Rabu, 22 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
MUTASI TNI AD
Presiden Tunjuk Moeldoko Jadi KSAD
INTOLERANSI
SBY Tak Pantas Dianugerahi
Negarawan Dunia
LEGISLASI
14 RUU Bidang Pertahanan Belum Tergarap
DINAMIKA KEMENTERIAN PERTAHANAN
DOKTOR ILMU HUKUM

Sekjen MK: Putusan MK Merefleksikan
Semangat dan Karakter Hukum Progresif
PILKADA TANAH LAUT
KPU dan Bupati
Dituding Tak Netral
DEMOKRASI
Irman: Pilkada Langsung
Masih Jadi Pilihan Terbaik
PERTAHANAN LAUT
Pendekatan Humanis Militer Dibudayakan
HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Jadikan Pijakan untuk
Maju di Segala Bidang
Gerakan AMM
Gelorakan Semangat Pengabdian
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pemerintah Prioritaskan Daerah Tertinggal
CAPRES 2014
Prabowo Mencalonkan jika Didukung Rakyat
PEMENANGAN PEMILU
ARB Minta Kader Bekerja untuk Rakyat
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
Tujuh Anggota DPR PAW Dilantik
KPU Segera Tetapkan
Gubenur-Wagub NTB Terpilih
DPD Rekomendasikan Tiga Nama Anggota BPK
KPU Tetapkan Enam Cagub-Cawagub Malut
RI-Turki Kerja Sama Modifikasi Tank
Sultan: RI Perlu Kepemimpinan Kuat
arsip  
 
 
ANGGARAN DAERAH
2012, DPR Hentikan
Seluruh Transfer Daerah


Kamis, 10 November 2011
LARANTUKA (Suara Karya): Dana transfer daerah yang dikucurkan dalam bentuk dana penyesuaian dan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) bakal dihentikan selama tahun anggaran 2012. Penghentian dana transfer daerah itu disebabkan oleh banyaknya calo dan 'pemain' anggaran yang peruntukannya sangat membantu pembangunan di daerah tertinggal tersebut.

"Para calo itu macam-macam jenisnya ada yang profesinya memang calo, ada juga oknum anggota DPR RI yang juga jadi calo, itu tidak bisa kita nafikan. Tapi ada juga gubernur dan bupati yang jadi calo anggaran," kata Ketua Badan Anggaran DPR , Melchias Markus Mekeng dalam kegiatan diskusi publik dengan tema APBN dan Politik Anggaran yang Aspiratif di aula Orang Muda Katolik, Larantuka, Nusa Tenggara Timur kemarin.

Di hadapan peserta diskusi publik, politisi Partai Golkar asal NTT ini mengungkapkan, calo-calo anggaran selain melakukan penipuan juga telah merusak kredibilitas badan anggaran DPR RI. Karenanya, ia menginisiasi untuk melakukan penghentian pengalokasian dana itu selama tahun anggaran 2012 sebagai upaya mengusir calo anggaran. "Setelah semua transfer daerah hilang, calo-calo juga hilang, bupati yang calo dan gubernur yang calo juga sudah pergi. Mereka itu kalau ditangkap, sukanya mencari kambing hitam. Meng-over kesalahan ke orang lain atau mencari teman biar bisa sama-sama salah. Seperti gayanya si Nasarudin itu," katanya.

Dana transfer daerah sendiri masih menuai kontroversi. Pasalnya, UU Nomot 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah tidak mengatur tentang dana tersebut. Dalam undang-undang tersebut, hanya dikenal dana transfer daerah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil.

Selain itu, tidak ada kriteria yang jelas mengenai daerah yang layak untuk mendapatkan dana tersebut. Realisasinya, pembagian dana tidak dilakukan secara merata dan terdapat sejumlah daerah yang memiliki kemampuan keuangan daerah dan tingkat kemiskinan yang tinggi, justru tidak mendapat alokasi. "Memang sudah beberapa kali sejumlah pihak yang protes melakukan Judical Review atas UU Nomor 33 tahun 2004 tentang dana ini ke Mahkamah Konstitusi tapi mereka selalu kalah. Memang dana penyesuaian tidak diatur dalam undang-undang itu tapi undang-undang itu juga sama sekali tidak melarang," ujar Mekeng.

Mekeng kemudian mengklaim DPPID dan DPIP sangat membantu pembangunan daerah-daerah tertinggal. "DAU dan DAK kita 70 persen untuk belanja operasional seperti bayar gaji pegawai, sisanya sangat kecil untuk pembangunan infrastruktur. DPPID sangat membantu daerah. Sekarang banyak bupati yang ribut dan protes ke kita kenapa dihentikan. Saya bilang kita hilangkan dulu calonya baru kita mulai lagi," urainya,

Kegiatan Diskusi publik itu dilakukan Mekeng usai menghadiri kegiatan Diklat Karakterdes Partai Golkar Kabupaten Flores Timur di tempat yang sama. Dalam Karakterdes itu Mekeng hadir membawakan sambutan tertulis Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan membawakan materi. (Bonne Pukan)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i