| |  | | | | PERTEMUAN SEAMEO Indonesia Jadi Tuan Rumah Seameo
Jumat, 12 Maret 2010
JAKARTA (Suara Karya): Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Southeast Asian Ministers of Education Organisation (Seameo) ke-4 untuk Pendidikan Tinggi, yang berlangsung 11-12 Maret 2010 di Jakarta. Pertemuan itu membahas 4 isu utama terkait harmonisasi, kerangka jaminan kualitas dan kualifikasi pendidikan tinggi antar negara-negara Asean.
"Kami ingin mahasiswa di kawasan Asean bisa saling tukar ilmu satu sama lain sehingga tercipta harmonisasi dalam dunia pendidikan tinggi kita," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal kepada wartawan usai pembukaan pertemuan tersebut di Jakarta, Kamis (11/3).
Pada kesempatan itu, Fasli didampingi Direktur Seameo Regional Centre for Higher Education and Development (RIHED) Prof Dr Supachai Yavaprabhas dan Sekjen Pendidikan Tinggi Pemerintah Thailand Sumate Yamnoon.
Fasli menilai pertemuan ini sangat penting karena ada sekitar 10 juta populasi mahasiswa dengan lima ribu perguruan tinggi di kawasan Asean. Para mahasiswa itu akan menjadi sumber daya manusia potensial bagi kemajuan negara-negara di Asean. "Dengan saling dukung ini, diharapkan tidak ada lagi negara-negara di Asean yang tertinggal. Kita bisa maju bersama," ucap Fasli.
Prof Supachai menjelaskan, pertemuan yang dihadiri 10 delegasi ini terutama membahas kemungkinan pertukaran mahasiswa dengan program transfer kredit di lima bidang atau fakultas. Maksudnya, mahasiswa di kawasan Asean bisa pindah kuliah di negara lain dengan memperhitungkan kredit semester yang telah dijalani di negara asal. "Jadi tidak mulai dari nol lagi. Sehingga proses belajar bisa efektif dan efisien," kata Prof Supachai.
Dia menyebut lima bidang yang disepakati bisa dilakukan transfer kredit, yaitu budaya dan bahasa, bisnis internasional, perhotelan dan pariwisata, pertanian, serta Ilmu dan teknologi pangan. Biaya kuliah ditanggung masing-masing perguruan tinggi penerima, sedangkan biaya perjalanan dan biaya hidup ditanggung oleh pemerintah masing-masing negara pengirim.
Fasli menambahkan, pada tahap awal ini telah disepakati penyetaraan ijazah antar negara di kawasan Asean. penghargaan terhadap ijazah yang diterbitkan perguruan tinggi di masing-masing negara setelah melalui proses penyetaraan oleh badan akreditasi nasional (BAN) negara yang bersangkutan.
Tentang perguruan tinggi mana saja yang dinyatakan memiliki akreditasi bersama itu, Fasli menyebut untuk Indonesia ada 11 perguruan tinggi, di Malaysia ada 6 perguruan tinggi dan di Thailand ada 3 perguruan tinggi. (Tri Wahyuni)
|
| |
|
|