Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KONFLIK PARTAI
Tifatul: Fraksi PKS Membangkang
DANA PARTAI
Jangan Disubsidi Penuh APBN
INDUSTRI PERTAHANAN
PNG Minati Alutsista RI
VARIA TNI
Lanud SH Peringati Isra Miraj
KUNJUNGAN KE CHINA (5)
Toleransi Agama di Negeri Komunis
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Mendagri: Kepala Daerah
Harus Patuhi Program BLSM
REFORMASI BIROKRASI
DPD Kaji Efektivitas Kepemimpinan Lokal
PASCAPILGUB JATENG
Anggaran Pelantikan Rp 1 Miliar
FASILITAS PEMILIH
Permudah Akses Penyandang Cacat
RAPBN-P 2013
Harga BBM Subsidi Jadi Naik
DINAMIKA KOALISI
PKS Ingin Ciptakan Kesan Dizalimi
ASET NEGARA
Eksekusi Tanah Milik Kemenag Lancar
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
PDIP Siapkan Pengganti Taufiq Kiemas
Penandaan Surat Suara Akan Disederhanakan
Keterwakilan Perempuan Alami Kemajuan
PKPI Keberatan Laporkan Dana Kampanye
Pilgub Maluku Habiskan Rp 95 Miliar
KIP Aceh Plenokan
Kuota Caleg 120 Persen
arsip  
 
 
ALUTSISTA
Panglima TNI: Kecelakaan Pesawat
Diduga Gangguan Teknis


Jumat, 25 Juni 2010
JAKARTA (Suara Karya): Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, kecelakaan pesawat latih di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis, sekitar pukul 15.30 WITA, diduga akibat gangguan teknis saat melakukan pendaratan.

"Pada proses melakukan pendaratan ada gangguan," kata Panglima TNI di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (24/6), setelah mengantar keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuju Toronto, Kanada.

Panglima TNI menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan pesawat buatan Korea Selatan tahun 2005 itu.

Secara lebih rinci, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Sukirno, menjelaskan, sebelum mengalami kecelakaan, pesawat itu diterbangkan untuk latihan navigasi jarak jauh, dari Yogyakarta menuju Denpasar. "Pada waktu mendarat terjadi gangguan pada mesin," kata Sukirno.

Menurut dia, dua orang dalam pesawat itu, yaitu pilot dan seorang penumpang, berhasil menyelamatkan diri. Sukirno menjelaskan, pesawat mengalami kerusakan parah setelah insiden tersebut. "Kondisi pesawat `total loss`," katanya.

Wakasau menyebutkan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke Denpasar untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang penyebab kecelakaan.

Pesawat latih TNI Angkatan Udara jenis KT-1B Wong Bee mengalami kecelakaan di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Kamis (24/6) pukul 15.37 Wita. Tidak ada korban jiwa, termasuk pilot Letkol TNI Ramot CP Sinaga dan penumpang Pangdam IX/ Udayana, Mayjen TNI Rahmat Budianto.

Ramot CP Sinaga merupakan perwira lulusan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU)lulusan 1993. Saat ini, Ramot menjabat Komandan Skadik 102 Lanud Adi Sutjipto.

Misi Joy Flight

Kasub Dinas Penerangan Umum TNI AU, Letkol TNI Dedy Ghazy Elsyaf dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta mengatakan, pesawat latih buatan pabrik KAI Korsel ini diterima dan dioperasikan oleh TNI AU pada tahun 2003. "Sejak diterima di TNI AU pesawat LD-0102 sampai saat ini baru mencapai 2308,45 jam terbang dan dalam kondisi laik terbang," ujarnya.

Pada saat terjadi kecelakaan, ia mengatakan, pesawat dengan tail number LD-0102 itu sedang melaksanakan misi joy flight mengitari wilayah seputar Bali. "Di dalam pesawat ada Pangdam Udayana IX Mayjen TNI Rahmat Budianto," ujarnya.

Pesawat KT-1B Wong Bee, adalah pesawat keempat dalam urutan landing. Ketiga pesawat lainnya telah mendarat dengan selamat terlebih dahulu. Kecelakaan tersebut terjadi ketika pesawat akan melakukan pendaratan di ujung run way 27 dan tidak terjadi tabrakan dengan pesawat lainnya. "Penerbang Ramot Sinaga dan Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Rahmat Budiyanto selamat karena melakukan eject (bail out) dari pesawat," ujar Dedy.

Sebelum terjadi musibah kecelakaan, dikatakan Dedy, kondisi cuaca sangat baik dan cerah. Sementara itu, kondisi pesawat dalam keadaan total lost. Karena itu, TNI AU belum mengetahui secara pasti penyebab dari kecelakaan pesawat yang baru berusia tujuh tahun itu.

"Penyebab kecelakaan belum diketahui dan akan diselidiki tim Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) TNI AU," ujarnya. (Feber S/Ant)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i