SENGGANG Nadine Chandrawinata Belajar Jadi Produser
Rabu, 27 April 2011
Setelah membintangi beberapa film layar lebar, menjadi model iklan, menjadi duta selam, duta Wakatobi, kemudian membuka beberapa butik yang menjual sejumlah busana baru wanita profesional muda, Nadine Chandrawinata kini mencoba menjadi produser.
Kepada wartawan di sela-sela peluncuran film The Mirror Never Lies di Jakarta, Selasa, Putri Indonesia 2005 ini menuturkan, pembelajarannya jadi produser telah dimulainya melalui film The Mirror Never Lies.
"Aku menjadi asisten produser di film itu. Produsernya sendiri Mas Garin Nugroho. Sedangkan sutradaranya, Kamila Andini, putri sulung Mas Garin. Kami dididik bekerja profesional sebagai sutradara, produser, dan pekerja film yang akhirnya bisa menghasilkan film berkualitas dan mendapat pengakuan masyarakat luas. Senang sekali menjadi murid Mas Garin Nugroho," ujar Nadine lagi.
Mengapa Nadine tertarik menggeluti bidang produser? Ditanya begitu, gadis kelahiran Hannover, 8 Mei 1984, ini menuturkan, hingga kini banyak film nasional dibuat tidak berdasarkan perhitungan anggaran yang tepat. Padahal mencari dana untuk membuat film saat ini sangat sulit.
"Aku dilatih bagaimana memikirkan sponsor, bagaimana bekerja sama dengan pihak ketiga, juga bagaimana memikirkan honor artis dadakan dan artis profesional. Syukurlah, melalui pembelajaran di The Mirror Never Lies, aku menjadi banyak paham liku-liku menjadi seorang produser. Aku senang bisa tahu semua itu karena aku ingin nanti jadi produser," ujarnya.
Film The Mirror Never Lies antara lain dibintangi Atiqah Hasiholan dan Reza Rahardian, mengisahkan kehidupan warga Bajo di Wakatobi, kawasan Taman Nasional Bawah Laut yang menghidupi ribuan spesies ikan langka. Pekan ini film hasil kerja sama Pemkab Wakatobi dan WWF itu sudah bisa ditonton di bioskop. (Ami Herman)
|
|