| |  | | | | MYANMAR Utusan PBB Temui Pembantu Suu Kyi
Jumat, 19 Februari 2010
YANGON (Suara Karya): Utusan Khusus PBB Tomas Ojea Quintana pada Kamis bertemu dengan Deputi Partai Oposisi pimpinan Aung San Suu Kyi di sela kunjungannya Myanmar yang dikuasai militer untuk memantau dari dekat kemajuan hak asasi manusia (HAM) menjelang pemilu.
Tomas Ojea Quintana, dalam kunjungan hari keempat dari lima hari kunjungan ke negara Asia Tenggara itu, sebelumnya telah diagendakan bertemu dengan Deputi Ketua Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di bekas ibu kota Yangon.
Pemerintah telah membebaskan Tin On (83) dari tahanan rumah pada akhir pekan lalu. Dia ditangkap bersama Suu Kyi pada 2003 setelah massa pro-junta menyerang iring-iringan mereka, yang menewaskan puluhan orang.
Quintana juga akan bertemu dengan Win Tin, seorang wartawan terkemuka Myanmar yang paling lama dalam tahanan hingga dia dibebaskan pada September 2008, dan lima anggota komite sentral NLD.
"Sebanyak tujuh anggota komite sentral termasuk U Tin Oo dan U Win Tin bertemu dengan utusan khusus PBB itu pada Kamis petang ini. Pihak berwenang telah mengkonfirmasi kesiapan kami," kata juru bicara NLD, Nyan Win.
Quintana telah meminta untuk bertemu dengan Suu Kyi, yang telah menjalani 14 dari 20 tahun penjara, namun sejauh ini belum ada lampu hijau dari penguasa junta.
Quintana, diplomat Argentina itu tiba di Yangon pada Kamis dari peninjauannya di kota Sittwe, Myanmar timurlaut, dan telah dijadwalkan berziarah ke penjara terkenal, Insein, tempat puluhan oposisi ditahan.
"Dia baru saja tiba dari Sittwe. Dia akan langsung berziarah ke pergi ke Penjara Insein untuk bertemu dengan para tahanan di sana," kata seorang pejabat Myanmar yang enggan disebut namanya.
Seorang aktivitis terkenal yang menjalani hukuman penjara 65 tahun di penjara Butheetaung menyatakan harapannya bahwa kunjungan Quintana akan menghasilkan perubahan.
"Saya mengharapkan bahwa akan ada perubahan karena kunjungan utusan hak asasi manusia PBB itu ke sana," Khin Mi Mi Kywe, aktivis senior.
Saudara Mi Kywe, Htay Kywe, ditangkap setelah demonstrasi besar-besaran yang dipimpin oleh para biksu Budha terhadap junta yang berkuasa pada 2007 dan dia menjalani masa hukuman penjaranya di penjara Butheetaung bersama dengan beberapa dari teman-temannya.
Para jenderal yang berkuasa di Myanmar telah berjanji untuk mengadakan pemilihan pada 2010, tapi belum menetapkan tanggalnya. Mereka juga meneruskan tindakan keras terhadap orang-orang yang berbeda pendapat yang dilancarkan setelah unjuk rasa tiga tahun lalu. (Ant/AP/Hasyim) |
| |
|
|