Senin, 20 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KINERJA PARLEMEN
BK DPR Pertimbangkan Sanksi Denda
PEMILU 2014
ARB: Golkar Jaya Rakyat Sejahtera
PILGUB JATENG
Bibit-Sudijono Mampu Meraih
70 Persen Suara
PEMENANGAN PEMILU
171 Caleg SOKSI Diberi Pembekalan
PELANGGARAN HAM
PPI Belanda Minta Kasus 1998 Dituntaskan
KEBANGSAAN
Sosialisasi Empat Pilar melalui Puisi
PEMBAHASAN RAPBN
DPD Minta Dilibatkan
PILKADA BALI
KPU Tak Gentar Hadapi Klaim
HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Ormas Harus Jadi
Lokomotif Perubahan Sosial
DAFTAR PEMILIH
E-KTP Jadi Basis Penyusunan DPT
ANGGOTA LEGISLATIF
Partai Gagal Mengkader Politisi Perempuan
PEMBANGUNAN NASIONAL
Priyo: Harus Partisipatif Libatkan Rakyat
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
KPU Segera Tetapkan
Gubenur-Wagub NTB Terpilih
DPD Rekomendasikan Tiga Nama Anggota BPK
KPU Tetapkan Enam Cagub-Cawagub Malut
RI-Turki Kerja Sama Modifikasi Tank
Sultan: RI Perlu Kepemimpinan Kuat
Soekarno Bukan "Play Boy"
arsip  
 
 
PERTAHANAN NASIONAL
Pembangunan Satuan Radar Diminta Dipercepat


Selasa, 1 Maret 2011
JAKARTA (Suara Karya): Komisi I DPR mendukung upaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun kekuatan radar di wilayah perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga. Pembangunan radar pengamatan akan dipercepat guna mendukung kinerja TNI mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Panitia Kerja (Panja) alat utama system persenjataan (alutsista) Komisi I DPR sangat merespons kebutuhan radar guna memantau konidisi wilayah udara nasional yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Papua," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di sela-sela kunjungan ke Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/2).

Selain bersilaturahmi, kunker Panja Alutsista Komisi I DPR untuk mengetahui kondisi nyata kesiapan alutsista yang dimiliki Kohanudnas, seperti kekuatan radar pengamatan serta menyinkronkan pelaksanaan tugas yang diemban TNI Angkatan Udara.

Selain kebutuhan radar pengamatan, dikatakan Hasanuddin, TNI masih membutuhkan pesawat tempur. Komponen inipun masih jadi prirotas dukungan DPR. "Pembangunan satuan radar akan diselaraskan pada pembangunan alutsista udara," ujar Hasanuddin. Secara terpisah dihubungi Suara Karya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro menjelaskan, TNI AU akan memiliki 18 radar pengamatan. Satu radar bertambah di Papua yang masih di bawah binaan Komando Sektor Udara Biak.

Walau begitu, Bambang mengakui, 18 radar pengamatan masih jauh dari ideal, apabila disiagakan untuk memantau luas wilayah Indonesia. "Idealnya yang dibutuhkan 32 radar," ujarnya.

Kepala Staf Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Chaerudin Ray mengatakan, untuk mengamankan wilayah udara nasional, Kohanudnas harus di dukung alutsista yang memadai. Misalnya, pengadaan pesawat tempur sergap, peluru kendali dan radar yang dapat mengawasi seluruh wilayah udara nasional.

Sementara itu, jajaran TNI di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0708 Purworejo, diminta agar mampu mengelola perbedaan dan keberagaman, serta menyikapinya dengan arif bijaksana.

"Perbedaan dan keberagaman merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terpisahkan dari bagian kehidupan bermasyarakat. Tanpa sikap yang arif, maka bisa menjadi sumber konflik," kata Komandan Kodim (Dandim) 0708 Purworejo Letkol Inf Ade Adrian, dalam amanatnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW keluarga besar Kodim 0708 di gedung Jenderal Sudirman kompleks Makodim Purworejo, kemarin.

Acara tersebut dihadiri seluruh keluarga besar Kodim dan Koramil se Kabupaten Purworejo. Peringatan maulid nabi di sini menghadirkan pembicara Ustadz H Ahmad Abdul Haq.

Dalam tausiyahnya, Ustadz H Ahmad Abdul Haq menjelaskan, Indonesia merupakan negara majemuk dengan berbagai latar belakang kehidupan. (Pudyo Saptono/Feber S)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i