakyatan suatu gerakan guna menyelesaikan komitmen pemerintah dalam menuntaskan millennium development goals (MDGs), atau meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah: bali desa, mbangun desa.
Para panelis mengingatkan bahwa dalam gerakan diperlukan komitmen dan semangat yang membara agar upaya itu tidak berhenti di tengah jalan. Gerakan membangun ekonomi kerakyatan memerlukan kepemimpinan yang luar biasa agar masyarakat tidak takut menghadapi kesulitan.
Setiap hambatan harus bisa diubah menjadi peluang untuk maju dengan dukungan kekuatan sumber daya manusia yang bermutu sebagai penggerak utamanya. Ketua Yayasan Kartagama Harmoko berusaha merumuskan hasil seminar sebagai upaya memberi dukungan terhadap pembangunan ekonomi Pancasila di wilayah tersebut. Selanjutnya, kami akan menjadikan koperasi sebagai basis pos pemberdayaan keluarga (posdaya) yang akan mendorong pengembangan program dan kegiatan penuntasan MDGs.
Pengembangan posdaya memungkinkan anggota koperasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan, pelatihan keterampilan, kesehatan, dan dukungan lingkungan yang memadai. Pengembangan posdaya memungkinkan adanya kerja sama gotong royong antarkeluarga, sehingga anggota koperasi dapat saling memberi dukungan tanggung jawab renteng, dan akhirnya mendapat modal yang lebih memadai. Yayasan Damandiri mempunyai komitmen membantu pemda dan masyarakat Wonogiri melalui kegiatan fasilitasi bersama perguruan tinggi di Jawa Tengah yang telah bekerja sama membangun posdaya. Kami akan mencarikan kredit untuk pengembangan koperasi, dengan subsidi bunga yang tidak membebani masyarakat.***
|
|