Kilas Bisnis Program simPATI Talkmania, Pelanggan Bebas Menelepon
Selasa, 9 Februari 2010
JAKARTA (Suara Karya): Telkomsel kembali memberikan kesempatan bagi pelanggan simPATI untuk menikmati kenyamanan berkomunikasi murah dengan program Talkmania. Terakhir bebas menelepon berkali-kali seharian selama 100 menit ke lebih dari 82 juta nomor Telkomsel. Program ini berlaku mulai 9 Februari 2010. Melalui program Talkmania, pelanggan simPATI bebas menelepon berkali-kali mulai pukul 01.00 hingga 17.00 waktu setempat. Ini dengan akumulasi percakapan hingga 100 menit (6.000 detik) ke semua pelanggan kartu HALO, simPATI, dan Kartu As. Untuk menikmati layanan ini, dalam satu hari pelanggan simPATI cukup sekali melakukan aktivasi.
Pelanggan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bisa menikmati murahnya berkomunikasi dengan Talkmania hanya dengan Rp 2.000. Sementara untuk pelanggan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi biaya yang dikenakan sebesar Rp 3.000. Program ini belum dapat dinikmati oleh pelanggan simPATI di Maluku dan Papua. GM Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, program Talkmania ini merupakan apresiasi terhadap kepercayaan pelanggan simPATI yang saat ini mencapai 59 juta pelanggan. Kami berharap program ini dapat menambah benefit simPATI sebagai kartu prabayar yang paling banyak digunakan pengguna seluler di Indonesia," tuturnya di Jakarta, kemarin. (Andrian)
Pesona Kerajinan dan Batik Yogyakarta
JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah DI Yogyakarta (Dekranasda DIY) menyelenggarakan pameran bertajuk "Pesona Kerajinan dan Batik Yogyakarta" di Plasa Industri Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, 8-12 Februari 2010. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, kemarin. Turut hadir Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas dan Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Fauzi Aziz. Penyelenggaraan pameran ini bertujuan untuk mempromosikan produk terbaik dari perajin/produsen asal Yogyakarta, sekaligus memperluas pangsa pasar. "Yogyakarta merupakan barometer produk kerajinan yang berdaya saing tinggi sebagai komoditas perdagangan. Potensi ini tentunya harus terus dikembangkan," kata Menperin MS Hidayat.
Sementara itu, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Fauzi Aziz mengatakan, pameran Pesona Kerajinan dan Batik Yogyakarta ini diikuti 50 IKM dengan produk unggulannya. "Kita berupaya terus mempromosikan produk unggulan IKM, sehingga penjualan dan pemasarannya terus meningkat. Apalagi sebagian besar merupakan produk kreatif berbasis budaya Indonesia dan bernilai seni tinggi," tuturnya. (Andrian)
XL Akan Kuasai Pasar Indonesia Timur
SURABAYA (Suara Karya): PT XL Axiata (XL) berobsesi menjadi nomor dua di kawasan timur Indonesia. Hingga saat ini, XL yang mengklaim memiliki 7,4 juta pelanggan di timur Indonesia ini mengaku sudah menjadi pemimpin pasar di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Vice President East Area XL Junaidi Hermawanto, XL berencana menambah jumlah stasiun utama pemancar telekomunikasi (based transceiver station/BTS) untuk mewujudkan impian ini. "Kami juga akan meningkatkan layanan agar pada 2010 bisa menjadi nomor dua dan mendekati operator telekomunikasi nomor satu (Telkomsel--Red)," ujarnya di Surabaya, akhir pekan lalu.
Hingga saat ini, secara nasional jumlah pelanggan XL telah tembus di angka 26,6 juta. Dari jumlah ini, wilayah timur Indonesia memberi konstribusi sebesar 30 persen. Data pada kuartal ketiga 2009 menyebutkan, jumlah BTS XL di kawasan timur Indonesia mencapai 4.520 unit. (Andira)
Awal 2010, Inflasi di Jateng Tinggi
TEGAL (Suara Karya): Kenaikan harga beras yang cukup tinggi memicu inflasi di Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2010 sebesar 0,74 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 116,35. Sementara itu, laju inflasi awal tahun lebih tinggi dibanding Desember 2009 sebesar 0,30 persen dan IHK 115,50. "Penyebab utama inflasi ini adalah harga beras yang terus melambung, juga komoditas lain, misalnya gula, cabai merah, minyak goreng, dan rokok kretek filter. Lonjakan harga kebutuhan pokok, terutama beras, menjadi faktor dominan yang memicu inflasi di Jateng pada Januari 2010. "Kemungkinan besar jika sudah panen raya, sekitar Maret-April 2009 nanti, harganya bisa kembali turun," kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Toto Subandrio, Senin (8/2).
Kenaikan indeks harga tertinggi dialami kelompok bahan makanan 2,17 persen. Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,11 persen serta kelompok sandang 0,22 persen dan kesehatan 0,08 persen. Sedangkan indeks harga pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen, sementara transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,10 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar justru deflasi 0,03 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, kacang panjang, bawang merah, dan besi beton. Berdasarkan hasil survei BPS Jateng di empat kota, inflasi tertinggi dialami Kota Purwokerto sebesar 1 persen dan terendah Kota Surakarta 0,63 persen. Dua kota lainnya, yakni Semarang dan Tegal, masing-masing inflasi 0,75 persen dan 0,70 persen. (M Syukri Kharis)
|
|